Wahai insan bumi, bila Anda hendak berjalan melewati jalan Tuhan seharusnya Anda atau siapa pun mengikuti hal-hal berikut sebagai bantuan menuju jalan kebahagiaan:
Salah satunya adalah diam. Ada dua macam diam: Pertama, diam lisan (lidah) dari berbicara tentang selain-Allah Swt dengan oknum selain-Allah secara sekaligus;
Kedua, diam hati dari hal-hal yang muncul di hati mengenal yang maujud, diam sama sekali. Barang siapa lisannya diam tetapi hatinya tidak, maka kesalahanya akan ringan.
Salah satu hal yang timbul karena diam adalah maqam (kedudukan) wahyu dengan segala macamnya, dan diam menghasilkan sikap yang selalu menghadapkan wajah kepada Tuhan semesta Alam.
Seorang yang selalu menghadapkan waktunya untuk Alloh dalam ka’bah dalam masjid, dalam gereja dalam kuil,dan dimanapun berada hatinya akan selalu damai dalam Tuhan
Jika engkau memberi, janganlah mengusir orang yang meminta itu, walau dengan kata-kata yang baik sekalipun, tunjukanlah kepadanya wajah yang ramah, karena engkau akan menemui Tuhan. Orang yang meminta kepadamu sesungguhnya adalah orang yang membawakan bekalmu ke dalam keabadian. renungkanlah!
Aku beragama dengan agama cinta, ke manapun bergerak, maka cintaku cadalah cermin agamaku dan keyakinanku yang sejati
Sedangkan cinta sejati, merupakan rahasia yang empunya, belahan jiwanya, dan sesuatu yang dikaitkan dengannya. kecintaan pada cinta sejatinya adalah kecintaan sesuatu kepada dirinya sendiri. Tidak ada sesuatu yang dicintai oleh sesuatu kecuali dirinya sendiri. Tuhan menguji dengan dirinya berupa bentuk luar dari dalam cinta dirinya
Jika ada yang mengatakan “dirinya sudah kenyang dengan cinta”, ketahuilah, sesungguhnya siapapun dia masih buta tentang cinta, karena tidak seorang pun dikenyangkan oleh cinta dan yang di cintainya
Janganlah engkau menginkari janjimu yang baik
dan ingkarilah janjimu yang buruk
SMG cahaya Nya menerangi jalan buntunya




