By: Ust. Amrullah,M.Pd
Semua manusia dalam melakukan segala sesuatu pasti ingin mendapatkan suatu kenikmatan yang akan membuat akal dan jiwa terpuaskan secara bersamaan. Tetapi dalam kenyataannya tidak semua mendapatkan suatu kenikmatan sesuai dengan harapan.
Seorang guru merasa nikmat dalam mengajar ketika ilmu yang diajarkan dapat diserap dengan baik oleh murid-muridnya. Seorang pedagang merasa nikmat manakala dagangannya laku dan mendapat untung yang banyak. Pejabat merasa nikmat karena dengan jabatannya banyak membantu rakyat untuk hidup sejahtera. Seorang petani merasa nikmat ketika padi tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil panen berlimpah.
Seorang nelayan merasa nikmat ketika mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak. Demikian juga seorang yang shalat akan mendapatkan puncak kenikmatan ketika bersujud kepada Allah.
Sujud adalah lambang ketundukan, kepatuhan dan kepasrahan kepada Allah Tuhan Semesta Alam. Inilah saat-saat seorang hamba merasa sangat dekat kepada Allah. Ketika hati benar-benar terasa dekat kepada Allah, maka muncullah suasana hati yang penuh dengan kenikmatan. Maka pantaslah nabi kita bersabda:
اقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد فاكثروا الدعاء
Suasana paling dekat seorang hamba kepada Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah berdoa. (HR. Muslim)




