Pembacaan Tarekat Hizib Yang Sangat Hidmat

Pembacaan Tarekat Hizib Yang Sangat Hidmat

Tadi malam, senin tanggal 17 agustus 2020 telah berlangsung acara doa bersama dengan membaca Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan dalam rangka pembukaan pengajian umum yang sudah diliburkan semenjak hari raya, dan doa bersama Hari ulang tahun NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah) yang ke 84, serta ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 75.

Doa bersama tadi malam terhitung acara yang sangat luar biasa, karena bertepatan dengan momen sejarah besar di Nahdlatul Wathan, yaitu tasyakuran atas Hultah NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah) yang sudah berkifrah mencerdaskan anak bangsa dari tahun 1936 sampai sekarang tahun 2020. Terhitung sekitar 84 tahun lamanya ikut serta mendidik putra dan putri bangsa ini. Mudahan NWDI tetap jaya selalu dan terus maju serta tetap eksis dalam mencerdaskan anak bangsa.

Acara tadi malam juga bertepatan dengan Ulang tahun RI yang ke 75. Sangat tepat sekali pengiriman doa untuk para syuhada’ yang ikut mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk NKRI. Menurut penulis Ini adalah cara yang paling tepat untuk memperingati kemerdekaan, karena orang yang sudah meninggal sangat membutuhkan doa, bukan diperingati dengan berbagai model lomba yang tidak karuan.

Acara tadi malam dihadiri oleh ratusan jamaah yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan santri yang mukim di Pesantren, para alumni, serta jamaah Majlis Ta’lim Nahdlatul Wathan yang terdiri dari jamaah ibu dan bapak.

Jamaah pengajian Majlis Ta’lim Nahdlatul Wathan dari berbagai kelompok berkumpul mengikuti pembacaan Tarekat Hizib, menjadi salah satu penyebab ramainya acara tadi malam.

Acara doa bersama berjalan dengan baik dan penuh hidmat dari awal sampai akhir acara dipimpin oleh pimpinan Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta-Bekasi Kyai H.Muhammad Suhai, SQ.

Pembacaan Tarekat Hizib tadi malam terasa sangat bersahaja. Hal ini mungkin disebabkan karena kekhusyu’an para jamaah yang mengikuti acara tersebut, maklum sudah lama tidak dilaksanakan doa bersama pembacaan Tarikat Hizib, yaitu semenjak COVID, mungkin ini adalah salah satu penyebab timbulnya kerinduan dalam diri jamaah untuk munajat bersama, sehingga berpengaruh kepada munculnya kekhusy’an dalam pembacaan Tarekat Hizib tersebut.

Oh ya, hampir ketinggalan, Pembacaan Tarekat Hizib tadi malam juga diramaikan dengan acara cukur rambut dari beberapa jamaah yang diiringi dengan pembacaan rawi, dipandu oleh santri Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta. Fath.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA