TGB Ketua Umum Dewan Tanfiziyah PBNW :Penghafal Quran Tak Usah Risau Masa Depan

banner post atas

Sinar5 News.com – Rangkaian Dakwah Nusantara TGB HM Zainul Majdi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat diisi dengan kuliah subuh di Ponpes Buztanul Quran, Desa Tanjung Tengah, Sabtu (2/11). Hadir Wabup Melawi, H Dadi Sunarya dan pengasuh pesantren KH Joko Supeno Mukti.


KH Joko Supeno Mukti mengatakan, pondok pesantren baru berdiri lima tahun. Telah ada beberapa santri menjadi penghafal Alquran. 

“Kehadiran tuan guru membawa barakah dan rahmat tersendiri bagi kita semua,” katanya.

Iklan

Kuliah subuh yang dihadiri oleh para pengurus ormas Islam dan masyarakat ini berlangsung satu jam. Dalam ceramahnya, TGB menyampaikan, meski berada di tempat jauh, akhirnya ia bisa datang ke Ponpes Bustanul Quran. Ini bukti cahaya Quran cemerlang dan tak ada yang bisa menghalangi untuk siapapun menginjakkan kaki di bumi uranium.


TGB mengajak para jamaah mendoakan Bupati dan Wabup Melawi menjadi pemimpin yang adil. Pemimpin selalu sasaran hujatan. Seribu satu kebaikan dianggap kewajiban. Satu kesalahan dinilai kecacatan. 

“Rasul mengajarkan tak henti mendoakan pemimpin. Kepada pemimpin bukan diumpat, tapi didoakan. Kekurangan pemimpin akan menjadi musibah bagi rakyatnya,” terangnya.

“Pemimpin yang diumpat tak akan memperbaiki apa-apa,” sambungnya.

Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia ini mengaku enang bisa mendengar lantunan Quran di pagi hari. Di dalam Alquran disebutkan waktu-waktu istimewa, subuh menduduki tempat super istimewa. 

“Bacaan subuh kita disaksikan oleh para malaikat. Diantara sumber keberkahan hidup adalah ikut hadir salat subuh berjamaah,” ujar TGB.

Kepada para santri dan santriwati, TGB meminta untuk fokus menghafal Quran. Tak perlu merisaukan masa depan. Nantinya, Alquran yang akan menjadi tuntunan di masa depan. Diantara langkah yang harus dijalankan para penghafal Quran dengan memperbanyak shalawat. 

BACA JUGA  Layanan Transportasi Masal Harus Di Perhatikan

“Kita bacakan shalawat untuk penerima Quran, Nabi Muhammad supaya  memperlancar hafalan,” urainya.

“Dengan menghafal Quran kita akan faham tuntunan agama. Tak cukup dengan semangat, harus memiliki kefahaman kepada agama,” tambahnya.(*)