
Wagub NTB pimpin koordinasi dengan OPD terkait lingkup provinsi NTB di ruang rapat anggrek kantor gubernur NTB.
Ia menjelaskan, langkah itu sangat penting untuk dilakukan. Karena selama ini keberadaan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan di NTB, hanya dipahami sebatas pelayanan kesehatan ibu dan anak saja. Akan tetapi, dengan program revitalisasi ini, Posyandu akan menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi lansia dan pusat edukasi masyarakat serta penanganan masalah sosial lainnya di tingkat desa.
Wagub juga berharap, dengan adanya fungsi edukasi tersebut, Posyandu bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat, baik masalah kesehatan, lingkungan, dan mitigasi bencana. Dengan demikian, maka tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk selalu menjaga kesehatan, memelihara lingkungan dan tanggap bencana akan semakin tinggi.
Selain itu, melalui program revitalisasi Posyandu tersebut, masalah – masalah sosial masyarakat mampu diatasi. Diharapkan dengan langkah strategis ini, maka fungsi dari Posyandu juga akan menjadi pusat ketahanan keluarga dan pengentasan kemiskinan di NTB.
Sementara itu, Pj. Sekda NTB menambahkan, pentingnya sinergitas dalam mendukung suksesnya program revitalisasi Posyandu di NTB. Seperti sinergi dari segi dukukungan anggaran antara pemerintah Desa, Kabupaten dan Provinsi.
Selain itu, OPD terkait juga diminta untuk memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam upaya mensukseskan program tersebu. Terutama DPMPD yang memiliki hubungan langsung dengan Pemerintah Desa, untuk mengambil peran strategis dalam memberikan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan SDM aparatur Desa, termasuk Kader Posyandu.




