Tafsir Pendekatan Syair Al Baqarah 119

Tafsir Pendekatan Syair Al Baqarah 119

Tafsir Pendekatan Syair Al Baqarah 119

Bait 1
Ya Rasul utusan Ilahi
Membawa cahaya suci
Dengan Al-Qur’an yang hakiki
Rahmat bagi insani

Bait 2
Engkau datang membawa kabar
Berita gembira nan benar
Peringatan bagi yang ingkar
Agar selamat dan sadar

Bait 3
Bukan tugasmu memaksa hati
Hidayah milik Rabb sejati
Siapa sesat pilihan diri
Allah Maha Mengetahui

Bait 4
Ahli neraka tak kau tanya
Bukan urusanmu hisabnya
Tugasmu hanya menyampaikannya
Dengan sabar dan setia

Bait 5
Maka teguhkan langkah dakwah
Sampaikan dengan penuh amanah
Semoga kita raih berkah
Di jalan iman yang indah

Prolog Asbābun Nuzūl QS. Al-Baqarah: 119

Ayat ini turun sebagai penghibur bagi Rasulullah ﷺ ketika menghadapi penolakan keras dari sebagian kaum Yahudi dan musyrikin di Madinah. Mereka meminta berbagai tanda dan mukjizat tambahan, bahkan tetap ingkar meski kebenaran telah jelas. Rasulullah ﷺ sangat menginginkan hidayah bagi mereka, hingga kesedihan menyelimuti hati beliau karena banyak yang berpaling.

Maka Allah menegaskan bahwa tugas beliau hanyalah menyampaikan risalah dengan kebenaran. Beliau diutus sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Adapun siapa yang memilih jalan neraka, itu bukan tanggung jawab Rasul, melainkan konsekuensi pilihan mereka sendiri.

Ayat ini menjadi peneguhan hati Nabi ﷺ dan pelajaran besar bagi seluruh pendakwah sepanjang zaman.


Bait 1

Ya Rasul utusan Ilahi

Membawa cahaya suci

Dengan Al-Qur’an yang hakiki

Rahmat bagi insani

Penjelasan:

Allah menyatakan, “Innā arsalnāka bil-ḥaqq” — Kami mengutusmu dengan kebenaran. Artinya, seluruh ajaran Nabi berdiri di atas wahyu yang benar. Al-Qur’an adalah cahaya yang membimbing manusia dari gelapnya kesyirikan menuju terang tauhid. Risalah ini adalah rahmat universal, bukan hanya untuk satu kaum, tetapi untuk seluruh umat manusia.


Bait 2

Engkau datang membawa kabar

Berita gembira nan benar

Peringatan bagi yang ingkar

Agar selamat dan sadar

Penjelasan:

Frasa basyīran wa nadhīran menegaskan dua sisi dakwah: harapan dan peringatan. Islam tidak hanya berbicara tentang ancaman, tetapi juga penuh kabar bahagia bagi yang beriman dan beramal saleh. Keseimbangan ini mendidik jiwa agar tidak putus asa, namun juga tidak lalai.


Bait 3

Bukan tugasmu memaksa hati

Hidayah milik Rabb sejati

Siapa sesat pilihan diri

Allah Maha Mengetahui

Penjelasan:

Rasulullah ﷺ sangat mencintai umatnya, namun Allah mengingatkan bahwa hidayah bukan berada di tangan manusia. Tugas seorang rasul dan dai hanyalah tabligh (menyampaikan). Hati manusia berada dalam genggaman Allah. Ayat ini mengajarkan keikhlasan dan tawakal dalam berdakwah.


Bait 4

Ahli neraka tak kau tanya

Bukan urusanmu hisabnya

Tugasmu hanya menyampaikannya

Dengan sabar dan setia

Penjelasan:

Penutup ayat, “wa lā tus’alu ‘an aṣḥābil jaḥīm”, menenangkan Nabi ﷺ dari beban psikologis. Beliau tidak akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang tetap membangkang. Setiap jiwa bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Ini juga menguatkan para pendidik dan orang tua agar tidak berputus asa dalam membimbing.


Bait 5

Maka teguhkan langkah dakwah

Sampaikan dengan penuh amanah

Semoga kita raih berkah

Di jalan iman yang indah

Penjelasan:

Ayat ini relevan sepanjang masa. Dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat, kita sering menghadapi penolakan. Namun tugas kita adalah menyampaikan kebenaran dengan hikmah, kesabaran, dan doa. Keberhasilan bukan diukur dari banyaknya yang menerima, tetapi dari kesungguhan dalam menjalankan amanah Allah.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA