sinar5news.com – Jakarta 8 Februari 2022 pondok pesantren merupakan wadah pendidikan yang tepat untuk membentuk akhlak yang baik, karena dalam keseharian di pondok pesantren di pantau dan di atur 100 persen oleh pengasuh maupun Pengurus Organisasi.
Pada hari Selasa tanggal 8 Februari tepat nya malam Rabu ini pondok pesantren nahdlatul Wathan Jakarta melakukan seleksi calon ketua dan wakil organisasi santri Nahdlatul Wathan Jakarta ( OSNW Jakarta ) pondok pesantren ini yang ber alamat di kp. pisangat RT 01 rw 3 penggilingan Cakung Jakarta timur DKI Jakarta
Acara pada malam ini di awali dengan pembukaan oleh MC lalu di lanjutkan dengan pengarahan dari kepala pondok pesantren nahdlatul Wathan Jakarta yaitu oleh Al ust Dr.H.Miftahuddin, LC.MA beliau dalam sambutannya mengatakan ” Dalam menjalankan aktivitas di pondok pesantren harus ada sinergitas antara pengurus lama dengan pengurus baru, maka ketika sudah terpilih pengurus yang baru nantinya pengurus lama tidak melepaskan tugas nya begitu saja tapi harus membimbing dan mendukung kegiatan ataupun program yang di jalankan oleh pengurus baru “.

setelah kepala pondok selesai memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh santri acara di lanjutkan dengan tes lisan peserta calon ketua dan wakil, dalam hal ini para asatidz dan Masyarif melempar kan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan aktivitas dan kegiatan di pondok pesantren serta cara mengatasi jika calon terpilih. diskusi serta jawaban dari calon ketua pun beragam jawaban yang di ungkapkan sesuai dengan visi dan misi yang mereka persiapkan.
calon nomor 1 yaitu Hifzan Galy Zaili dari Sumbawa berpasangan dengan Rido santri yang berasal dari Bogor, calon kedua yaitu Sandi putra Pratama dan Bahar Ibrahim santri dari daerah Muara gembong Bekasi tak kalah juga calon no 3 yaitu Dandi Saputra yang berasal dari Sumbawa dan M.Jefri Setyaki yaitu santri yang dari Jakarta, ketiga calon ini saling memberikan argumen yang berbeda terkait satu pertanyaan dari di lontarkan oleh salah satu ustadz.
pada sesi ini terus berlanjut hingga seluruh asatidz bertanya kepada calon ketua dan wakil organisasi santri nahdlatul Wathan ( OSNW ) Jakarta. Pada akhirnya sesi tanya jawab ini di akhiri dengan kesimpulan yang di sampaikan oleh asatidz dan kepala pondok pesantren.Acara demi acara telah selesai maka acara penutupan di akhiri dengan pembacaan doa dengan serempak dengan membaca doa yang sebagai ciri khas dari pondok pesantren nahdlatul Wathan yaitu membaca doa shalawat nahdlatain .



