Pemimpin Berwawasan Kebangsaan Yang Kuat

banner post atas

Oleh. Mahsan Ginwell

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam suku, ras, adat istiadat, agama, bahasa serta budaya. Dari banyaknya keberagaman itu maka para pendiri bangsa dalam membetuk negeri ini berpikir sangat panjang supaya tidak terjadi ketimpangan atau intoleransi terhadap warga negara di negeri ini. Dari hasil pemikiran yang panjang serta perdebatan yang cukup mengeluarkan banyak energi tercetuslah sebuah dasar negara yang bisa mempersatukan semua perbedaan di negeri ini, yang dimana dasar negara itu kita kenal dengan nama Pancasila. Panca artinya lima sedangkan sila artinya dasar.

Maka pancasila merupaka lima dasar sebagai pedoman untuk menjalankan kehidupan di negara yang penuh dengan keberagaman.
Tidak cukup dengan Pancasila, negara Indonesia juga memiliki semboyan yaitu Bhineka Tunggal Ika yang digegam erat oleh cakar burung garuda yang sebagai symbol. Yang dimana Bhineka Tunggal Ika berarti Berbeda-beda Namun Tetap Satu Jua. Maksud dari semboyan ini adalah ditengah-tengah perbedaan yang beragam namun tujuan serta keinginan bangsa ini satu yaitu menjadi negara yang maju.

Iklan

Maka dari keberagaman inilah kita membuat satu keseragaman untuk mewujudkan negara yang mampu bersaing dengan negara lain.
Perbedaan ini merupakan berkah dari sang pencipta, tidak ada negara yang memiliki banyak keberagaman di dunia selain Indonesia. Maka kita jadikan perbedaan ini suatu keistimewaan yang diberikan oleh sang pencipta yang dimana jika kita rawat perbedaan ini maka sungguh indah dan harmonis kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita ibaratkan negara ini sebuah masakan yang sangat lezat, yang dimana di dalam masakan yang lezat ini terdapat berbagai macam perbedaan mulai dari rempah-rempah, sayur-sayuran dan sebagainya, tapi ketika semua perbedaan itu disatukan menjadi satu kesatuan maka terciptalah masakan yang lezat yang diperebutkan oleh banyak orang walaupun harganya mahal. Begitu juga jika perbedaan yang ada di negara ini menjadi satu, saling support dan saling bertoleransi, maka bukan hanya tercipta keindahan dan kelezatan tapi juga Indonesia akan menjadi contoh bagi negara lain untuk menjujung tinggi nilai-nilai toleransi.

BACA JUGA  PWNW DKI JAKARTA MENGAPRESIASI KEGIATAN WORKSHOP SPMI YMS JAKARTA

Maka dari itu siapapun yang menjabat atau mau menjadi pemimpin di negara ini dia harus paham tentang perbedaan serta mengedepankan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam dasar negara yaitu Pancasila supaya tidak akan pernah terjadi yang namanya ketimpangan sosial dalam memimpin negara ini. Cukup saja pemimpin negara ini paham akan nilai-nilai Pancasila maka sungguh keharnonisan akan tercipta dari pemimpin itu sendiri karena dia akan paham kalau negara ini bukan hanya dihuni oleh sekelompok agama atau ras saja.

Mari kita berkaca kepada para pemimpin yang membangun negara ini, mereka semua tidak pernah membeda-bedakan anak bangsa untuk memerdekan negara ini dari tangan penjajah. Justru perbedaan itu dijadikan senjata untuk mengusir para penjajah. Andai saja para pemimpin terdahulu tidak mengedepan nilai-nilai toleransi maka rakyatnya akan terpecah belah, dan tentunya sangat sulit untuk mengusir para penjajah dari bumi Nusantara.

Tapi para pemimpin terdahulu bersatu dengan segala perbedaan, tidak ada yang membedakan mereka selama mereka mau berjuang untuk negara ini, mereka bersatu dan membuat satu kesatuan yang kuat untuk mengusir para penjajah sehingga negara ini merdeka dan mampu berdiri sendiri di tanah sendiri.

Untuk itu sangat perlu para pemimpin negara yang sekarang ini, lebih-lebih para generasi bangsa saat ini yang akan menjadi pemimpin negara di masa depan harus berkaca dan mengambil pelajaran dari para pendiri negari ini sebagai pegangan untuk membawa negara ini menjadi negara yang maju dan tidak diremehkan oleh bangsa lain. Saya sangat yakin jikalau pemimpin bangsa ini paham dengan nilai-nilai kebangsaan, maka kepuasaan akan dirasakan oleh warga negara itu sendiri. Maka pancasila harus dipahami bukan hanya dihapal oleh pemimpin bangsa ini untuk menciptakan negara yang harmonis ditengah perbedaan dan untuk menjadi negara yang maju, adil dan makmur. Untuk itu perlu juga kerjasama antar semua golongan atau organisasi, baik itu lembaga pendidikan formal dan non formal serta organisasi-organisasi kepemudaan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para generasi bangsa yang merupakan peralihan tongkat estapet kepemimpinan di negara ini nantinya.

BACA JUGA  TGB dan Pimpinan OIAAI Menerima Delegasi Majelis Dakwah Negara (MDN) Malaysia