Wagub NTB, Tinjau Layanan Tiket Non Tunai Di Pelabuhan Penyeberangan Kayangan-Pototano.

Foto : Dr.Ir.Hj.Sitti Rohmi Djalillah,M.Pd (Wagub NTB di Pelabuhan Kayangan Lotim-NTB)

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Jalur Transpotasi Laut yang menghubungkan Pulau Lombok dan Sumbawa, yakni Pelabuhan Kayangan- Pototano, mulai hari Senin,21 Juni 2021 secara resmi telah memberlakukan pembayan tiket non tunai atau menggunakan kartu elektronik.  

Iklan

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, mengatakan sistem layanan tiket non tunai merupakan salah satu cara untuk menghindari kontak fisik dalam pembayaran dan transaksi tiket, di era pandemi Covid-19.

“Pembayaran tiket dengan kartu elektronik ini, upaya kita agar tidak ada kontak  fisik demi memutus matarantai Covid-19,dan pembayaran sistim tiket non tunai juga memudahkan pembayaran bagi penumpang,” ujar Wagub saat berkunjung ke Pelabuhan Kayangan, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Selasa (22/06/2021) 

Saat memasuki area pelabuhan, Ummi Rohmi mencoba menggunakan kartu elektronik, dan langsung menuju kapal Ferry, untuk memastikan penerapan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) di layanan angkutan laut.

Ia berpesan agar pemilik kapal penumpang laut tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan kapal. Dermaga dan Kapal Fery ini pintu gerbang dan transportasi memasuki 2 pulau di NTB,” Kata Ummi Rohmi, Panggilan Akrab Wagub NTB tersebut. 

Ia juga mengingatkan Kadishub NTB dan Kepala Pelabuhan Kayangan, untuk menata dermaga sebagai pintu masuk, harus seindah dan senyaman mungkin saat dilihat. 

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Muhammad Faozal menyampaikan Untuk mendapatkan kartu elektronik dimaksud sangat mudah, Pasalnya sudah tersebar di sejumlah bank-bank dan sejumlah gerai/toko modern.

Lalu. Muh. Faozal, menambahkan, selain mencegah kontak pisik, pembayaran menggunakan kartu elektronik ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan. Transaksi pembayaran juga menjadi  mudah, praktis, terhindar dari uang palsu. 

Proses transaksi di tollgate dijelaskan juga menjadi lebih ringkas dan cepat serta pengguna jasa dapat lebih nyaman, teratur dan tertib, tidak perlu lagi antre di pelabuhan. Penerapan pembayaran non tunai menggunakan kartu elektronik ini juga mengacu dengan aturan Kementerian Perhubungan PM No.19 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik, yang akan diterapkan bertahap di seluruh lintasan dan pelabuhan yang dikelola oleh PT ASDP Ferry Indonesia (Persero).

Selain itu, penerapan cashless ini juga mendukung program Gerakan Nasional Non Tunai serta akselerasi transformasi digital yang dicanangkan Pemerintah dimana salah satu instruksi Presiden Joko Widodo agar mempercepat revolusi layanan publik berbasis digital. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. (Bul)