MUTIARA HIKMAH (36) AMALAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN MUHARRAM Oleh : Abu Akrom

banner post atas

Dalam perputaran waktu malam dan siang ternyata memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam khususnya. Islam sangat menghargai waktu dan tidak boleh ada waktu yang sia-sia, semua mesti diisi dengan sesuatu yang bermakna bagi dunia dan akhirat. Saking pentingnya yang nama waktu, dalam Al Quran Allah SWT banyak bersumpah dengan berbagai waktu yang ada. Mulai dari waktu pagi, siang, sore sampai malam. Ini menunjukkan betapa pentingnya yang namanya waktu dalam kehidupan di dunia ini.

Termasuk pergantian hari, pekan, bulan dan tahun, ini adalah waktu-waktu yang mestinya dapat kita isi dengan amal shalih yang telah disyariatkan kepada kita. Apalagi saat ini kita telah memasuki tahun baru 1 Muharram 1442 Hijriyah. Dalam Al Quran surat At Taubah 9:36 dinyatakan bahwa bulan Muharram adalah termasuk 4 diantara bulan haram (bulan yang suci, mulia dan wajib dihormati).

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ..

Iklan

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu…”. (QS. At Taubah: 36).

Dalam sejarah disebutkan pada bulan Muharram banyak sekali peristiwa besar yang terjadi diantaranya; Khalifah Umar Bin Khattab R.A. menetapkan sebagai tahun baru Islam atau penetapan kalender Hijriah, Nabi Adam a.s bertaubat kepada Allah SWT atas pelanggarannya di dalam surga yang mengakibatkannya diturunkan ke bumi, Nabi Nuh a.s diselamatkan Allah SWT dari banjir besar yang belangsung selama 6 bulan, Nabi Ibrahim a.s diselamatkan Allah SWT dari Raja Namrud yang akan membakarnya, dengan mendinginkan api yang membakar nabi Ibrahim, Nabi Musa a.s menerima kitab Taurat dari Allah SWT, Terbelahnya laut merah sebagai mu’jizat dari Allah SWT kepada nabi Musa a.s untuk menyelamatkan diri dan para pengikutnya dari kejaran tantara Firaun.

Dengan melihat betapa banyaknya peristiwa besar pada bulan Muharram ini, maka mari kita isi dengan berbagai amal shalih, sehingga kita mendapatkan keistimewaan yang tekandung didalamnya.

BACA JUGA  Prof H Agustitin: PUAS MEMBENTUK PRIBADI YANG TANGGUH DAN PENGAMPUN

1. Puasa Sunah Asyura menhapus dosa setahun yang lalu

Hal ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah yakni sebagai berikut :
“Puasa yang paling mulia setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam.” (HR. Muslim)

Zaman dahulu Rasulullah Saw juga melaksanakannya dan menganjurkan umatnya untuk ikut melaksanakan ibadah yang beliau lakukan.”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

2. Melaksanakan Ibadah Puasa Sunah Tasu’a

Dalam bulan Muharram terdapat anjuran mengenai pelaksanaan puasa sunah tasu’a pada hari kesembilan di bulan Muharram tersebut. Dahulu Ibnu Abbas pernah mengatakan kepada Rasulullah Saw berikut ini bisa anda simak :

”Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.” Selanjutnya Rasulullah Saw menjawab dan menjelaskan : “Apabila tahun depan insya Allah kita akan berpuasa dengan tanggal 9 (Muharram).”Kemudian Ibnu Abas berkata kembali kepada Rasulullah Saw seperti ini :“Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.” (HR. Muslim no. 1134/2666)

3. Melaksanakan Ibudah Puasa Sunah 11 Muharram

Berdasarkan pendapat dan kesepakatan para ulama mengenai puasa tanggal 11 muharram diperbolehkan. Berikut ini hadits yang berkaitan dengan hal tersebut :
“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi. Berpuasalah sebelumnya atau berpuasalah setelahnya satu hari.” (HR Ahmad no. 2153, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 8189)

4. Bulan Muharram Merupakan Bulan Yang Agung

Bulan Muharram adalah syahrullah (Bulan Allah), bulan yang diagungkan dan dimuliakan di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, dengan sudah mengetahui keistimewaan bulan haram ini (salah satunya Muharram) semoga kita semakin takut akan perbuatan-perbuatan maksiat.

5. Memperbanyak Sedekah

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah : 195)

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah : 215)

BACA JUGA  40 HADITS IMAM NAWAWI : HADIST KE 1

6. Menyambung Silaturahmi

“Barang siapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya.” [Muttafaqun ‘alaihi]

“Orang yang menyambung silaturahmi itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus.” [Muttafaqun ‘alaihi]

7. Menjenguk Orang Sakit

Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

8. Berziarah Kepada Ulama

“Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian.” (HR. Muslim no.108, 2/671)

9. Menambah Nafkah Terhadap Keluarga

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An Nisa: 34).

10. Menyantuni Anak Yatim

“Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.” (HR. Bukhari no. 5304)

11. Membaca Al Quran Khususnya Surat Al Ikhlas Sebanyak 1000 Kali

“Sesungguhnya seseorang mendengar orang lain membacanya dengan mengulang-ulangnya, maka tatkala pagi harinya, ia mendatangi Rasulullah dan menceritakan hal itu kepadanya, dan seolah-olah orang itu menganggap remeh surat itu, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga al Qur`an.” (HR al Bukhari, 4/1915 no. 4726)

Sumber : https://dalamislam.com/info-islami/keistimewaan-bulan-muharram

Bekasi, 10 Muharram 1442 H/29 Agustus 2020 M