Prof H Harapandi : Hidup setelah Mati

banner post atas

 

قد مات قوم وما ماتت مكارمهم وعاش قوم وهم في الناس أموات

Banyak orang mati tapi masih terus hidup dan tidak sedikit mereka yang masih hidup tapi hakikatnya telah mati.
 
Hidup walaupun sudah lama mati disebabkan karena amal kebajikan dan akhlak yang baik akan selalu dikenang dan dijadikan contoh.
 
Para sahabat dan orang-orang alim (ulama’) telah dengan nyata-nyata memberikan gambaran, mereka telah hilang selama berabad-abad, namun perilaku kehidupan dan ucapan-ucapan hikmah mereka tetap dikenang dan dijadikan pedoman.

Iklan

Karena itu imam al-Syafi’i berkata dalam sebuah ucapannya;”Wahai manusia, ingatlah saat engkau dilahirkan oleh ibumu, semua orang yg ada disekekilingmu tersenyum dan tertawa saat mendengar suara tangismu, jadikanlah hidupmu bermanfaat bagi segenap orang bahkan makhluk Allah, sehingga ketika engkau meninggalkan mereka, mereka bersedih karena kehilangan dirimu”.

Sebaliknya tidak sedikit dari kita yang telah –terhitung– mati sekalipun masih berjalan dan bernafas, hal ini dikarenakan hati dan jiwanya telah mati dengan perbuatan jahat serta akhlak yang dijalankan tidak sesuai dengan ketentuan dan petunjuk Allah.
 
Al-Syeikh Tajuddin Ibn ‘Athaillah al-Sakandary dalam kitab Taj al-Urs mengatakan bahwa banyak sekali manusia modern yang gagah perkasa, tidak malu berbuat dosa terhitung mati akibat dari perbuatan. Namun tidak sedikit para pendahulu kita yang telah wafat berabad-abad yang sampai saat ini masih terhitung hidup karena amal yang mereka investasikan.

Umar bin al-khattab berkata; bahagia ialah saat hatimu tak pernah teralingi dari tuhanmu, ketika hatimu selalu rindu akan rasulmu dan dapat menjadi solusi bukan beban bagi kehidupan orang lain”.

Jadi hidup setelah mati akan kita rasakan jika amaliah selama kehidupan dijalankan adalah amaliah al-hasanah. Sebaliknya jika amaliah al-sayyiah terus dijalankan, berjalan di atas dunia bagaikan raga yang telah terpisah dari ruhnya. Fakabbir alaihi arbaan liwafatihi (takbirkan empat takbir karena —hakikatnya— telah mati).
 
Semoga kita tercatat sebagai orang yang selalu hidup baik setelah mati ataupun ketika masih hidup. Amin ya rabbal alamin.
 

BACA JUGA  Tafsir Al Qur'an Surat Al Ahzab Ayat 33