Ngopi Nogbrol Opini Model Forum Kebangsaan “Menata Negara dari Keruetan Mafioso”

Ngopi Nogbrol Opini Model Forum Kebangsaan “Menata Negara dari Keruetan Mafioso”

Sinar5news.com – Jakarta – Pesta dukungan dan  deklarasi calon presiden  sudah  mulai membahana di seantero Nusantara walaupun hajatan Pilpres masih dua tahun lagi. Berbagai macam jurus model dan gaya sudah mulai ditempuh tim sukses masing-masing  calon. Dunia media sosial penuh sesak dengan iklan, mengagumi calon masing-masing, sungguh sangat menakjubkan. Pembelaan terhadap calon agar terlihat hebat, mampu dalam semua hal, terkadang tidak masuk akal sehat.  Itulah bahasa iklan yang terpenting  keluar sebagai pemenang walaupun terkadang menyinggung dan memojokkan rivalitas. Model seperti ini tentu sangat jauh  dari nilai budaya dan ajaran Pancasila yang moderat dan toleran.
 
 Silahkan berbeda, tapi jangan saling menjatuhkan apalagi menghujat. Pancasila sebagai dasar bernegara ideologi bangsa dimana semua kebijakan bernegara berdemokrasi mau dari tingkat paling rendah sampai level paling tinggi tetap bernafaskan  Pancasila. Santun, egaliter, berperikemanusiaan, berperadaban.  berbeda  itu keniscayaan, keindahan, yang terpenting saling menghormati, menghargai pilihan. Karena perbedaan adalah muzaiq Nusantara hazanah khatulistiwa kita. Bangsa Indonesia indah karena penuh warna. Baik kepercayaan, suku, adat istiadat, bahasa, budaya, serta pilihan kita. Bhineka Tunggal Ika.
 
Akhir akhir ini, setiap mau menjelang pemilukada baik di level daerah sampai pusat selalu menyisakan teroma jejak digital yang saling serang antar pendukung satu dengan yang lainnya. Yang sudah keluar jauh dari nilai dan budaya kita bangsa Indonesia yang sangat santun, ramah, toleran terhadap perbedaan. Budaya keramahan sosial ini, sudah dikenal dunia oleh mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Ironinya, keramahan dan kesantunan sosial ini yang sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia ajaran leluhur. Lambat laun dengan hadirnya demokrasi ala barat ini, Indonesia bisa tercabut dari budaya sendiri. Dan ini akan sangat mahal harganya dapat merusak, merugikan bangsa sendiri.
 
Penting kemudian Indonesia memikirkan dampak negative dari kondisi ini, harus ada langkah antisipatif untuk meredam gejolak sosial pasca pemilu kada. Dengan penyederhanaan partai adalah cara yang paling memungkinkan, sehingga gelombang pemburu rekom partai saat pemilu kada dapat di minimalisir. Sehingga jual beli rekomendasi yang syarat dengan kepentingan politik uang sudah harus dihentikan di bumi para wali ini. untuk memperbaiki pelayanan yang prima pada rakyat selaku pemberi mandat kepemimpinan. Karena orientasi pemimpin yang dilahirkan dengan  uang pemilik modal akan menghamba pada pemilik uang. Inilah yang terjadi di negri tercinta ini, dari anggaran yang sesungguhnya untuk membangun 100% yang tersisa tinggal 40%. Sementara 60% sudah hilang dibawa kabur gendruwo senkuni dan sejenisnya.
 
Inilah kemudian yang menjadikan negri surgawi  ini, negri paling subur makmur di jagat, rakyatnya hidup terlunta – lunta, miskin di negri kaya raya. Rakyat harus sadar bangkit melawan, karena penjajahan di bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan prikeadilan. Demikian bunyi amanat UUD’45, rakyat harus bersatu padu bahu membahu menghadirkan pemimpin yang dapat diteladani baik perkataan dan perbuatannya. Pemimpin yang sadar akan tanggung jawabnya melayani rakyat, hadir dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Bukan buat partai apalagi pemodal. Tapi semata – mata untuk rakyat.
 
