CORONA ANTARA KEHORMATAN TEMPAT SUCI DAN KEHORMATAN MANUSIA

CORONA ANTARA KEHORMATAN TEMPAT SUCI DAN KEHORMATAN MANUSIA

Oleh : Abbas Rahbini Mawardi

Hari ini saya mengikuti sejumlah ceramah melalui tayangkan live mainstream, beberapa dari mereka menangis dan membuat banyak orang juga ikut menangis, sehingga membuat saya berfikir seolah agama ini telah berakhir dengan penutupan masjid-masjid, bahkan sampai kepada ucapan, bahwa Allah telah mengusir kita dari rumah nya yang suci.

Sampai disini beberapa komentar telah menjadikan seolah agama hanya merupakan sebuah tempat suci semata.

tidak ada yang meragukan tentang keutamaan manfaat masjid, pentingnya, peran nya dalam membangun individu, masyarakat dan bangsa, dan masjid adalah syiar agama, simbol kebaikan dan keberuntungan ummat, serta tempat pertemuan/perkumpulan ummat.

Namun ada titik poin yang perlu dicatat :

   Tiga belas tahun berlalu semenjak Baginda Nabi resmi diutus, dalam sejarah perjalanan baginda shallallahu alaihi wa sallam, tidak ada masjid di mekkah, alih-alih membina masjid menegakkan shalatpun tidak dibenarkan dan tidak di idzinkan oleh orang-orang kafir quraiys. Sehingga para Sahabat melaksanakan shalat di rumahnya masing-masing, tidak ada shalat berjemaah dan tidak dilaksanakan shalat jumat, kecuali di madinah setelah hijrah.

      Tiga belas tahun lamanya hanya focus pada membangun jiwa manusia, membangun nilai-nilai manusia dan membangun kemurnian aqidah, sebagaimana yang telah di ceritakan oleh Sayyidina Ja’far radhiyallahu anhu didalam sebuah hadist sohih,

أَمَرَنَا بِصِدْقِ الْحَدِيثِ وَأَدَاءِ الْأَمَانَةِ وَصِلَةِ الرَّحِمِ وَحُسْنِ الْجِوَارِ“`

Baginda nabi memerintahkan kami untuk berkata jujur, menyampaikan amanah, menyambung silaturrahim, dan berbuat baik kepada tetangga.

Adapun di madinah, baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam membina masjid akan tetapi kehormatan manusia lebih diutamakan daripada kehormatan tempat.

Betapa indahnya ajaran-mu wahai Rasulullah, dan engkaulah yang menjelaskan ttg perihal itu.

dari Abdullah bin ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa, ia bercerita :

رأيت النبي ﷺ يطوف بالكعبة ويقول: ما أطيبك وأطيب ريحك ما أعظمك وأعظم حرمتك, والذي نفس محمد بيده لحرمة المؤمن أعظم عند الله ﷻ حرمة منك, ماله ودمه وأن يظن به إلا خيراً“`

Aku pernah melihat Rasulullah ﷺ melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah seraya berucap : “Sungguh indah dirimu, sangat harum aromamu, dan sungguh agung dirimu, dan agung pula kehormatanmu. Demi Rabb yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin lebih agung di sisi Allah ﷻ harta dan darahnya daripada dirimu (wahai Ka’bah). Dan ia tidak berprasangka melainkan melainkan prasangka yang baik” (Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

Hari ini kita menangisi penutupan masjid-masjid, namun disi lain kita menganggap remeh keselamatan jiwa manusia, menyia-nyiakan martabat dan hartanya, berani membiarkan teraniaya keselamatan jiwanya, dengan segala macam jenis aniaya’an , materi dan moral.

jadi kita lebih mementingkan dan lebih mendahulukan satu hal daripada mendahulukan dan mementingkan hal yang jauh lebih penting, jauh lebih baik, dan lebih utama (yaitu keselamatan jiwa manusia)

Corona datang untuk memberi tahu kepada kita agar memperhatikan hal yang lebih penting, yaitu memperhatikan keselamatan jiwa manusia, sembahlah Allah dengan menegakkan keadilan kepada manusia sebelum memakmurkan konstruksi bangunan.

Sembahlah Allah dengan amal kebajikan, pengampunan, keadilan, dan kesetaraan, dan jauhi ketidakadilan dan kesombongan. Sebab kalian semua ibaratkan angka nol, dan berapapun angka nol jika dikumpulkan maka tetap menjadi nol tak ada harganya.

Tempat tidak akan dianggap jika tidak berpondasikan diatas keimanan, dari itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan kepada penduduk mekkah atas kekeliruan pemahaman mereka ketika mereka berbangga-bangga terhadap kontruksi bangunan dan memberi minuman.

Dan Allah berfirman”

أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِندَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zalim.

Corona ini datang untuk memberi tahu kepada kita, jagalah benar-benar kehormatan Jiwa manusia, sebab itu adalah jalan menuju Allah,

الراحمون يرحمهم الرحمن، ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء

Orang yang mengasihani orang lain akan dikasihani oleh Allah dzat yang maha pengasih, berbelaskasihanilah kalian kepada penduduk bumi, niscaya dzat yang dilangit akan mengasihani kalian.

Apa pentingnya sebuah tempat jika iman lenyap?, bahkan Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan untuk merobohkan tempat itu dan membakarnya ketika dibangun bukan karena Allah.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ.

Dan orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang yang beriman.

Ya Allah angkatlah murka dan marahmu kepada kami, kasihanilah kami dengan rahmat yang luas.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA