WASPADA Pelacuran Boker Kluster Baru Penyebaran Covid-19 !

banner post atas

Sinar5news.com – JAKARTA – Setidaknya ada lima wilayah kecamatan di Jakarta Timur yang ditenggarai kasus aktif Covid-19 nya tinggi. Salah satunya adalah Kecamatan Ciracas. Hal tersebut Berdasarkan pembaharuan data kasus Covid-19 yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, (3/12/2020), pada Kamis malam. Dimana Kecamatan Ciracas merupakan salah satu wilayah dengan kasus aktif sebanyak 69 kasus. Dan statusnya pun kini sudah masuk dalam katagori zona merah.

Dalam pembaharuan data kasus Covid-19 untuk wilayah Jakarta Timur, disebutkan secara akumulasi telah mencapai 26.923. Dari jumlah tersebut sebenyak 23.654 telah dinyatakan sembuh dan sisanya masih dalam pengawasan medis atau jalani isolasi, setelah jumlah itu dikurangi sebanyak 535 kasus kematian akibat direnggut wabah pandemic tersebut dalam kurun waktu per-Kamis malam tanggal 3 Desember 2020 tersebut.

Tingginya kasus aktif yang terjadi di wilayah Ciracas, sebagai ditenggarai tidak terlepas dari sikap kesadaran sebagian warganya yang masih menganggap sepele penyebaran wabah pandemic.

Iklan

Berdasarkan pantau media ini pada beberapa titik lokasi yang berada di lingkungan wilayah Ciracas masih terlihat secara vulgar adanya kerumunan orang, yang mengabaikan terkait protocol kesehatan.

Dilokasi itu, para perempuan Penjaja Seks Komersial (PSK) berbaur dengan para tamu hidung belang dengan tanpa lagi menggunakan masker. Apalagi mencuci tangan atau menjaga jarak. Hal tersebut sempat menjadi keheranan dari para awak media yang tengah melakukan investigasi dilokasi itu, dan mendapati fakta akurat bahwa “Bisnis Sahwat” yang setiap malam terjadi dilokasi  memang masih berjalan hingga saat ini tidak terbantahkan.

Dari informasi yang di dapat dilapangan, berjalannya praktek illegal di lokasi pelacuran  tersebut tidak terlepas juga dari aparat terkait yang sengaja tutup mata.

BACA JUGA  Melanjutkan Tidur dan Bermimpi atau Bangun dan Mengejarnya

Seorang warga setempat yang namannya enggan disebutkan. Dia mengatakan bahwa kendatipun hanya mengontrak bersama keluarganya dilingkungan sudah sekian lama, namun kadang dia merasa malu jika mengaku beralamat dilingkungan itu. Pasalnya, letak lokasi yang menyediakan kamar-kamar tempat untuk berkencan dengan wanita malam juga letaknya berada sama dengan pemukiman warga.

“Anak perempuan saya kadang suka mengeluhkan pas dia pulang kerja suka diganggu oleh para lelaki yang ada dilokasi Boker. Yah mungkin oleh para pengunjung yang sengaja datang buat minum dan main perempuan ke lokasi itu, mereka jadi tidak bisa membedakan mana perempuan nakal dan mana yang warga,” keluh lelaki separo baya itu yang mengaku berprofesi sebagai pengemudi ojeg online.

Keluhan serupa datang dari warga lainnya yang tinggal diluar lokasi, warga itu berharap aparat terkait khususnya pihak kepolisian serius menertibkan kegiatan yang ada di lokasi pelacuran Boker yang tidak hanya menyelenggarakan kegiatan prostitusi saja, akan tetapi sudah berpotensi ciptakan kluster baru penyebaran wabah pandemic di wilayah kecamatan Ciracas.

Ketika hal itu dimintakan konfirmasi oleh awak media ke Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Arie Ardian Rishadi, pada (5/12) Sabtu malam, lewat telepon selulernya di nomor +62 812-8798-XXXX.

Orang namor satu di institusi kepolisian wilayah tersebut, baru meresponnya pada hari Minggu pagi, (6/12/2020), dan berjanji akan menindaklanjutinya terkait adanya kerumunan orang di lokasi  yang ditenggarai mengabaikan protocol kesehatan.

Hingga berita ini dinaikan warga masyarakat Ciracas pun berharap agar pihak Polres Jakarta Timur serius dalam melakukan tugasnya, terutama dalam mengurai kerumunan orang yang berada di titik-titik lokasi yang berpotensi menimbulkan cluster baru penyebaran wabah pandemic. (tim/red)

BACA JUGA  PSBB Transisi Dimulai Besok, Jam Operasional KRL Alami Perubahan.