Jakarta – Pada hari Senin, 13 Oktober 2025, telah berlangsung kegiatan Supervisi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pesantren yang dilaksanakan oleh pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Timur. Supervisi ini diwakili oleh Ustadzah Rahmawati dan Resvitasari selaku petugas dari Kemenag.
Kegiatan supervisi dimulai sekitar pukul 11.30 WIB hingga 12.30 WIB dan bertempat di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, wilayah Kecamatan Cakung. Kedatangan tim supervisi disambut langsung oleh Sekretaris Pesantren, Ustadz Fathi, yang turut mendampingi proses peninjauan lapangan.

Dalam pelaksanaannya, petugas dari Kemenag melakukan pendataan dan dokumentasi terhadap berbagai sarana dan prasarana yang ada di lingkungan pesantren. Beberapa area yang menjadi objek supervisi antara lain bangunan pesantren, kamar mandi, kantin, koperasi, ruang kelas, kantor pesantren, laboratorium, masjid, serta perpustakaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendataan sarana dan prasarana pesantren tahun 2025, yang mencakup beberapa pesantren di wilayah Penggilingan, Kecamatan Cakung, di antaranya Ponpes Nahdlatul Wathan, Ponpes Tahfizh Al Ishlah, dan Ponpes Al Wataniyah 9.
Sepanjang kegiatan, suasana berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh keakraban. Supervisi ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pihak Kemenag dan pengurus pesantren, sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan keagamaan.
Kegiatan supervisi ditutup dengan foto bersama antara petugas Kemenag Jakarta Timur dan pengurus Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan dari kegiatan tersebut.
Dengan adanya supervisi ini, diharapkan data sarana dan prasarana pesantren dapat menjadi dasar pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di lingkungan pesantren, khususnya di wilayah Jakarta Timur.




