Prof H Agustitin: MUSIBAH DATANG KARENA KESALAHAN (DOSA) YG TIDAK DI MINIMALISIR DAN TERCEGAH KARENA USAHA , TAUBAT DAN SEDEKAH

Prof H Agustitin: MUSIBAH DATANG KARENA KESALAHAN (DOSA) YG TIDAK DI MINIMALISIR DAN TERCEGAH KARENA USAHA , TAUBAT DAN SEDEKAH

Sebuah ungkapan bijak dalam bahasa Arab berbunyi,

ما نزل البلاء إلا بذنب وما رفع إلا بتوبة

“Setiap musibah yang turun disebabkan oleh dosa, dan tidak akan terangkat kecuali dengan taubat”

Hal ini perlu diperhatikan oleh setiap muslim, agar ia tidak terlalu mencari “kambing hitam” atas apa yang terjadi di dunia ini, akan tetapi hendaknya langsung introspeksi terhadap dirinya sendiri kemudian memperbaik dosa kesalahan tersebut serta mengiringi keburukan tersebut dengan segera melakukan kebaikan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻭَﺃَﺗْﺒِﻊِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔَ ﺗَﻤْﺤُﻬَﺎ

“Iringilah kejelakan dengan kebaikan, niscaya kebaikan kebaikan akan menghapuskannya.”[1]

Semua musibah dan kesesahan yang menimpa kita adalah karena dosa dan maksiat yang kita lakukan.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syura: 30).

Oleh karena itu kita dianjurkan agar memperbanyak bertaubat dan beristighfar agar dosa dihapus oleh Allah dan tidak Allah turunkan kepada kita dalam bentuk bala’ dan musibah.

*Istighfar adalah sumber kemudahaan hidup dengan izin Allah, karenanya kita sangat dianjurkan memperbanyak istigfar di manapun dan kapan pun. Istigfar adalah amalan yang sangat mudah karena hanya menggerakkan lidah dan menghadirkan hati.*

Al-Hasan Al-Bashri berkata,

*أَكْثِرُوا مِنَ الِاسْتِغْفَارِ فِي بُيُوتِكُمْ، وَعَلَى مَوَائِدِكُمْ، وَفِي طُرُقِكُمْ، وَفِي أَسْوَاقِكُمْ، وَفِي مَجَالِسِكُمْ أَيْنَمَا كُنْتُمْ، فَإِنَّكُمْ مَا تَدْرُونَ مَتَى تَنْزِلُ الْمَغْفِرَةُ*

*“Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada, karena kalian tidak tahu kapan turunnya pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.”*

*Luqman bepesan kepada anaknya,*

*يَا بُنِيَّ عَوِّدْ لِسَانَكَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، فَإِنَّ لِلَّهِ سَاعَاتٍ لَا يَرُدَّ فِيهَا سَائِلًا*

*“Wahai anakku biasakan lisanmu dengan ucapan: [اللهم اغفر لي] ‘Allhummafirli’ karena Allah memiliki waktu-waktu yang tidak ditolak permintaan hamba-Nya di waktu itu.”*

*Dengan taubat kepada Allah maka bala’ dan musibah akan diangkat.*
*Imam Al-Qurthubi menukil dari Ibnu Shubaih dalam tafsirnya, bahwasanya ia berkata,*

*شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ” نُوحٍ”*

*“Ada seorang laki-laki mengadu kepadanya Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi maka beliau berkata kepadanya, “beristighfarlah kepada Allah!” yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, “beristighfarlah kepada Allah!”* *yang lain lagi berkata kepadanya, “Doakanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!” maka beliau mengatakan kepadanya, “beristighfarlah kepada Allah!”*

*Dan yang lain lagi mengadu tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan pula kepadanya, “beristighfarlah kepada Allah!”*

*Dan kami pun menganjurkan demikian kepada orang tersebut.*

*Maka Hasan Al-Bashri menjawab: “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri, tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh [ayat 10-12].”*

*Dan dengan istigfar kita akan mendapatkan berbagai kemudahan, hati yang lapang dan rezeki*

*Allah Ta’ala berfirman,*

*وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى*

*“dan hendaklah kamu meminta ampun [istigfar] kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian),niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan.” (Hud: 3)*

*Syaikh Muhammad Amin As-Syinqithi berkata menafsirkan ayat ini,*

*وَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمُرَادَ بِالْمَتَاعِ الْحَسَنِ: سَعَةُ الرِّزْقِ، وَرَغَدُ الْعَيْشِ، وَالْعَافِيَةُ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَّ الْمُرَادَ بِالْأَجَلِ الْمُسَمَّى: الْمَوْتُ*

*Pendapat terkuat tentang yang dimaksud dengan kenikmatan adalah rezeki yang melimpah, kehidupan yang lapang, dan keselamatan di dunia dan yang dimaksud dengan waktu yang ditentukan adalah kematian*

*Hendaknya kita renungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,*

*إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ*

*“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.”*

*”Scanning Virus dan Terapi dengan Juz Diri”*

*Bahayakah Corona ?* Faktanya dunia bergetar dan sudah ribuan orang mati karenanya. Juga saat Indonesia tergoncang. Jadi jangan remehkan bahaya Corona.

*Kata Nabi kita harus lari dari sumber wabah seperti kita melihat singa*. Sàat ini didepan mata kita ada 2 takdir….terkena Corona atau tidak. Jika kita tidak ingin terkena Corona, maka kita harus preventif dan lari dari sumber wabah yaitu Corona. Jika Anda nekat ke tengah kumpulan massa yang tak jelas, demi utk *sholat berjamaah* sekalipun itu adalah tindakan yg sangat tidak Islami. Itu adalah tindakan yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Mengatasi wabah, apalagi wabah pandemi adalah dengan membangun Sistem Proteksi agar *tidak berinteraksi* dengan sumber wabah, karenanya Kita harus melakukan *social distance.*

Juga kita harus melakukan Sistem Proteksi lainnya yaitu dengan *akses media spiritual* agar imunitas tubuh kita powerful. Menurut Saya *Juz Diri* sebagai solusinya. Kisaran 40 menit sd 1 jam kita nvestasikan waktu untuk membaca Juz Diri kita namun efeknya 23 jam kita terproteksi dari berbagai bahaya khususnya virus virus penyakit termasuk Corona. Jadi sangat efisien juga efektif untuk membangun imunitas tubuh kita agar kuat dan mampu mengatasi bahaya.

Jika saja komputer Anda dibiarkan virus menguasai maka pastinya komputer Anda akan terganggu fungsinya, bahkan tidak jarang menjadi sama sekali tak berfungsi.

Karena itu, komputer Anda harus siap dengan aplikasi *Anti Virus* yang dengan aplikasi tsb komputer Anda akan selalu terindungi dari bahaya virus yang mengancamnya. Umumnya saat komputer Anda diaktifkan program Anti Virus Anda harus diaktifkan agar terjadi *Proses Scanning* atas semua data dan program yang ada apakah ada virus yang mengancam untuk merusaknya.

Apa hubungannya dengan “Scaning Juz Diri” ? Lalu apa yang di-Scanning oleh Juz Diri ?

Pada diri seseorang kadang hadir energi negatif, baik penyakit atau lainnya.
Seseorang yg energinya bermasalah maka hidupnya akan mudah terkena penyakit atau berbagai hal yang buruk. Sebaliknya jika Anda dipenuhi energi positif maka Anda Hidup sehat afiat

Ketika seseorang sedang dalam kondisi dikuasai energi negatif maka saat dilakukan pembacaan *Juz Diri* nya akan terasa dengan munculnya sensasi reaksi tertentu. Seperti tiba-tiba saat membacanya dadanya berdebar kencang, muncul rasa kesemutan yang menjalar di kedua lengan dan atau kakinya, pusing kepala, nggliyeng, perut mual mau muntah, badan terasa memanas atau malah keluar keringat dingin, badan yang menggigil amat kedinginan, ingin menangis yang tidak terkendalikan sehingga tak tertahan menangis dengan keras tak terkendali.

Sensasi reaksi tsb sebenarnya bisa dianalogikan dengan istilah telah *ter-Scanning oleh Juz Diri* yang berarti telah terdeteksi akan kemungkinan adanya *virus bahaya* itu. Dan seiring rutinitas yang istiqomah maka *”virus-virus”* itu akan terdeteksi keluar dari tubuh seseorang lalu yang bersangkutan menjadi sembuh dan sehat afiat

Insya Allah dengan *interaksi yang tinggi akses Juz Diri*, Anda akan menjadi lebih sehat, jiwa tenang, tentram di hati, aman nyaman jasmani-ruhani dan lebih imun dari kemungkinan virus liar yang sering hadir di sekitar kita pada waktu-waktu tertentu.

*Barokallahu lakum bi asrari Juz’il Quran*
[23/3 11:41] Agustitin: *JUZ DIRI : ANTI VIRUS OTAK MANUSIA*

“Sadarilah bahwa kebencian, kecemburuan, dan agresi, itu bukanlah dirimu. Itu semua hanya program.

*Pikiranmu seperti sebuah komputer yang bisa saja terinfeksi oleh virus*.
Tugasmu adalah membersihkan program² yang terinfeksi virus tersebut dan membebaskan dirimu” (Science & Metaphysics)

Setiap orang dilahirkan dalam keadaan Fithrah (Suci), namun dalam perjalanannya ada serangan godaan yang bisa mengotori jiwanya. Apakah manusia memiliki kemampuan utk mengatasai godaan tsb?

Pastinya demikian, karena manusia saja dalam menciptakan komputer telah mempersiapkan sistem pertahanan atau Anti Virus saat dimana komputer mendapati serangan Virus yang berbahaya atas komputer tsb.

*Pada manusia virus virus tsb berasal dari pikiran pikiran mereka*, karenanya kemauan pengendalian atas pikiran yang negatif haruslah kuat. Jika tidak maka keterpurukan dan penderitaan akan menimpa kehidupan mereka.

Seseorang bisa berjalan kesuatu tempat, maka perlu *mata dan cahaya*. Tanpa mata (buta) tak akan berguna cahaya , demikian pula jika ada mata namun tanpa cahaya. Jelas kondisi tsb sangat menyulitkan

Demikian pula orang yg mau berjalan pada jalan kebaikan, maka ia memerlukan mata dan cahaya. *Mata disini adalah kemampuan berpikir.* Karena itulah orang gila karena tidak bisa berpikir tidak ada kewajiban syar’i.

*Adapun yang dimaksud dengan Cahaya disini adalah energi yang membuatnya mampu bergerak menjalankan kebaikan*. Disini peranan Sholat, Zikir dan sejenisnya menentukan kemampuannya utk meniti pada jalan kebenaran. Karena itulah kata Quran, Sholat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.

Mengingat Juz adalah Blue Print manusia, *maka kemampuannya mengatasi persoalan potensi embrio kepribadian yg negatip adalah sebuah keniscayaan*. Karena itulah, kami Percaya Juz Diri adalah *jika dibaca secara tepat dan istiqomah akan berfungsi sebagai Anti Virus yang efektif untk mengatasi potensi negatip yang sedang berkembang pada diri manusia.*

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA