Prof  H Agustitin :Hidup Dan Mati Ada di Dalam Genggaman Illahi Robbi.

banner post atas

Tidak t ada seorang pun yang bisa menghindar dari kematian yang sudah ditakdirkan Allah SWT. Kematian adalah suatu hal yang dekat dengan kita sendiri, bahkan sangat sangat dekat.

Kematian tidak memandang usia, jabatan, paras, waktu, dan lain sebagainya. Tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi kapan kematian akan mengampiri setiap orang. 

Kematian datang secara tiba-tiba, yang hanya bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri dengan amalan-amalan yang dapat membantu kita kelak ketika sudah tidak ada di dunia.

Iklan

Para alim dan rang bijak meneteskan bahwa kematian bisa dijadikan pengingat agar kita selalu mengingat kematian setiap hari, bahkan setiap hembusan nafas. Tugas kita di dunia hanya menunggu waktu kapan akan dipanggil untuk menghadap sang pecipta, sang pemilik bumi dan langit.

Ibnu Umar RA berkata, “Aku datang menemui Nabi Muhammad SAW bersama 10 orang, lalu salah seorang Anshar bertanya, siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia wahai Rasulullah? Nabi menjawab, orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan.” (HR Ibnu Majah). Kematian bisa membantu kita untuk selalu mengingat tentang seberapa banyak kia telah mengumpulkan bekal.

Kematian juga bisa didapatkan dari sabda Nabi SAW, salah satunya yakni Nabi bersabda: “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian)”. Dalam hadits lain nabi bersabda, “Manfaatkan Lima perkara sebelum lima perkara: Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.

Kematian selalu membuat hati menjadi tersentuh, dan mengingatkan kita tentang kematian yang selalu menghampiri siapa saja dan tidak memandang waktu kapan kematian itu akan menjemput.

Jadikan kematian itu hanya pada badan karena tempat tinggalmu ialah liang kubur dan penghuni kubur senantiasa menanti kedatanganmu setiap masa.

BACA JUGA  Hikmah Pagi: Keberkahan Seorang Ulama

Karena Kematian merupakan jembatan yang menghubungkan orang yang mencintai dengan yang dicintainya. Kematian terkadang merupakan kritik terhadap kehidupan. Sehebat apa pun kau rasa profesimu, tidak ada yang istimewa. Kita semua sama-sama bernapas dan berdarah. Hari ini menggenggam kehidupan, esok mungkin menggenggam kematian.

Hal yang paling jauh dari kita adalah waktu, yang paling dekat adalah kematian, yang paling berat adalah amanah. Walaupun raga telah terpisahkan oleh kematian, namun cinta sejati tetap akan tersimpan secara abadi di relung hati. Kematian, adalah peristiwa tercepat, yang menjadikan segala tinggal sejarah.

Kematian adalah puncak. Tuntasnya kerinduan seorang hamba kepada Rabb-nya. Setiap jiwa pasti akan merasakan yang namanya kematian.
(Q.S Ali Imran: 185)

Di mana saja kamu berada, kematian pasti akan menghampirimu, meskipun kamu berlindung di dalam sebuah benteng yang sangat tinggi dan kokoh.(Q.S An-Nisa’: 78)

Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kita semua pasti akan kembali.(Q.S Al-Baqarah: 156).

Kematian yang tercantum dalam Al-Quran bisa dijadikan pengingat bahwa hanya kepada Allah semua makhluk yang bernyawa akan kembali. Menyia nyiakan waktu itu jauh lebih berbahaya daripada kematian; karena menyia-nyiakan waktu itu akan memutuskan seseorang dari Allah dan hari akhirat, sementara kematian hanyalah memutuskan seseorang dari kehidupan dunia dan penghuninya.Sesungguh
nya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.(
Q.S Al-A’raf: 162)

Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan diusahakannya besok. Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Q.S Luqman: 34)
Kematian merupakan hal yang paling jauh dari pikiran kita, walaupun sebenarnya ia lebih dekat dari segala yang dekat dengan kita. Maka jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.Kematian tidaklah menunggu kita bertaubat, tapi kitalah yang menunggu kematian dengan bertaubat.

Hari ini dunia adalah nyata, akhirat hanya cerita. Tapi setelah mati, dunia hanya cerita, akhirat jadi nyata.
Ada masa di mana tanah menjadi tempat pembaringannya, ulat menjadi temannya, munkar dan nakir menjadi tamunya, kuburan menjadi tempat tinggalnya, perut bumi menjadi tempat menetapnya, surga atau neraka menjadi tempat kembalinya.Orang yang tidur tidak akan tahu kalau dirinya sedang bermimpi kecuali setelah bangun, begitu juga orang yang lalai akan akhirat tidak akan tahu kalau dirinya sedang menyia-nyiakan amal akhirat kecuali setelah datangnya kematian.

BACA JUGA  SYAIR INSPIRATIF (83) JAUHI SIKAP SOMBONG

Jodoh itu misteri, namun kematian itu pasti. Jangan terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk pujaan hati, tapi malah lupa mempersiapkan diri untuk mati. Jodoh dan kematian adalah dua hal yang menjadi rahasia Allah. Namun kematian adalah suatu hal yang tidak bisa disangka-sangka. Kata bijak kematian sedikit banyak akan mengingatkan kita tentang kematian.
Janganlah kalian menginginkan mati karena suatu bahaya yang menimpanya. Jika memang ia benar-benar ingin melakukannya maka katakanlah, “Ya Allah, hidupkan aku jika memang hidup itu lebih baik untukku. Dan matikanlah aku jika memang mati itu lebih baik untukku.”

Kematian adalah hal yang menyakitkan tapi kematian itu pula yang dapat merubah orang lain.
Rasa takut pada kematian lebih buruk daripada kematian itu sendiri.
Kematian adalah kehidupan, dialah jantung keabadian gerbang penentuan kebaikan dan keburukan. Kebahagiaan dan penderitaan.Jangan menunggu tua baru bertobat. Karena kematian menjemput tidak mengenal waktu.Lebih banyak orang menghadapi kematian di atas tempat tidur, daripada orang yang mati di atas pesawat. Tetapi kenapa lebih banyak orang yang takut mati ketika menaiki pesawat, daripada orang yang takut menaiki tempat tidur. Kematian adalah untuk berhenti melakukan dosa secara tiba tiba.

Kita terlahir dengan satu cara, namun kematian menjemput dengan berbagai cara.Hidup tanpa melakukan apapun, sama saja dengan kematian yang datang perlahan.semoga cahaya illahi robbi senantiasa menerangi jalan hidup kita semua amin