Prof H Agustitin: PUASA ROMADON CARA YANG DI AJARKARKAN ALLAH AGAR DAPAT MENDEKATINYA

banner post atas

Allah berfirman dalam Surat Al-An’am Ayat 19

*قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ
شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُلْ لَا أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ*

Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah”. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui”. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.

Iklan

AL QUR’AN Kisah-kisah dan perumpamaan dalam Al Qur’an Kisah-kisah Al Qur’an Kisah penciptaan manusia Karunia Allah atas manusia Para rasul diutus untuk memberi petunjuk umat manusia.
Tugas para Nabi Para nabi menyampaikan kabar gembira dan peringatan IMAN Cabang-cabang iman Akidah Beriman pada Allah Ta’ala

Kewajiban mengenal Allah dan mengesakanNya Tauhid Uluhiyyah SEJARAH Sifat-sifat nabi Muhammad saw. Keutamaan Nabi saw. Nabi saw. sebagai saksi, pembawa kabar gembira dan peringatan

Katakanlah, “Allah.” jika kamu tidak mengatakannya, maka tidak ada jawaban lain bagimu selain itu. (Dia menjadi saksi antara aku dan kamu) yang menyaksikan kebenaranku. (Dan Alquran ini diwahyukan kepadaku supaya aku memberi peringatan kepadamu) aku membuat kamu mengabdi , sesungguhnya kamu tidak boleh mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah” kata tanya mengandung arti ingkar.

“Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”) terhadap Allah.

Untuk memahami diperlukan ilmu yang menggunakan hati, rasa, atau, jiwa dalam menemukan Tuhan ALLAH untuk meraih kebahagiaan hati yang sesungguhnya {abadi}.
ilmu-ilmu yang lain seorang hamba yang dapat memenuhi kepuasan hati dan menimbulkan rasa cinta yang besar kepada Tuhan ALLAH dan mereka harus menempuh jalan melalui Zuhud dan menjauhkan diri dari dunia yang bersifat sementara dan menghabiskan sisa umurnya di sebuah tempat yang tiada seorang pun yang dapat mengganggunya untuk lebih mendekatkan kecintaannya kepada Tuhan ALLAH.

Jika Tuhan di kaji melalui logika maka tidak akan menemukan hasil apa-apa karena logika seorang manusia tidak dapat mendefinisikan Tuhan{ALLAH}, Karena logika manusia bersifat terbatas pula maka Tuhan {ALLAH} tidak bisa di definisikan oleh logika karena keterbatasan dan sepintar apapun manusia tidak akan pernah bisa menemukan Tuhan {ALLAH}.

BACA JUGA  Pesan Rasulullah SAW Sebelum Wafat

Hiduplah hanya untuk mengabdi pada Tuhan, dan bukan untuk dirinya sendiri mereka beribadah bukan hanya jasadnya yang di hadapkan tapi seluruhnya baik ruh maupun hatinya {jiwa}.

Naiknya ruh menuju derajat yang tinggi dan mulia itu tidak cukup dengan mengakui keyakinan dan keimanannya saja serta menjalankan kewajiban-kewajiban yang di syariatkan oleh islam tetapi mereka menyertakan dengan pengakuan iman dengan merasakan, menemukan iman itu mereka juga menambahkan dengan amalan-amalan (pengabdian pengabdian) ibadah sunah yang di anjurkan rasululallah SAW dan menjauhkan diri dari perkara yang dilarang.

tasauf adalah ilmu yang menggunakan hati, rasa, atau, jiwa dalam menemukan Tuhan ALLAH untuk meraih kebahagiaan hati yang sesungguhnya {abadi}ilmu tasauf tidak di temukan di ilmu-ilmu yang lain seorang hamba yang bertasauf dapat memenuhi kepuasan hati dan menimbulkan rasa cinta yang besar kepada Tuhan ALLAH dan mereka harus menempuh jalan melalui Zuhud dan menjauhkan diri dari dunia yang bersifat sementara dan menghabiskan sisa umurnya di sebuah tempat yang tiada seorang pun yang dapat mengganggunya untuk lebih mendekatkan kecintaannya kepada Tuhan ALLAH.

 ilmu tasauf jika di kaji melalui logika maka tidak akan menemukan hasil apa-apa karena logika seorang manusia/profesor tidak dapat mendefinisikan Tuhan{ALLAH} itu sepertia apa? Karena logika manusia bersifat terbatas  dan tuhan {ALLAH} yang di definisikan itu tidak terbatas dan sepintar apapun manusia tidak akan pernah bisa menemukan Tuhan {ALLAH} itu seperti apa? Bentuknya seperti apa? Dan wujudnya seperti apa?.

