Santri Melahirkan Indonesia Merdeka

Santri Melahirkan Indonesia Merdeka

Sinar5news.com- Ciputat-  ” Percikan Suara TAKBIR memecah Bumi Indonesia saat  kaum SANTRI maju bersama mengusir penjajah yang saat itu di komandoi oleh Ulama’ Kharismatik Pendiri NU Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ary dalam rangka berperang melawan penjajah. Dengan segala keterbatasan senjata yg di miliki saat itu hanya dg Kobaran DENTUMAN SUARA TAKBIR mampu mengalahkan kekuatan penjajah yg begitu canggih persenjataannya alat perangnya. Dengan demikian, Santri memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia setelah keluarnya Resolusi Jihad yang dimotori oleh KH Hasyim Asy’ari yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 Oktober 1945 “. Ungkapnya.
 
Lanjutnya, ” Resolusi Jihad inilah yang menjadi pemantik semangat juang para santri untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari para sekutu yang mencoba merongrong-rong ingin  kembali terus menjajah Indonesia “. Terangnya.
 
Masih dalam orasi beliau, ” Melalui pesantren yang didirikannya dan juga jamiyah NU, KH Hasyim Asyari menanamkan nasionalisme dan patriotisme yang kelak mengobarkan api perlawanan rakyat terhadap kolonialisme. 
– Jihad kekinian menjaga keberagamaan fan tradisi dalam kebhinekaan yg hrs tetap terjaga
– Jihad kekinian menjaga Pancasila sebagai satu satunya falsafah dan pemersatu bangsa indoneasia
– Jihad kekinian mengajak seluruh elemen bangsa dan SANTRI MUDA NUSANTARA agar tetap menjadi perekat pemersatu bangsa “.  Demikian ketua umum santri muda Nusantara ( DPP Samudra) Sukarya Putra sampikan dalam orasi kebangsaan di hadapan mahasiswa Ganesha. Beliau adalah alumni pondok pesantren Salafiyah Assafiiyah Sukarejo Situbondo. 
 
” Mengingat pesantren sangat berperan besar menghadirkan Indonesia merdeka serta terus menjaga NKRI sampai langit runtuh. Model pendidikan pesantren adalah ciri khas budaya bangsa yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Agar Indonesia tidak lepas dari akar budaya bangsa sendiri”.
 
” Inilah model pendidikan yang sekarang banyak di adopsi luar negeri dengan sistem boarding school. Dengan adanya kurikulum merdeka belajar sangatlah cocok dengan pesantren untuk mengoptimalkan bakat minat santri yang lebih luas”. Demikian beliau sampaikan pada acara hari santri.(SM)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA