PULANG LARUT MALAM, APAKAH SAYA PEREMPUAN YANG TIDAK BAIK?

banner post atas

Oleh : Dewi Sasmita

Saya akhir-akhir ini sering stalking akun Indonesia feminis, dan dari sejak 6 bulan yang lalu saya selalu update dengan isu-isu perempuan yang tidak banyak dikonsumsi masyarakat, saya suka membaca artikel tentang isu-isu tersebut dari sana pikiran saya jadi lebih terbuka dan mulai berpikir kritis. Pada tulisan saya kali ini saya ingin mengkritisi kesetaraan gender yang nyatanya masih belum setara. Setara dalam (KBBI) artinya “sama tinggi, sama kedudukan, sebanding dan sepadan” Dari sini kita bisa simpulkan bahwa setara itu adalah sama tidak ada bedanya. Namun masih banyak sekali hal yang belum setara.

Well look around your environment, ngerasa nggak sih ada hal yang mengganjal? Yups, patriarki! Patriarki itu ada, masih ada, sangat ada, dan nyata didepan mata kita namun banyak yang tidak menyadari. Terutama dalam masyarakat dilingkungan sekitar kita.

Iklan

Saya ingin bercerita sedikit tentang normalitas saya tahun 2017-2018 saya adalah seorang mahasiswi yang sekaligus rangkap belajar di Ma’had, dan saya juga Aktif di Organisasi HIMMAH NW, dan tak lama kemudian saya masuk salah satu organisasi pencak silat, tentu dengan masuknya saya di organisasi ini akan menambah kesibukan saya, benar saja aktivitas saya dimulai dari pagi sampai malam full, pagi-siang saya ma’had, siang-sore saya kuliah selepas shalat magrib saya harus pergi latihan dan pulang latihan jam 10 malam kadang juga jam 11 malam bahkan lebih. Tentu disini ada banyak tantangan ketika seorang perempuan pulang diatas jam 9 malam gerbang kos kadang terkunci, masyarakat sering menatap aneh ketika melihat saya pulang larut malam,orang-orang sering ngomong yang tidak baik tentang saya.

Disini saya merasakan adanya ketidakadilan, masyarakat memandang berat sebelah antara laki-laki dan perempuan ketika laki-laki pulang diatas jam 10 malam itu hal yang sangat biasa dan wajar di masyarakat namun ketika perempuan pulang diatas jam 9 malam dianggap hal yang tidak wajar dan akan menimbulkan berbagai anggapan-anggapan negative, padahal faktanya terkadang tugas dan kepentingan perempuan diluar itu jauh lebih penting daripada yang dilakukan laki-laki namun selalu saja dianggap tidak baik dimata masyarakat. Jadi masyarakat itu memandang kualitas seorang perempuan itu dilihat dari jam pulangnya, kalau pulangnya dibawah jam 9 malam akan dianggap baik oleh masyarakat kalau pulangnya diatas jam 9 malam orang-orang akan mulai berpikir yang kurang baik.

Berbicara muru’ah memang islam adalah agama yang sangat memberi perhatian penuh pada perempuan dalam al-qur’an sendiri terdapat surah AN-Nisa yang artinya (perempuan). Perempuan diatur dalam segala aspek kehidupannya bagaimana harus berdandan, bagaimana harus berpakaian, bagaimana harus berbicara, bagaimana harus menundukan pandangan dan lain sebagainya. Kembali ke definisi muru’ah itu sendiri Muru’ah adalah “menjauhi perkara yang dengannya seseorang dicela secara kebaisaan masyarakat dan perkara ini berbeda-beda kondisinya disetiap zaman dan tempat…”
Muru’ah sendiri lebih ditekankan pada etika dan tingkah laku, yang mana seorang perempuan harus menjaga tingkah lakunya untuk menjaga nama baiknya sendiri, jadi menurut saya tidak ada kaitannya antara tingkah laku dan jam pulang, relaitanya banyak perempuan yang tingkah lakunya baik namun pulang larut malam karena tuntuntan tugas dan sebagainya, di Pancor banyak perempuan-perempuan yang pulang diatas jam 10 malam pulang dari majlis sholawat, pulang diskusi, dan sebagian ada yang pulang muroja’ah, lalu apakah itu tetap dininali buruk dimasyarakat? Apakah kualitas baik buruknya perempuanmasih tetap ditentukan dari jam pulangnya saja? Disini saya merasakan sangat keberatan, sangat tidak adil, ketidakadilan yang masih dibudidayakan di tengah masyarakat dan lingkungan sekitar kita. Seolah membatasi perempuan untuk bergerak dimalam hari.

Berbicara ketidakadilan ini sangat tidak adil bagi saya pribadi seorang yang aktif berkegiatan dimalam hari, kadang-kadang ketika sedang mengerjakan tugas atau sedang berdiskusi ketika sudah diatas jam 9 malam saya disuruh pulang duluan oleh teman-teman lelaki saya padahal lagi asyik-asyiknya berdiskusi dan tugas dan kewajiban saya masih banyak yang belum terselesaikan, terkadang dalam benak saya ingin sekali menjadi laki-laki ketika dalam situasi seperti itu.

Berbicara perempuan tidak bisa jaga diri makanya perempuan tidak boleh pulang larut malam. Ini adalah stetment yang sangat salah karena perempuan masa kini lebih hebat dari laki-laki, perempuan belajar bela diri laki-laki ada banyak yang tidak bisa bela diri, perempuan modern itu serba bisa dengan perkembangan cara berpikirnya membuatnya tidak ingin bertergantungan pada laki-laki alias Independen, karena tidak selamanya perempuan akan hidup selalu berdampingan dengan laki-laki, jadi sangat salah kalau ada anggapan perempuan itu tidak bisa jaga diri ketika keluar rumah pada malam hari.

Pulang malam bukan hanya berbicara perihal gerbang kos yang terkunci atau perihal muru’ah saja, tapi pulang malam juga berbiacara tentang tugas, kewajiban, dan tanggung jawab perempuan pada malam hari yang sifatnya tidak bisa digantikan. Masyarakat harus memahami bahwa zaman sudah berbeda , masyarakat harus bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini yang mana aktivis perempuan memiliki hak yang sama untuk keluar malam sama dengan laki-laki, masyarakat harus bisa menerima itu sebagai sebuah kebiasaan baru, sebagai sebuah kewajaran, sebagai sebuah permakluman. Masyarakat harus bisa memperbaiki cara pandangnya terhadap perempuan yang pulang larut malam, masyarakat harus bisa menilai kualitas perempuan dari pengetahuan dan tingkah lakunya bukan menilai kualitas dari jam pulangnya.

Laki-laki pun harus menerima hal ini sebagai sebuah kewajaran, sangat tidak fair rasanya hanya laki-laki yang merasa bebas berkegiatan di malam hari sementara perempuan harus dibatasi, laki-laki harus mampu membantu mengubah pola pikir yang keliru di masyarakat, laki-laki harus menjadi support system dalam manyuarakan kesetaraan ini dan Stigma ini harus benar-benar dimusnkahan.

Tulisan ini mungkin akan mendapatkan tanggapan pro maupun kontra, tapi kita semua harus open minded dengan pendapat orang lain. Ini suara saya sebagai seorang perempuan, ini pandangan saya sebagai seorang perempuan, saya tidak ingin menjadi perempuan penakut yang tidak berani mengeluarkan suara sekalipun itu bertentangan. Saya ingin mengubah stigma pulang larut malam dimasyarakat.