UU Cipta Kerja Siapa Yang Di Untungkan. Catatan Kecil Forum Kebangsaan.

banner post atas

Huru hara gelombang penentang pengesahan UU Cipta Kerja telah mewarnai pandangan ibu kota sebagai kota demonstrasi, serbuan pemuda/i dari latar belakang yang berbeda mulai dari mereka yang masih duduk di bangku sekolah,  kampus dan sebagian elemen buruh tumpah ruah dengan bermuara di patung kuda. Sebuah tempat yang hampir menjadi aikon  titik kumpul demonstran, dengan tujuan menyerbu istana. 

 
Luarbiasa, pemandangan di Negri tercinta ini. para demonstran berteriak lantang dengan sumpah serapah menuntut presiden mundur, yang bermuara pada kudeta kekuasaan. Sementara isi dari UU yang disahkan belum sama sekali dibaca. Apalagi sempat dikaji lebih dalam. Penomena ini sudah sangat sering terjadi di tanah air tercinta ini. Maling teriak maling, penyusup dengan mudahnya masuk menjadikan suasana keruh dan tentunya rakyat menjadi korban dari keserakahan mereka para rampok, mafia yang telah merampok negri sendiri. Lalu teriak menjelma menjadi juru selamat.
 
Jika dicermati lebih dalam, Pengesahan rancangan UU ini tentu melalui pembahasan yang panjang dan berkelanjutan. Terbukti dengan hasil notulensi rapat anggota dewan wakil rakyat, dari semua partai dan praksi yang sudah menyetujui sejak awal. Menjadi hal yang aneh kemudian jika ditingkat paripurna terjadi drama adu pinalti kalau boleh dimisalkan pertandingam bola. Tentu sangat menegangkan bagi pemain dan tentunya penonton.  Sementara jauh sebelumnya, mereka para wakil rakyat sudah sepakat hal mekanisme dan  materi yang ada didalamnya.
 
Gelombang demonstrasi yang merusak pasilitas publik semestinya tidak terjadi. jika para elit dan pemangku kepentingan, Berlaku arif bijaksana. dengan lebih mengedepankan permusawarataan perwakilan, semisal menyampaikan rekomendasi terhadap materi maupun pasal yang belum sempurna memihak rakyat dan NKRI.  Dengan demikian, semua huru hara yang memepertontonkan kemarahan sosial tidak terjadi.
 
Sepertinya, model pengambilan keputusan upaya mewujudkan NKRI yang unggul, maju, bermartabat dan terjaga dari antek antek jahat bisa diredam. jika kemudian negara  melibatkan ormas keagamaan atau ormas yang sudah melahirkan NKRI ini merdeka. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang yang dapat merusak tatanan demokrasi pancasila yang berketuhanan, perikemanusiaan, bersatu, bermusawwarah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh tumpah darah Indonesia.
 
Kami anak bangsa rindu kesejukan tontonan yang memberikan tuntunan. Ajaran leluhur Nusantara yang lebih mengedepankan hati nurani, kesejukan, bermusawwarah penuh kekeluargaan. Semakin hari sudah tinggal prasasti  moral nilai falsafah pancasila yang hanya jadi bahan diklat diatas catatan kertas dan modul Yang diseminarkan tiap waktu. Tapi kosong implementasi.
 
Mari kita SADAR dan SADAR selaku warga bangsa. Imperialisme baik atas nama agama, budaya untuk menguasai negri kita semakin hari semakin jelas dipermukaan. Betapa adu domba, propaganda saling hujat  setiap hari kita baca dan terima di handpon kita. Sudah tidak asing lagi bahasa PKI, Kardun, Asing dan Aseng terus mengemuka akhir akhir ini. Sebagai warga bangsa pribumi kita harus waspada jangan sampai terpancing permainan mereka yang ingin melihat kita anak bangsa pecah.
 
Indonesia tidak bisa diadu domba oleh siapapun oleh bangsa manapun karena Indonesia memiliki ciri khas berkebangsaan. Yaitu Pancasila yang menjadi payung dan ikatan berbangsa bernegara. Oleh karena itu, tugas kita selaku anak bangsa ke depan. Adalah mengawal kebijakan pemerintah terkait UU Cipta kerja yang baik kita lestarikan dan pasal yang masih keliru, kita sampurnakan sebagai generasi masa depan. Demikian semua agenda pemerintah bisa jalan semua dan sambil terus kita kawal. Ini adalah jalan tengah ajaran budaya bangsa kita. Jangan mau diprovokasi orang atau budaya asing.  Kita adalah bangsa yang bertuhan, berperadaban, bersatu, demokrasi, dan justice. Yang memiliki ciri keindonesiaan. Penuh warna, berbeda beda tetapi tetap satu. Bhinneka Tunggal Ika. Kita bukan meniru Arab. Amerika, Korea, china maupun Eropa. Tapi kita berjiwa nusantara yang moderat toleran menghargai perbedaan. 
 
Atas nama forum Kebangsaan kami mengajak semua elemen bangsa STOP segala macam propaganda, agatasi. mari hidup di nusantara ini dengan budaya kami. Jangan paksakan budaya anda di bumi pertiwi ini. Kepada semua warga asing yang datang musafir disini ditanah leluhur kami Nuswantara. Mari bergandengan tangan gotong royong bersama hidup rukun damai sentosa. Disini tidak ada yang merasa keturunan lebih baik  dari yang lain. Semua kita sama satu asal bapak Adam dan ibu hawa. Mari saling mencintai kasih sayang sesama. ( penulis adalah : ketua PD NW Jakpus dan Dir. Presedium Forum Kebangsaan.)