Renungan Seorang Musafir : Cara Hidup

Renungan
Renungan
banner post atas

Oleh : Harapandi Dahri

قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik. [Yûsuf/12 :108]

Semua jalan kebajikan tertutup (sia-sia, tidak akan diterima Allah) kecuali dengan mengikut cara dan sunnah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Abu Said al-Kharraz berkata;” Setiap Jalan bathin yang menyalahi aturan zohir (syari’at) tidak akan diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala “Kullu Bathinin Yukhalifu al-Zohir fahuwa Bathilun”. (Abdul Qadir Jailani dalam al-Mukhtashar fi Ulumuddin, hal.247).
Dari ucapan al-Syaikh tersebut dapat dijelaskan bahwa tiada jalan keselamatan untuk mencapai kebahagiaan dunia hingga akhirat melainkan mengikut jalan yang telah disyariatkan Allah melalui lisan rasulNya.

Karena itulah mengikut jalan yang di dakwahkan oleh baginda Rasul adalah sebuah keniscayaan. Mengikut (ittiba’ al-Rasul) tidak hanya terbatas pada ikutan zahir saja melainkan mengikut cara-cara ibadah bathin seperti di jalankan Rasulullah juga menjadi keharusan. Prinsip ittiba’ (ikutan) inilah yang ditegaskan rasulullah dalam hadits beliau; “Salatlah kalian sepertimana kelian melihat aku salat”.

Gerakan (harakatan) dan bacaan (qira’atan) dalam salat merupakan rukun-rukun  yang dapat dilihat dan di dengar, namun kekhusyu’an hati (hudhur al-Qalb) juga merupakan salah satu rukun yang sangat penting, tanpa hadirnya hati dalam ibadah salat, maka belumlah dinamakan salat sempurna.

Rasulullah saat menjalankan salat, tiada sesuatu apapun selain Allah Azza wa jalla. Hubungan hati beliau hanya terarah kepadaNya semata-mata dan setiap selesai menjalankan ibadah salat, hatinya rindu lagi ingin melakukan salat setelahnya. Beliau tahu betul saat menjalankan salat berarti sedang bersama Allah dan tiada kenikmatan yang paling tinggi melainkan selalu berasa dengan Pencipta.

BACA JUGA  Desa Pesanggrahan Lotim, Masuk 7 Nominator Lomba Desa Pangan Aman Nasional.

Jadi segala amalan yang mengikut amalan rasulullah akan memberikan ketenanga dan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itulah amalan-amalan yang kita lakukan hendaknya di rujuk kepada sunnah baginda Rasul.

Amalan-amalan bathin yang berbeda dengan amalan yang telah di ajarkan rasulullah, para sahabat, taniin, tabiut tabiin dan para Ulama’ tidak akan dapat diterima Allah.