Operasi Yustisi 1.015 Orang Terjaring Razia Prokes Covid-19.

Foto : Drs.H.M.Juaini Taufik,M.AP (Sekertaris Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur).
banner post atas

Sinar5news.Com – Selong – Viralnya pelaksanaan senam Zumba di Sport Hall Masbagik yang diniliai tidak mengindahkan protocol kesehatan Covid-19 membuat Tim Gugus Tugas Covid Lombok Timur mengambil langkah cepat untuk mengatensi kegiatan senam yang sebagian besar pesertanya tidak menggunakan masker.

Sekertaris Tim Gugus Tugas Covid Lombok Timur H.M.Juaini Taofik bersama Kapolres AKBP.Tunggul Sinatrio,S.I.K,M.H dan Dandim 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Agus Prihanto Donny,S.sos, selaku wakil ketua Gugus Tugas memberikan keterangan kepada Awak Media di ruangan Media Center Polres Lombok Timur. Senin (28/09/2020).

Foto : Tim Gugus Tugas Covid-19 lombok Timur,Memberikan Keterangan Pers. Terkait Kelompok Senam Zumba Yang Tidak Menaati Protokol Kesehatan Covid-19.

Menurut H.M.Juaini Taofik yang juga Sekda Lombok Timur, menjelaskan memang sejak tanggal 14 September 2020 pihaknya sudah tidak lagi berada pada tataran sosialisasi tetapi sejak tanggala tersebut pihak Gugus Tugas sudah masuk dalam tahapan Operasi Yustisi.

Iklan

“Dari sejak kita melakukan operasi yustisi sampai dengan saat ini sudah 1.051 orang yang terjaring dan sesuai dengan standar kita Perda No.7 tahun 2020 dan pelaksanaannya dilakukan dengan Perbup No.50 tahun 2020. Ada dua sanksi yang dapat diberikan kepada pelanggar, yakni sanksi denda dan sanksi social. Dari 1.015 yang terjaring, ada 166 orang yang memilih sanksi denda, sedangkan sisanya lebih memilih sanksi social,” Ungkap Sekda Juaini Taofik.

Ia juga menambahkan uang denda yang dikeluarkan oleh pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 sudah langsung diterima oleh Bappenda Provinsi Nusa Tenggara Barat(NTB) sedangkan yang 849 orang memilih sanksi Sosial.

Sedangkan mengenai pelaksanaan senam Zumba yang viral di media social tersebut, Sekertaris Gugus Tugas memastikan bahwa kegiatan tersebut telah melanggar aturan protocol kesehatan, terutama pada tidak menerapkan aturan jaga jarak.

“Karena saat ini kita berada dalam ranah penegakan yustisi maka kami pastikan penyelenggara atau penanggungjawab kegiatan itu akan dikenakan sanksi, sebagaimana  yang lainnya. Sekali lagi pada prinsipnya kami akan mengenakan sanksi kepada penyelenggara sebagaimana sanksi kepada warga kita yang 1.015 orang tersebut,” Terangnya.

BACA JUGA  SIFAT ALLAH (17) AR RAZZAQ (MAHA MEMBERI RIZKI), ADZ DZARIYAT 58

Sementara itu Kapolres Lombok Timur AKBP.Tunggul Sinatrio, dalam keterangannya menyampaikan penanggungjawab pelaksanaan senam zumba itu tidak melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas maupun pihak kepolisian.

“Pelaksanaan senam zumba dilakukan tanpa koordinasi dengan Gugus Tugas maupun pihak kepolisian, kemudian penyelenggara sendiri melanggar protocol kesehatan covid-19, dan ini menjadi pelajaran kita semua demi untuk kesehatan kita. Sehingga kedepan segala macam kegiatan digedung-gedung hendaknya selalu menaati protocol kesehatan,” kata Kapolres.

Ia juga memberikan contoh kepada tempat-tempat ibadah, yang  sudah sebagian besar menaati protocol kesehatan covid-19, terutama dalam jaga jarak. Karena seperti diketahui Kapolres Lombok Timur Tunggul Sinatrio cukup inten untuk dating sholat berjamaah setiap waktu ke Majdi-Masjid yang ada diwilayah hokum polres Lotim.         

“Kalau kita melihat ditempat-tempat ibadah Insya Allah kita melihat sudah mulai ada jarak yang ditandai dengan adanya tanda-tanda silang disetiap Masjid, sebagai tanda penerapan protocol kesehatan. Dan kita berharap ditempat-tempat yang lainnya juga harus menaati protocol kesehatan,” Pungkasnya.

Dalam Peraturan Bupati No.50 tahun 2020 dimana dijelaskan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan dengan menghadirkan lebih dari 30 orang, maka pihak penyelenggara suatu kegiatan harus memberitahukan atau berkoordinasi dengan pihak Gugus Tugas tentang akan dilaksanakannya kegiatan yang menghadirkan puluhan orang.(Bul)