Sinar5news.Com – Selong – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) melakukan giat Video Confrence, terkait kesembuhan dari orang nomor satu Lombok Timur, Bupati H.M.Sukiman Azmy yang beberapa hari lalu terpakar Covid-19. Rabu (07/10/2020).
Masyarakat Lombok Timur mengaku gembira atas kesehatan yang diperoleh kembali Bupati Lombok Timur, yang hamper dua minggu melakukan isolasi diri dari pandemic covid-19. Dan mendapatkan perawatan yang intensif di RSUD Raden Soejono Selong.
“Alhamdulillah hari ini saya sudah sehat dan bisa beraktivitas seperti biasa meski masih dalam batas tertentu,” ungkap Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy dalam keterangan persnya melalui Video Confrence.
Bupati mengaku tidak tahu persis dimana terkena dengan covid-19. Namun bupati mengurai kondisi kesehatannya selama satu bulan terakhir. Pertama selama 1 bulan terakhir perubahan fisiknya mengalami perubahan dengan bertambahnya berat badan yang tidak ideal antara tinggi dengan berat badan.
Kedua, padatnya aktivitas kedinasan yang harus diselesaikan sesuai jadwalnya, mulai dari perjalanan dinas ke Denpasar Bali, terkait dengan program yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Lombok Timur seperti pembangunan jembatan di Gili Kondo Kecamatan Sambelia, jembatan yang menghubungkan Gili Re dengan Gili Blek di Kecamatan Keruak.
Ketiga, ada agenda sidang paripurna dengan DPRD, dilanjut dengan kunjungan ke beberapa kecamatan untuk memantau kelancaran pelaksanaan program BPNT di tiga kecamatan.
“Diantaranya, Kecamatan Sakra Barat, Pringgabaya, dan Masbagik untuk memastikan program BPNT terdistribusi dengan baik,” tuturnya.
Akibat kesibukan itu menurut bupati menyebabkan kondisi kesehatannya menurun dan akhirnya dilakukan pemeriksaan kesehatan tim medis. “Setelah tes swab ternyata hasilnya positif,” tuturnya.
Begitu hasilnya positif, lanjut bupati, pihaknya langsung isolasi mandiri dengan perawatan yang intensif di Pendopo namun untuk perawatan maksimal dibawa ke RSUD dr. R. Soedjono.
Bupati juga mengaku sempat mau dibawa ke RSUP di Mataram namun menolak karena alasan status RSUD Soedjono sama dengan RSUP di Mataram yakni B. “Alhamdulillah setelah diberikan perawatan hari ini saya bisa beraktivitas meski masih terbatas,” pungkasnya.(Bul)


