Tumbuh & Hidup Oleh Zulkarenaen

banner post atas

Islam sebagai salah satu jalan hidup, tentu mempunyai jalan yang sudah disiapkan kepada penganutnya dalam menjalani kehidupan. Islam menyediakan prinsip-prinsip yang penting diperhatikan oleh penganutnya dalam menjalani segala aspek kehidupannya. Jika Islam sampai mengurus cara masuk wc, apalagi soal yang tak sesederhana masuk wc.
Islam dalam sejarahnya, hadir sebagai pilihan yang lebih baik dibanding dengan ajaran yang hidup dalam tatanan sistem sosial masyarakat saat masa awal Islam. Fenomena Islam di awal menjadi perhatian, karena ajarannya yang lebih manusiawi dibanding praktik kemanusiaan yang hidup di masa itu. Banyak kemudian menurut cendikiawan muslim semisal Al-Afghani, yang masuk Islam di masa awal-awal karena ajaran humanisnya. Menurut mereka, sistem sosial yang ditawarkan Islam lebih baik dibanding sistem sosial yang mereka jalani.

Tatanan sosial yang ditawarkan Islam sampai hari ini masih relevan. Bahkan penemuan-penemuan para peneliti mutakhir seperti Bryan S. Turner, salah satu sosiolog kondang kenamaan abad ini menyebut Islam telah sedang tumbuh menjadi kekuatan politik & kebudayaan yang dominan. Islam dalam analisis postmodern menjadi jalan hidup yang tak kalah baik dengan jalan hidup yang lain di dunia ini.
Islam bahkan sudah diterima oleh seperempat penduduk bumi, sekitar 21% menganut Islam sebagai panduan tujuan hidup. Bahkan di banyak tempat terjadi gelombang muallaf, hingga yang muallaf adalah merupakan seorang tokoh, seorang artis dan sebagainya. Semisal Lauren Booth, merupakan Ipar Tony Blair, seorang Perdana Menteri Inggris.

Fenomena tersebut menjelaskan bahwa apa yang ditawarkan Islam sebagai salah satu jalan hidup memang sesuai dengan manusia. Islam tak mempunyai masalah dengan kemanusiaan manusia dan sangat pro terhadap kemanusiaan, sehingga Islam sama sekali tak mengganggu kehidupan manusia. Islam melakukan dialog dengan siapapun dan mampu masuk ke dalam masyarakat yang berbeda-beda. Di sinilah letak keuniversalan Islam terhadap segala tempat dan waktu. Islam mampu hidup-tumbuh pada lokalitas partikular, bisa tumbuh dalam setiap kebudayaan serta berdialog dengan segala tingkatan akal manusia.
Di antara yang disebut soal kemanusiaan adalah apa yang dikatakan oleh Prof. Quraish Syihab bahwa kemanusiaan mendahului keberagamaan. Islam memposisikan orang yang non Islam pada saudara semanusia. Kemaslahatan bersamaa menjadi prinsip yang harus hidup dalam hidup bermasyarakat.

Iklan
BACA JUGA  Zulkarnaen,( Direktur Lembaga Ikwanussofa Desa Sukarara) : Kebetulan Saja

Sehingga segala perintah dan larangan dalam Islam tak ada yang lepas dari pertimbangan sisi kemanusiaan manusia.
Islam masuk ke dalam berbagai masyarakat untuk melakukan perbaikan jika ada yang tidak baik. Dari budaya jahiliah, sistem sosial kapitalis, kemanusiaan yang tak adil sampai rekonstruksi budaya yang lebih baik. Kesemua itu seperti yang dikatakan Ali Asghor, merupakan ajaran fundamental Islam sebagai ideologi pembebasan. Agama bagi beliau adalah ajaran anti kemapanan, anti status quo, anti ketidak-adilan dalam tatanan sosial serta perbaikan keadaan.
Islam dengan sumber primer-nya masih belum habis terkuras isinya. Islam akan terus berdialog dengan keadaan zaman, menjadi solusi terhadap masalah-masalah kemanusiaan. Hidup dalam kehidupan masyarakat, menjadi nilai yang relevan dianut dalam menghadapi dinamika kehidupan manusia.

Seharusnya kemudian, Islam mengubah kita semua menjadi lebih baik secara personal, maupun secara sosial masyarakat. Islam pernah menjadi peradaban maju, menciptakan kebudayaan yang canggih di masa itu. Ummat Islam memiliki pengalaman sangat bagus dalam hal kemajuan dan kemanusiaan. Hal tersebut merupakan salah satu referensi bahwa Islam adalah jalan hidup yang baik bagi manusia.