Dalam kasus pemilu kada pasca pandemi ini semua akan serba kurang normal. Akan sangat rentan dengan permainan dan jual beli suara. Inilah salah satu kelemahan demokrasi hari ini  yang tidak sesuai dengan demokrasi Pancasila yang bersifat permusyawwaratan perwakilan yang belum sepenuhnya  bangsa Indonesia terapkan dalam sistem pemilukada. Demokrasi yang sekarang Kita lakukan lebih banyak mengeluarkan ongkos politiknya. Sehingga, tidaklah mengherankan seorang yang siap maju di kancah perpolitikan nasional harus siap dengan modal besar.  Akibatnya, orang profesional, jujur di bidangnya akan sulit maju karena tidak memiliki uang.  
 
Menurut pandangan Presiden forum Kebangsaan pada kajian kebangsaan hari ini, mengajak semua elemen bangsa, untuk merumuskan model pemilu kada yang epektif efesien. Agar warga bangsa yang mumpuni di bidangnya, jujur mengabdi untuk negri, melayani rakyat setulus hati dapat maju sebagai kandidat pemimpin negri ini.  Guna menghadirkan arah pembangunan dan tujuan kita bangsa indonesia merdeka upaya mewujudkan janji leluhur kita, menuju bangsa yang berkeadilan sejahtera lahir batin. Dapat dinikmati oleh semua warga bangsa. Oleh karena itu,  memberi ruang untuk lebih banyak kandidat dari independen maju diseluruh Indonesia dengan lebih menyederhanakan syarat mereka untuk maju suatu keharusan. Hanya dengan cara demikian partisipasi politik warga bangsa khususnya dari kalangan profesional akan banyak terjaring.
 
Bangsa Indonesia harus sudah  melakukan pormulasi baru penyederhanaan partai di negri ini.  Cukup dua atau tiga partai yang ada sudah cukup mewakili warga bangsa,  untuk memudahkan arah kepemimpinan nasional yang lebih simpel, moderat dan adil. Meminimalisir ongkos pemilu yang lebih efektif dan efesien, kembali dibawah kepemimpinan perdana mentri  kerja birokrasi di negri ini dapat  dibenahi untuk percepatan menuju cita-cita pendiri negri. Dengan memperbaiki sistem ini percepatan dan trobosan akan lebih mudah dan sejalan dengan Pancasila. Haluan roal map pembangunan jangka pendek, menengah maupun panjang harus dibuat sebagai pedoman bagi persiden dan kepala daerah melakukan percepatan pembangunan. Dengan demikian tidak ada lagi istilah ganti pimpinan ganti kebijakan yang dapat merusak tatanan birokrasi. 
 
Pemimpin itu haruslah seperti pohon yang akarnya kuat menghujam ke bumi diterpa angin badai tetap kuat berdiri kokoh, batangnya besar, ranting dan daunnya rindang, buahnya lebat lagi manis dimakan. Jika akar diibaratkan kedalaman intelektual, visioner, Ulul Albab. Batangnya adalah negarawan mengutamakan kepentingan rakyat banyak daripada golongan dan keluarga. Dahan dan ranting kemampuan kerjasama kolaboratif, profesional dan kebijaksanaan. Buah yang lebat lagi enak adalah kemakmuran keadilan bagi seluruh rakyat dapat dirasakan oleh semua. Inilah ciri dan tipe pemimpin yang diidamkan oleh semua manusia di bumi.
 
Jalan keluar dari kondisi problematika yang ruet ini : Pertama, Pilpres akan datang akan bisa dilaksanakan manakala calon yang melanjutkan kepemimpinan Indonesia dapat membereskan hutang negara. Kedua, Mengembalikan hukum adalah panglima tertinggi dan bagi pelaksana negara abdi negara yang melanggar hukum harus lebih berat dari pada rakyat biasa yang tidak menjabat. Ketiga, Penyederhanaan partai mutlak dibutuhkan. Keempat, Kembali ke perdana menteri selaku kepala kepemerintahan. (red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA