Silaturahmi Rantau, Jembatan Aspirasi: Wawancara Bersama Amirudin Ketua Garda Sasak Indonesia dan FORKABI

Silaturahmi Rantau, Jembatan Aspirasi: Wawancara Bersama Amirudin Ketua Garda Sasak Indonesia dan FORKABI

Silaturahmi Rantau, Jembatan Aspirasi: Wawancara Bersama Amirudin Ketua Garda Sasak Indonesia dan FORKABI Jakarta Utara 

Jakarta Utara, Sabtu 14 Februari 2026 — Suasana hangat syukuran kelahiran cucu Bapak Sofwan di Markas Ancol Barat 2 RT 05 RW 01, Kecamatan Pademangan, tidak hanya menjadi momen keluarga, tetapi juga ruang berbagi gagasan sosial. Dalam kesempatan itu dilakukan wawancara bersama Amirudin, Ketua Umum Garda Sasak Indonesia sekaligus Ketua DPD Jakarta Utara Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI).

Ketika wawancara, Bapak Amirudin dengan luas dan cakap dalam  menjawab setiap pertanyaan dari media SinarLIMA

Dengan ramah ia membuka perbincangan:

“Alhamdulillah, saya dipercaya teman-teman memimpin Garda Sasak Indonesia. Di Jakarta Utara saya juga dipercaya sebagai ketua DPD FORKABI. Semua berangkat dari kebutuhan silaturahmi sesama perantau dan masyarakat wilayah.”

Latar Belakang Perjalanan Organisasi

Amirudin menjelaskan, dahulu para perantau — baik masyarakat Sasak maupun warga Betawi — berjuang sendiri-sendiri menghadapi persoalan sosial di kota besar. Mulai dari pekerjaan, hukum, hingga komunikasi dengan pemerintah.

Kebutuhan kebersamaan itu melahirkan wadah:

Garda Sasak Indonesia

Organisasi ini dibentuk sebagai rumah bagi masyarakat Sasak (Lombok) di perantauan.

Sejarah singkat:

  • Awalnya berupa jaringan silaturahmi diaspora Lombok di Jakarta

  • Berkembang menjadi komunitas bantuan sosial

  • Kemudian dibentuk secara resmi sebagai organisasi nasional

  • Memiliki LBH (Lembaga Bantuan Hukum) internal

Perannya:

  • Pendampingan hukum warga perantau

  • Bantuan sosial darurat

  • Menjembatani pekerjaan dan komunikasi perusahaan

  • Menyatukan identitas budaya Sasak di rantau

“Kalau ada warga Lombok yang butuh bantuan hukum atau mendesak, kita wadahi. Kita bahkan sudah punya LBH sendiri, banyak pengurus dari latar belakang hukum,” jelas Amirudin.

FORKABI (Forum Komunikasi Anak Betawi)

Organisasi masyarakat Betawi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan pelestarian wilayah.

Sejarah singkat:

  • Berdiri sebagai wadah komunikasi warga Betawi Jakarta

  • Menguatkan solidaritas wilayah

  • Mengawal hak masyarakat lokal di tengah pembangunan kota

Perannya:

  • Menampung aspirasi warga

  • Menjadi mediator masyarakat – pemerintah – perusahaan

  • Mengawal program CSR perusahaan

  • Membantu akses pekerjaan masyarakat sekitar

“Perusahaan tidak boleh hanya mencari untung di wilayah kita. Mereka juga wajib memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui CSR,” tegasnya.

Medan Perjuangan: Dari Lingkungan Hingga Konstitusi

Perjuangan organisasi tidak hanya bersifat lokal. Amirudin mencontohkan kiprah Sekjen Garda Sasak Indonesia, Samsul Jahidin, yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait kedudukan institusi negara.

“Beliau bukan lagi berjuang untuk daerah, tapi untuk negara — tentang koridor konstitusi dan posisi kepolisian dalam sistem ketatanegaraan,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan organisasi kemasyarakatan tidak hanya bergerak di level sosial, tetapi juga ikut dalam wacana kebangsaan.

Dinamika dan Tantangan

Kepengurusan organisasi berjalan berdasarkan AD/ART dengan musyawarah besar setiap lima tahun (disebut sangkep beleq dalam tradisi Lombok).

Kendala utama:

  • Pengurus tersebar di Jabodetabek

  • Jarak dan waktu koordinasi

  • Kesibukan perantau

Namun Amirudin menegaskan itu bukan hambatan besar.

“Tidak ada kendala berarti. Yang penting silaturahmi jangan sampai putus.”

Pesan untuk Perantau

Di akhir wawancara, ia menyampaikan pesan sederhana namun mendalam:

“Walaupun di rantau, jangan menutup diri. Kita pendatang, jadi harus berbaur, berbuat baik, dan menjaga silaturahmi. Dari situlah ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan bisa dibangun.”

Penutup

Syukuran kelahiran cucu yang awalnya bersifat keluarga berubah menjadi refleksi sosial: tentang identitas, kebersamaan, dan peran organisasi masyarakat di kota besar.

Bagi Amirudin, organisasi bukan sekadar struktur — melainkan jembatan kemanusiaan antara perantau, warga lokal, pemerintah, dan negara.

Marolah Abu Akrom (Kru media SinarLIMA dan guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA