Kita pasti menyadari bahwa penduduk Indonesia secara mayoritas adalah umat muslim. Sebagai umat muslim ibadah kurban merupakan salah satu momen kebahagiaan. Mengingat ibadah ini memiliki banyak aspek kemanfaatan bagi seluruh umat muslim dimanapun berada.
Tingginya kesadaran untuk berkurban ini dapat menumbuhkan laju perputaran ekonomi yang terkait dengan peternakan, pertanian, transportasi, jasa potong ternak, dan penyaluran daging dsb.
Dari sektor riil ddapat meningkatkan tingkat kesejahteraan bagi semua yang terkait secara langsung maupun yang tidak terkait secara langsung, semuanya mendapatkan manfaat secara ekonomi.
Dam kaitannya kurban dan penerima manfaatnya , keduanya bagaikan dua sisi uang logam, satu sisi tidak ada maka sisi sebelah tiada arti. Begitupun dengan ibadah kurban apabila penerima manfaat kurban tidak ada bagi yang berukuran akan di bagikan pada siapa, begitu pula sebaliknya.
Sengga dengan demikian Allah menciptakan keduanya agar memiliki fungsi masing masing. Bagi yang berkorban membutuhkan orang yang akan menerima daging kurban dan bagi yang berhak menerima daging kurban membutuhkan orang yang akan berkurban.
Ibadah kurban secara ritual memang untuk memenuhi kewajiban pada perintah Allah Swt, tetapi efek positifnya merupakan sarana membangkitkan solidaritas sosial. Sedangkan sisi lain, dari ibadah kurban juga berpotensi mendorong tumbuhnya manfaat ekonomi bagi yang berkurban maupun yang menerima daging kurban. Sebagaimana zakat, infak, sedekah, wakaf dll, kurban juga memiliki kekuatan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi umat.
Hal ini hanya akan terjadi ketika kurban dikelola secara benar menurut syariat, Tetapi sangat di sayangkan , hingga saat ini belum ada lembaga nasional yang secara khusus menangani ibadah kurban seperti hal nya ibadah Haji. Tentunya sangat diperlukan koordinasi antarlembaga dalam agar dapat melaksanakan ibadah kurban menurut syariat yang benar.
Nantinya daging kurban akan dibagikan kepada dhuafa yang merupakan wujud kepedulian, kekerabatan, dan kebersamaan yang pada ujungnya dapat menumbuhkan kesetiakawanan sosial.
Oleh sebab itu, kurban menjadi media sosio kultural, guna mewujudkan keseimbangan ketakwaan dan rasa kemanusiaan dan keadilan sosial.
Esensi dari prosesi ritual kurban ialah afirmasi ketakwaan, kejernihan pikiran, keteguhan iman, dan kesalehan sosial
(QS Al-Hajj 22: 37).
Jadi dengan demikian, berkurban dan membagikan dagingnya untuk meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan bukan untuk kita.
Lebih luasnya sebagai gerakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan. Dengan berkurban banyak masyarakat miskin dipelosok bisa menikmati daging. Permintaan hewannya memacu para peternak lokal untuk menaikan jumlah produksi. Sehingga mereka dapat menjual ternaknya dengan harga layak. Sekitar 20% dari harga biasa. Siklus ekonomi ini berkesinambungan. Harapannya akan mampu membangkitkan ekonomi rakyat. Kelompok ekonomi kaya memberikan kontribusi tidak hanya dengan zakat, infak, wakaf.
Sisi lain, dari ibadah kurban disamping menumbuhkan semangat solidaritas, juga berpotensi mendorong laju pertumbuhan perekonomian.
Sebagaimana zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Tentu saja, hal ini hanya akan terjadi ketika kurban dikelola secara benar mengikuti syariat yang benar
Sangat disayangkan ayangnya, hingga saat ini belum ada lembaga nasional yang secara khusus menangani kegiatan ibadah kurban.Dalam hal ini sangat diperlukan koordinasi antara lembaga yang satu dengan lembaga yang lainya ashareware kurban tidak menumpuk di wilayah tertentu saja sedangkan wilayah lain tidak kebagian hewan kurban.
Daging yang dibagikan kepada dhuafa merupakan simbol kepedulian, kekerabatan, dan kesetiakawanan sosial. Karena itu, kurban menjadi media sosio kultural mewujudkan keseimbangan keagamaan dan kemanusiaan. Esensiprosesi ritual kurban ialah afirmasi ketakwaan, kejernihan pikiran, keteguhan iman, dan kesalehan sosial (QS Al-Hajj 22: 37). Demikian, berkurban dan membagikan dagingnya untuk meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan bukan untuk riya dan pencitraan.
Lebih luasnya sebagai gerakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan. Dengan berkurban banyak masyarakat miskin dipelosok bisa menikmati daging. Permintaan hewannya memacu para peternak lokal untuk menaikan jumlah produksi. Sehingga mereka dapat menjual ternaknya dengan harga layak. Sekitar 20% dari harga biasa. Siklus ekonomi ini berkesinambungan. Harapannya akan mampu membangkitkan ekonomi rakyat. Kelompok ekonomi kaya memberikan kontribusi tidak hanya dengan zakat, infak, wakaf, dan sedekah, tetapi juga dengan berkurban. Sehingga akan terjadi perputaran uang setara besar besaran mulai dari hulu sampai dengan gilirannya.
SMG cahaya illahi robbi senantiasa menerangi jalan hidup kita




