عن أبي هُريرَة رَضِي الله عَنه قَال: قال رسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا(
Artinya:” Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam; Setiap Nabi diberikan doa yang mustajab, semua Nabi telah memanfaatkannya di dunia, sedangkan aku menyimpankannya untuk ummatkubdi akhirat —saat mengalami kesulitan—, semua ummatku akan mendapatkannya kalau ia mati tidak menyekutukan Allah Azza Wajalla”.
Dalam Kitab Tanbihul Ghafilin halaman 14-16, pasal yang kesebelas tentang Ahwal Yaumul Qiyamati dijelaskan bahwa pada hari pertama kebangkitan Allah membangunkan Malaikat Jibrail (Jibril) dan meminta kepadanya untuk membangunkan Malaikat Ridwan dan Malik menyiapkan Surga dan Neraka, dan meminta Malaikat Mikali menyiapkan Timbangan, dan akhirnya meminta Malaikat Israfil meniupkan Terompet agar membangunkan seluruh makhluk Allah dari tidur panjangnya (penantian).
Manusia pertama yang dibangunkan adalah Nabi kita Nabi Besar Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. setelah beilau terbangun, pertanyaan pertamanya adalah hari apakah ini? dan dimana ummatku?
Jibril menjawab dua pertanyaan Kekasih Allah dengan tersenyum hari ini adalah hari kebangkitan manusia untuk menuju pertimbangan (yaum al-Mizan/Yaumul Hisab). dan ummatmu akan dibawa semuanya ke tempat pertimbangan tersebut. Maka, Nabi berkata;” Ya Allah mudahkanlah hisab umat-umatku, berilah keselamatan untuk menuju rahmat SurgaMu”.
Persis di dekat Mizan Rasulullah duduk menyaksikan timbangan amal baik dan buruk ummatnya, jika dia dapati umatnya memiliki timbangan amal baik lebih banyak beliau tersenyum dan berkata; Allah telah meridlai umatku”.
Namun jika melihat timbangan umatnya memiliki amal jahatnya lebih banyak dengan cepat mengambil Sorbannya dan ditaruh pada timbangan amal baik umatnya, untuk menambahkan beratnya. dengan itu kemudian selamatlah umat. lantas Malaikat Jibrail berkata, Wahai Muhammad Jangan engkau taruhkan sorbanmu pada tempat itu?,
Mendengar itu kemudian Allah berfirman kepada Malaikat Jibaril: Ya Jibrail biarkan Kekasihku melakukan apa yang dia inginkan karena Aku telah memberikan hak untuk itu;“Walausafa Yu’yhika Rabbuka Fatardha”.
Antara amalan-amalan yang dapat menjadi media memperoleh syafaat baginda rasul ialah (1) Ikhlash dalam beramal, (2) memperbanyak salawat, (3) membantu orang-orang yang memerlukan bantuan.
Dalam pelbagai hadits Rasulullah menjelaskan amalan-amalan jazabiyyah (yang dapat menarik) syafaat ialah membaca selawat.
“Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat adalah, yang paling banyak shalawat kepadaku” (HR Tirmidzi).
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat,” (HR. ath-Thabrani).
Allahumma Ya Allah begitu besarkah keperdulian Nabi Kami untuk ummatnya, berilah kami termasuk orang-orang yang disyafaatkan di hari yang tidak ada pertolongan melainkan pertolonganMu dan tidak ada syafaat (bantuan) melainkan Syafaat Nabi Kami Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.




