Sekum PDNWDI, Mengapresiasi Kebijakan Bupati Lotim,Izinkan Jamaah Sholat Tarawih di Masjid.

Foto : Drs.H.Muslihuddin Khair (Sekertaris Umum PDNWDI Pancor)
banner post atas

Sinar5new.Com – Lombok Timur – Sekertaris Umum Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PDNWDI) Pancor, Drs.H.Musihuddin Khair mengapresiasi dan menyambut baik keputusan Bupati Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy, membuka seluruh Masjid di Lombok Timur, untuk beribadah dalam bulan suci Ramadhan mendatang, terutama Ibadah Sholat Tarawih.

“Pada prinsipnya kita dari jajaran ormas Islam (NWDI) menyambut baik pernyataan Bupati Lombok Timur yang memperbolehkan masyarakat untuk ibadah sholat tarawih di Musholla dan Masjid, tapi tentunya kita sengat berharap kepada jamaah utk memperhatikan Prokes sebagai antisipasi atas situasi yang kita alami sekarang yaitu masa pandemi Covid-19 ini,”ungkap Sekum PDNWDI Pancor. Kamis(01/04/2021)

Foto : H.Mahrup,S.Ag,M.Pd (Ketum PCNWDI Kecamatan Sikur-Lotim)

Muslihuddin Khair juga berharap kepada pengurus organisasi  NWDI di Lombok Timur dari tingkat Pengurus Daerah sampai ke Pengurus Ranting untuk memberikan pencerahan atau penjelasan kepada jama’ah tentang kebijakan Bupati Lombok Timur tersebut.

Iklan

“Kami menghimbau kepada semua pengurus organisasi dari jenjang Pengurus Daerah NWDI sampai tingkat Ranting NWDI untuk memberikan penjelasan kepada jamaah, dalam melaksanakan ibadah Sholat Tarawih dan ibadah lainnya, untuk selalu menaati protocol kesehatan, seperti selalu pakai masker,cuci tangan,jaga jarak dan hindari kerumunan,”harapnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Cabang Nahltul Wathan Diniyah Islamiyah(PCNWDI) Kecamatan Sikur, H.Mahrup,S.Ag,M.Pd yang dikonfirmasi Wartawan Mengapresiasi kebijakan Bupati Lombok Timur yang membuka Masjid untuk pelaksanaan Sholat Tarawih secara berjamaah, dengan tetap taat pada Protokol Kesehatan.

“Kami menyambut baik kebijakan Bapak Bupati yang mengizinkan kita untuk Sholat Tarawih secara berjamaah di Masjid, dan kita siap laksanakan itu dengan Protokol Kesehatan yang ketat seperti jamaah harus pakai masker,cuci tangan dan jaga jarak,”ungkap H.Mahrup.

Namun ia minta kepada Bupati jangan ada penekanan untuk mengurangi jumlah raka’at dalam Sholat Tarawih itu, karena itu menyangkut keyakinan seseorang terhadap kegiatan ibadah yang sudah lazim dilakukan.

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Selasa 09 Robiul Sani 1442

“Kita berharap pelak sanaan Sholat Tarawih itu, jangan dikurangi dengan alasan menghindari lamanya kerumunan,karena itu sudah menyangkut keyakinan sebab kita di Lombok Timur sudah terbiasa dengan 23 raka’at, kan kita sudah pakai protocol kesehatan,kalau maksudnya menghindari kerumunan, bisa saja kita minta kepada Imam untuk mempercepat bacaan agar Tarawih cepat selesai,”pungkasnya.(Bul)