Pembukaan Pra Perkanas Hamzanwadi-II

Pembukaan Pra Perkanas Hamzanwadi-II

Sinar5news.com   Hari ini (9/11/19) sekitar pukul 15:00 para peserta Pra Perkanas Hamzanwadi-II sudah kelihatan datang berbondong-bondong memasuki lapangan Pesantren NW Jakarta memakai seragam lengkap pramuka.

Sebelum memasuki arena Pra Perkanas, para peserta terlebih dahulu registrasi kehadiran di depan gerbang pintu masuk.

Satu-persatu peserta memasuki arena acara, sehingga selang beberapa menit kemudian lapangan sudah ramai dipenuhi seragam pramuka.

Kurang lebih satu jam lamanya registrasi kehadiran peserta berlangsung, setelah itu masuk kepada kegiatan inti pembukaan Pra Perkanas Hamzanwadi-II.

Pembukaan dihadiri oleh ibu dan bapak guru dari lembaga TK, MDI, SD, SMP, SMA, pengasuh pesantren, serta segenap karyawan yang ada dibawah naungan Yayasan Mi’rajush Shibyan NW Jakarta. Tak ketinggalan, hadir juga Ketua RW 03 Penggilingan Bpk. Suharjono ikut memantau jalannya pembukaan Pra Perkanas Hamzanwadi-II.

Dalam pembukaan tersebut, ditandai dengan pelepasan sepasang merpati berbulu putih oleh ketua yayasan mi’rajush shibyan NW Jakarta H.M.Suhaidi, dan Kepala SDI NW H.Sopawi.

Pelepasan sepasang merpati putih dalam pembukaan pra perkanas, memili beberapa pilosofis yang mendalam.

H.M.Suhaidi menjelaskan pilosofis dan tujuan dari pelepasan sepasang merpati putih, diantaranya;
Pertama; Putih adalah simbol kesucian, diharapkan hati para peserta Pra Perkanas putih bersih seperti bulu merpati, ikhlas dalam belajar.

Kedua; Sepasang burung menggambarkan Peserta Pra Perkanas Nahdlatul Wathan terdiri dari laki dan perempuan. Laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam belajar.

Ketiga; Pada masa Nabi Sulaiman, burung pernah mengambil peran sebagai pengantar surat ke putri balkis. Harapan kita dengan pelepasan merpati yang memiliki kemampuan terbang tinggi dan jauh menjadi simbol gambaran NW supaya menyebar jauh ke segala penjuru.

BACA JUGA  Jakarta Waspada Banjir ! Bendung Katulampa Siaga 1

Keempat; Mengambil I’tibar dari perkataan Imam Syafi’i. Ruh manusia itu jinak seperti jinaknya merpati. (fathi)

BACA JUGA  SYAIR INSPIRATIF (72) HAKIKAT SABAR

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA