PEMBUKAAN PENGAJIAN BULANAN PONPES NW GABUS BEKASI JAWA BARAT DENGAN MEMBACA HIZIB NAHDHATUL WATHAN

banner post atas

PEMBUKAAN PENGAJIAN BULANAN PONPES NW GABUS DENGAN MEMBACA HIZIB NAHDHATUL WATHAN

Senin, 22 Juni 2020 ba’da ‘isya Ponpes NW Gabus, Bekasi mengadakan kegiatan pembukaan pengajian bulanan yang diikuti oleh ratusan jamaah yang terdiri dari alumni Ponpes NW Jakarta, asatidz dan jamaah dari Gabus, Pulo Puter, Muara Gembong dan lainnya.

Acara pembukaan pengajian ini diisi dengan pembacaa Hizib Nahdlatul Wathan yang dipimpin oleh Bagus Yudha Pratama, alumni Ponpes NW Jakarta dan sekarang melanjutkan studynya di MDQH (Ma’had Darul Quran Walhadits) Ponpes NW Pancor, Lombok Timur NTB.

Iklan

Berdasarkan pantaun media Sinar5News.com terlihat sekali bacaan hizib yang dilantunkan berlangsung khusyu’ dan penuh penghayatan. Pembacaan hizib itu ibarat tanaman yang disiram air, maka tanaman itu menjadi segar, subur dan tumbuh dengan baik.

Demikian juga hati kita yang selama ini mungkin banyak mengalami himpitan dan tekanan akibat berbagai problematika yang dihadapi, sehingga timbullah kegelisahan yang menyengsarakan.

Nah, dengan bacaan hizib Nadlatul Wathan ini dapat menyinari hati manusia, sehingga menjadi hati yang suci dan jauh dari rasa resah gelisah yang banyak menghinggapi masyarakat modern seperti sekarang ini. Bahkan lebih dari itu, dengan bacaan Hizib NW ini, semua energi negatif yang ada dalam diri dan lingkungan sekitar, akan dilumpuhkan seketika dengan izin Allah SWT. Karena dalam bacaan hizib NW itu terkandung doa-doa yang sangat masyhur dari para Nabi, Imam dan waliyullah yang sangat besar manfaatnya bagi keselamatan hidup kita di dunia ini dan di akhirat nanti.

Setelah pembacaan hizib, acara ramah tamah dengan menikmati hidangan lezat yang telah disiapkan oleh para santri Ponpes NW Gabus. Setelah semua menikmati lezatnya makanan, semua jamaah mendengarkan petuah dan nasehat yang disampaikan oleh pendiri dan pimpinan Ponpes NW Gabus Drs, KH. Muhamaad Suhaidi, SQ.

BACA JUGA  Kerap Melakukan Pemerasan, Pria Paruh Baya Diringkus Tim Puma Polresta Mataram

Diantara petuah dan nasehat beliau adalah kita terus istiqamah berjuang membela agama Allah dengan segenap kemampuan yang kita miliki, baik dengan harta, tenaga, ilmu, maupun doa kepada Allah SWT.

Seandainya dalam kehidupan di dunia ada yang menghina, maka Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mengajarkan kepada kita dua sikap mulia yaitu mengucapkan syukur alhamdulillah. sekaligus innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Kita bersyukur karena kita tidak melakukan perbuatan tercela seperti orang itu dan kita mengucapkan innaa lillahi wainnaa ilaihi raaji’uun karena semua itu merupakan suatu ujian yang mesti dihadapi dengan sabar, semua kita kembalikan kepada Allah SWT. Inilah konsep hidup yang terlihat sederhana, tapi mengandung manfaat dan hikmah yang besar bagi pembentukan keperibadian yang Islami.

Di akhir petuahnya, beliau berpesan, “Bahwa kita ini bersaudara, mari kita jaga tali persaudaraan yang sudah terbina dengan terus berkasih sayang, menebarkan kedamaian, bekerja sama dan saling tolong menolong dalam segala keadaan yang diperlukan.

Kemudian beliau menutup perjumpaan ini dengan untaian doa yang indah. “Ya Allah jadikan pertemuan ini menjadi pertemuan yang Engkau ridhai, tolonglah kami dari segala kesulitan yang menimpa dan jadikanlah anak keturunan kami menjadi berbakti, taat pada agama, sukses dalam segala usaha dan cita-cita dan jadikanlah mereka menjadi pejuang NW yang senantiasa membela dan menegakkan agama Allah diamanapun berada. Aamiin (Amr)

Bekasi, 2 Dzulqa’dah 1441 H/23 Juni 2020 M