Orang yang bertasauf hidupnya untuk Tuhannya, dan bukan untuk dirinya sendiri mereka beribadah bukan hanya jasadnya yang di hadapkan tapi seluruhnya baik itu ruh maupun hatinya{jiwa}.

Orang yang bertasauf berpendapat bahwa naiknya ruh menuju derajat yang tinggi dan mulia itu tidak cukup dengan mengakui keyakinan dan keimanannya saja serta menjalankan kewajiban-kewajiban yang di syariatkan oleh islam tetapi mereka menyertakan dengan pengakuan iman dengan tadzawuq {merasakan}, menemukan iman itu mereka juga menambahkan amalan-amalan ibadah sunah yang di anjurkan rasululallah SAW dan menjauhkan diri dari perkara yang makruh, terlebih-lebih perkara yang haram.

Hingga kebanyakan orang yang bertasauf itu mata batin mereka bersinar dan timbul sumber hikmah dari hati mereka Ilmu tasauf ini merupakan maqum al-ihsan salah satu rukun islam yang kita ketahui Maqum ihsan adalah bentuk muraqabah {penyaksian} yang isinya engkau beribadah kepada ALLAH seakan-akan engkau melihatnya maka sesungguhnya dia ALLAH melihatmu.

BACA JUGA  AKHIRNYA PERLUASAN MASJID AT TAWWABIN SELESAI DIBANGUN

Munculnya ilmu tasauf dan orang-orang sufi di sebabkan karena banyaknya manusia yang terbuai pada kehidupan dunia dan mencampur adukan masalah agama dan keduniaan.

Ilmu tasauf adalah ilmu yang sangat mulia kedudukannya dan mempunyai dalil yang kuat, bahwa ilmu ini adalah ilmu yang berkembang dan tumbuh murni dari ajaran islam.

Tasauf adalah salah satu ilmu perantara {wasilah}yang suci untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat.Tasauf adalah obat dari penyakit-penyakit hati dan ajarannya dapat membersihkan hati dan mensucikan ruh merupakan cerminan dari kehidupan rohaniyah islamiyah.

Pondasinya adalah mengisi hati dengan keutamaan dan kebikan serta merasakan kenikmatan menjauhkan hati dari sifat-sifat kotor yang hina agar ruh {jiwa} menjadi suci mulia dengan mengikuti nabi muhammad SAW dan para sahabat yang mulia.

Kebersihan hati serta menjaganya, mengharapkan keridhoan ALLAH, membutuhkan ALLAH, memberikan cinta dan kasih sayang. Tujuan hidup yang sering di ungkapkan oleh sebagian besar orang yaitu berpegang teguh dengan sifat kefaqiran {al-faqru} dan menampakannya di hadapan ALLAH {al-iftiqur} yang di maksudkan adalah tidak mencintai dunia menjauhkan diri dari segala keindahan dan perhiasan dunia dengan sepenuh hati dari segala hal yang dapat menyibukan dan melalaikannya dari ibadah kepada ALLAH karena sesungguhnya sikap faqir adalah bukti dari kelemahan yang merupakan alat untuk pemutus tali antara seorang hamba dan setan hingga menjadi tenang untuk beribadah kepada ALLAH dengan sebenarnya

Yang paling mengenal diri manusia ialah Allah SWT. Sebab itu, dia menyarankan agar seorang hamba memohon kepada Allah untuk diperkenalkan dengan dirinya sendiri. Dari sini muncul ungkapan, usaha mengenal Allah ialah dengan cara mengenal diri sendiri.

“Mengenal diri bisa sederhana, bisa dahsyat, bisa dramatis bisa pula romantis. Sedang yang paling mengenal diri kita adalah Pencipta kita. Bukan diri kita,”

Memohon kepada Allah agar dikenalkan pada diri sendiri ialah menurut Allah, bukan menurut diri sendiri.

“Mohonlah kepada Allah agar kita dikenalkan siapa diri menurut Dia bukan menurut kita. Agar kita mengenal-Nya menurut kehendak-Nya,”

Lebih jauh, Kiai Luqman mengatakan, yang menimbulkan keribetan dunia adalah kekacauan khayalan, imajinasi, lamunan, berkecamuk dalam simpul emosi dan kebinatangan, lalu diklaim sebagai kebenaran akal dan hak asasi.

Setiap orang adalah pemimpin dan pemimpin bertugas mengarahkan / memberi petunjuk dengan akal sehat dan akhlak. Begitu juga ketika memimpin orang lain.