عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: ” قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “. هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Dari Sayidah Aisyah radhiyallahu ‘anha : Aku bertanya : Ya Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku tau malam lailatul qadar, apa yang harus aku katakan? Rasulullah menjawab : “katakanlah :
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
(Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Engkau mencintai hamba-hamba yang meminta ampun pada-Mu, maka ampunilah aku)
Faidah Hadis :
1) Sunah bertanya kepada ahli ilmu dalam setiap perkara.
2) Sunah mengajarkan doa-doa yang baik kepada istri dan anak.
3) Sunah mengingatkan kebaikan kepada orang lain.
4) Dari doa di atas kita diajarkan perbanyak memuji Allah dengan asama’ul husna dan lain sebagainya terlebih dahulu sebelum meminta.
5) Doa di atas juga mengajarkan husnuzan (optimis). Sebab sebanyak apapun dosa, kita harus yakin bahwa Allah Maha Pengampun.
6) Perbanyak meminta Ampun, karena jika orang sudah dapat ampunan Allah maka segala hajatnya dipenuhi dan bala’nya diangkat.
Tanbih :
Sayidah Aisyah adalah Ummul Mu’minin, Istri Nabi, orang yang sudah jelas kemuliaannya, kemungkinan besar untuk bertemu lailatul qadar sangat besar. Lalu bagaimana dengan kita yang seorang hamba biasa, bagaimana cara bertemu lailatul qadar?
Guru-guru kita mengajarkan, jika ingin memastikan diri bertemu dengan lailatul qadar maka jangan sampai luput untuk beribadah di setiap malam Ramadhan, terutama di 10 malam terakhirnya. Jadikan doa di atas sebagai zikir siang dan malam, dalam duduk maupun berdiri, dalam sujud maupun setelah membaca al-Qur’an.
Guru-guru kita juga mengajarkan, jika berdoa jangan lupa mengikut sertakan orang lain dalam doa setidaknya dengan menyebut kata “kami”. Alasannya, sebab tidak ada yang tau selain Allah, boleh jadi dengan niat menyertakan mereka orang-orang saleh menjadi sebab dikabulkannya doa. Karana itu, lafaz doa di atas sedikit diganti oleh para ulama dari (فاعف عني) menjadi (فاعف عنا) yang maknanya “ampunilah kami”. Selain itu ungkapan “kami” juga menunjukkan ketawadhuan dan ketundukan di hadapan Allah subhanahu wataala.
Oleh karena itu, Mari manfaatkan sisa Ramadhan ini dengan baik. Semoga dengan memperbanyak meminta ampunan kepada Allah menjadi sebab diangkatnya bala, diampuni dosa dan dikembalikannya kita kepada fitrah. Amin.




