Ternyata Tetangga kita dari Masyarakat Hindu di Bali Lebih Memahami Makna Bersyukur Ya…

Ternyata Tetangga kita dari Masyarakat Hindu di Bali Lebih Memahami Makna Bersyukur Ya…

Ditengah puncak masih hebohnya polemik soal nama Bandara Internasional Lombok yang belum juga berujung penyelesaiannya menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), maka Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Jakarta, H. Muslihan Habib akhirnya ikut angkat bicara juga dan berharap polemik ini segera diakhiri.

Dalam wawancara eksklusif Pimred SinarLima di Sekretariat PW NW Jakarta, semalam beliau menyampaikan pandangannya dengan mengajak oknum yang masih kontra untuk menghormati pemerintah dan menghormati ulama yang dimana kita masyarakat Lombok/NTB dan bahkan juga mayoritas umat muslim sangat mencintainnya.

“Mari kita hormati keputusan pemerintah dan mari kita menghormati ulama serta pahlawan nasional kita yang sangat kita cintai”. Ungkapnya dengan penuh harap.

Lebih lanjut, ia mengatakan; ” sebagaimana maklum diperbincangkan bahwa penamaan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), kan sudah ada SK yang final dan bahkan SK tersebut turun dengan tanda tangan basah langsung dari Kemenhub dengan No. 1421, Tahun 2018. Dan eksistensi SK itupun sudah sangat didukung penuh oleh penguasa tertinggi NTB yang namanya Gubernur. ” Ungkapnya.

Selanjutnya, Muslihan menanyakan kepada yang masih kontra; “Apakah mereka yang masih kontra tidak sadar melawan pemerintah dan tidak sadar pula merendahkan serta melecehkan marwah ulama yang notabene Pahlawan Nasional yang sangat kita hormati itu?. Tanyanya.

Ia pun menambahkan pertanyaa lagi; ” Lalu kenapa pula, ketika muncul nama Maulana Syaikh, Pahlawan Nasional yang diangkat dan dihormati pemerintah RI sebagai nama Bandara dalam SK tersebut, kok kemudian sangat alergi dan “Sakit Perut” yang tiada hentinya?”. Cetusnya lagi.

Lebih lanjut, Wakil Rektor Al Aqidah Jakarta ini memaparkan pemikirannya; “Dengan melihat dan mendengar nama Maulana Syaikh yang “diseret-seret”, kok saya makin kesini, makin terusik ya. Dan saya menilai mereka yang melawan keputusan pemerintah dan menyebut-nyebut dengan mempimpong nama beliau itu adalah mereka yang seolah merendahkan marwah Guru Besar kita Maulana Syaikh dan merendahkan Pahlawan Nasional yang tetapkan pemerintah RI yang keberadaannya belum ada duanya di NTB itu” pungkasnya.

BACA JUGA  SYAIR INSPIRATIF (92) BANDARA ZAM SUATU ANUGERAH
BACA JUGA  Polisi Olah TKP, Seorang Meninggal Gantung Diri Di Lombok Tengah

Muslihan pun menyebut dan menilai mereka yang masih kontra memakai nama Maulana Syaikh sebagai nama bandara yang sah ditetapkan pemerintah adalah manusia yang tidak pandai bersyukur sesama dan tidak pandai bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Dan menurutnya, ternyata masyarakat Bali yang beragama Hindu lebih memahami tentang bersyukur sesama manusia, ketimbang kita masyarakat Lombok yang mayoritas muslim dan tiap hari mendengar makna bersyukur dalam ajaran Islam.

” Mereka yang masih kontra dengan nama Maulana Syaikh sebagai nama bandara yang sah itu, maka boleh kita sebut sebagai manusia yang tidak pandai dan tidak memahami makna bersyukur atau berterima kasih sesama manusia. Ada Haditsnya kok. Kalau sudah disebut tidak pandai bersyukur, saya khawatir akan disebut sebagai potret manusia sombong di muka bumi ini. Dan ternyata tetangga kita dari masyarakat Bali yang beragama Hindu bisa disebut lebih memahami tentang bersyukur. Mereka sangat berterima kasih, karena telah memiliki pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai yang telah mengangkat derajat dan martabat daerahnya. Lalu mereka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pahlawannya. Lalu mereka pajang sebagai nama bandara dan bahkan sebagai nama-nama gedung lainnya untuk diabadikan. Disamping untuk sebagai spirit perjuangan untuk generasi penerusnya juga. Makanya, ternyata orang Hindu di Bali lebih memahami ajaran bersyukur sesama manusia, ketimbang kita”. Ungkap Pengurus Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Pemprov DKI Jakarta ini dengan nada geram.

Oleh sebab itu, diakhir pernyataannya, ia sangat berharap dengan penuh harap salam damai, semua sadar dan segera menyudahi pergulatan yang tentu telah banyak menghabiskan energi ini. Dan ia pun kembali menghimbau utk menghormati pemerintah dan menghormati ulama serta pahlawan nasional yang kita cintai. In syaa Allah dan yakin dengan nama ulama sebagai nama bandara kita, Lombok dan NTB makin berkah dan gemilang. Ia pun kemudian menyebut Selogan yang dikembangkan di Himalo Jakarta yang mengatakan: ” SIU PIKIR SOPOK ANGEN, SALING DUKUNG SALING JUNJUNG”. (Rhm)

BACA JUGA  AMANAT TGB DR. KH. MUHAMMAD ZAINUL MAJDI, MA DI PONPES AL HALIMIYAH NW KUNINGAN, JABAR

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA