Prof H Harapandi :Langkah Kelima Agar Semakin Dekat Dengan Al-Khaliq

banner post atas

Al-Khauf wa al-Raja’
أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapakah di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al-Isra’: 57).

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Iklan

“Untuk itu, barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah mempersekutukan dengan apapun dalam beribadah kepada Rabbnya” (QS. Al-Kahfi: 110).

Aqâbat al-Bawâits (dorongan dan motivasi), setelah jalan ibadah kita benar dengan mengatasi semua kendala, maka diperlukan motivasi agar selalu berada pada jalan yang lurus, maka al-Syaikh mencatat dua macam motivasi yang harus diperhatikan oleh para sâlik iaitu al-Kahuf (rasa takut) dan al-Raja’ (harapan).
Secara bahasa, khauf adalah lawan kata al-amnu. Al-Amnu adalah rasa aman, dan khauf adalah rasa takut. Khaufadalah perasaan takut terhadap siksa dan keadaan yang tidak mengenakkan karena kemaksiatan dan dosa yang telah diperbuat.
Sedangkan raja’ adalah perasaan penuh harap akan surga dan berbagai kenikmatan lainnya, sebagai buah dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Bagi seorang muslim, kedua rasa ini mutlak dihadirkan. Karena akan mengantarkan pada satu keadaan spiritual yang mendukung kualitas keberagamaan seorang muslim.
Al-Khauf dan al-Raja’ bagaikan dua sayap burung, jika satu sayapnya rusak, maka tidak akan dapat terbang jauh, demikian pula jika antara khauf dan raja’ sama-sama baik (seimbang) maka manusia akan berada pada jalan Allah dan terus semakin dekat denganNya.
Al-Khauf atau rasa takut yang ada pada diri manusia dapat berfungsi sebagai kendali agar tidak melakukan perbuatan maksiat dan untuk mencegah hawa nafsu merusak amal ibadah yang kita lakukan. Al-Raja’ atau harapan akan dapat mendorong hati kita melakukan perbuatan taat kepada Allah dan agar lebih kuat dalam menghadapi segala cabaran dalam beribadah. يدعون ربهم خوفا وطمعا Sedang mereka berdoa kepada Rabb mereka dengan rasa takut dan harap (Al-Sajdah:16).
Seorang hamba yang mukmin sejati harus menyeimbangkan antara khauf dan raja’ seperti yang terekam dalam surah al-anbiya’:90.
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

BACA JUGA  Hikmah Pagi: Kebahagian Ulama’ di Penghujung Hayat

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90).

Sayyidina Umar Radliyallahu anhu meriwayatkan satu hadits Qudsi mengenai Kahuf dan raja’ yang direkam dalam kitab Mukasyafatul Qulub Imam al-Ghazali:

وعزتي لا أجمع على عبدي خوفين ولا أجمع له أمنين ، إذا أمنني في الدنيا أخفته يوم القيامة ، وإذا خافني في الدنيا أمنته يوم القيامة

Demi ketinggianKu, Aku tidak akan menyatukan dua ketakutan secara bersamaan seperti juga Aku tidak akan menyatukan dua ketakutan bagi hamba2Ku, jika dia merasa takut kepdaKu saat berada di dunia aku akan betikan rasa aman dari siksaKu di akhirat, tetapi jika hambaKu selalu merasa aman di dunia sehingga tidak memperdulikan halal haram, maka Aku akan memberikan ketakutan dengan azabKu di akhirat.

Jadi senantiasa merasa takut sehingga kita tidak melakukan perbuatan maksiat, maka di akhirat kita akan mendapatkan rasa aman dari azab Allah, jauhkan diri kita dari amalan-amalan maksiat karena Allah selalu mengawasi apapun yang kita lakukan.