Permen No.56 Tentang Penangkapan Ikan. Berdampak Merugikan Nelayan.

banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Edhy Prabowo didampingi Gubernur NTB Zulkiflimansyah dan Bupati Lombok Timur H.M.Sukiman Azmy meninjau langsung Keramba Jaring Apung (KJA) salah satu tempat pembesaran benih lobster masyarakat di Dusun Telong-elong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Kamis(26/12/2019).

Hadir pada kunjungan tersebut juga, Dirjen Kepala Badan Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Prof.Syarif Wijaya, Kepala Badan Karantina Rina,Dirjen Budidaya Slamet Sugiarto dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan RI Aryo Hanggono, Foropimda,Kepala OPD, Camat dan Tokoh Masyarakat Desa Setempat.
Pada Kesempatan tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan RI. menyempatkan diri berdialog bersama masyarakat petani nelayan daerah tersebut, hal tersebut dilakukan, sebagai upaya pengembangan budidaya lobster kedepan.


Dalam dialognya Edhy Prabowo mengatakan komitmennya sebelum menjadi Menteri atas perintah Presiden RI Jokowi akan membangun komunikasi sebesar-besarnya seluas-luasnya dengan pelaku usaha di sektor perikanan dan para nelayan termasuk para pengusaha budidaya ikan Lobster. Ia juga mengharapkan kepada para petani nelayan Jangan sampai ada yang mengeluh, Jangan sampai ada yang menangis, apalagi menderita.

Iklan


Menyinggung Peraturan menteri No. 56 tentang penangkapan dan/atau pengeluaran lobster dan rajungan dari wilayah NKRI. Edhy Prabowo mengatakan,dirinya memiliki niat untuk mengevaluasi, sebagai langkah awal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini terpendam di masyarakat.

Menteri Kelautan mengakui akibat permen 56 petani nelayan dari sabang sampai merauke terdampak oleh permen tersebut, bukan hanya di NTB akan tetapi dieluruh Indonesia. Jadi saya mengambil langkah ini bukan atas dasar keinginan pribadi tetapi atas dasar mendengar apa yang menjadi kelemahan selama 5 tahun dan ini terjadi sejak saya jadi ketua Komisi IV.
Edhy Prabowo juga menambahkan kedepannya akan ada pengaturan sehingga lobster ini dapat hidup berkelanjutan, setidaknya bibit yang mati dapat terkontrol. Jangan menangkap benih semuanya, kemudian dibesarkan tak terpikirkan oleh kita kelanjutan dari budidaya kedepanya.

BACA JUGA  Silaturrahmi KETUA UMUM HIMMAWATI NW Terpilih

Setelah dibesarkan pada usia 3 bulan kita minta 5% atau 2% dikembalikan ke alam lagi kalau ini dikembalikan berarti ketakutan terhadap kepunahan Lobster di alam yang katanya akan berkurang malah akan bertambah 2 kalinya. Disamping itu Edhy Prabowo juga berjanji akan bantu segala macam keperluan petani nelayan.
“sebelum kami keluarkan aturan kami minta masukan-masukan bapak-bapak dan ibu-ibu dan sambil menunggu transisi saya mohon kepada Kepolisian Danlaud dan TNI angkatan darat maupun para penegak hukum dan ibu karantina tolong diawasi selama itu untuk melakukan pembesaran di keramba silakan saja tidak usah lagi ragu ragu dan takut silakan sambil berjalan,”Pungkasnya.(Bul)