Santri Tahfidz dan Jamaah NW Jakarta Gelar Khatmul Qur’an Peringati Haul Maulana Syaikh

Santri Tahfidz dan Jamaah NW Jakarta Gelar Khatmul Qur’an Peringati Haul Maulana Syaikh

JAKARTA — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Hamzanwadi, Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) Jakarta, pada malam Sabtu, 29 Oktober 2026. Santri tahfidz dari cabang madrasah NW dan NWDI bersama para jamaah berkumpul dalam acara khatmul Qur’an memperingati haul al-maghfurlahu Maulana Syaikh.

Acara yang sarat dengan nuansa spiritual ini diawali dengan sambutan pengantar yang disampaikan oleh Kiai H. Muhammad Suhaidi. Dalam sambutannya, beliau membagikan kisah penuh makna dan pengalaman spiritual yang berkaitan dengan karomah serta tanda-tanda kebesaran Allah yang tampak pada diri sang guru besar, Maulana Syaikh. Kisah tersebut menggambarkan kedekatan batin para murid yang senantiasa meyakini keberadaan dan pengawasan spiritual guru dalam membimbing perjuangan umat.

Saat beliau tidur pulas tiba-tiba datang Maulana Syaikh, padahal pada siang harinya beliau telah dimakamkan, beliau mengatakan kepada Kiai H. Muhammad Suhaidi, Suhaidi, Suhaidi bangun!, tahu nggak kamu yang dikubur itu gedebong pisang, saya sudah hilang. Jelasnya.

Kiai H. Muhammad Suhaidi juga menceritakan tentang begitu banyaknya orang yang menshalatkan jenazah Maulana Syaikh yang jumlahnya sampai lebih dari seratus kali shalat jenazah.

Lebih lanjut, momen khatmul Qur’an 30 juz ini diselenggarakan secara khusus untuk dihadiahkan pahalanya kepada Maulana Syaikh beserta para guru pendahulunya. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengharapkan keberkahan, memperkokoh keistiqomahan, serta meneguhkan semangat juang dalam menegakkan agama Allah melalui panji-panji peninggalan perjuangan beliau, yaitu NWDI, NBDI, dan NW, hingga akhir hayat.

Dokumentasi saat Khatmul Qur’an Berlangsung 29/10/26

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti pembacaan khataman Al-Qur’an yang dipimpin oleh pimpinan pesantren tahfidz. Hadir dalam kesempatan tersebut untuk memimpin jalannya khataman di antaranya adalah Tuan Guru Hasan Ashari dan Tuan Guru Marzuki.

Setelah selesai khotmil Quran acara dilanjutkan dengan makan bersama ramah tamah seluruh peserta di rumah kediaman kiai H. Muhammad Suhaidi dan di depan gedung SMA Nahdlatul Wathan Jakarta.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA