Sinar5fakta – Hay Sobat !! Ir. Soekarno ialah sosok kharismatik yang hingga kini namanya masih terukir indah dalam catatan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Siapa yang tidak mengenal sosok satu ini, mulai dari yang muda hingga yang tua semua kalangan kenal dengan bapak proklamator ini. Berikut kita rangkum fakta tentang Kilas Hidup Presiden Soekarno.
A. Masa Kecil
Ir. Soekarno dikenal sebagai salah seorang tokoh yang memegang peran dalam kemerdekaan, beliau juga menjabat sebagai pertama Indonesia.
Lahir di Surabaya 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo. Ia merupakan anak yang berprestasi sejak kecil bahkan Soekarno mampu menguasai begitu banyak bahasa sehingga dikenal dengan kecerdasannya di mata dunia.
Masa kecil Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Karno ini bersama kedua orang tuanya di Blitar tidak dihabiskan dalam waktu lama. Ayahnya adalah Raden Soekemi Sosrodihardjo yang merupakan seorang guru di Jawa, tepatnya di Surabaya. Sedangkan Ibunya adalah Ida Ayu Nyoman Rai yang asalnya dari Buleleng, Bali. Selanjutnya Beliau tinggal dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjoko yang ada di Tulung Agung, Jawa Timur. Beliau sempat bersekolah di sana meski tidak hingga selesai lantaran kembali ikut orang tuanya ke Mojokerto.

B. Pergerakan
Pada masa pergerakan nasional dimana di tahun 1926 Soekarno muda mendirikan Algemene Studie Club yang ada di Bandung. Ternyata organisasi ini jadi awal mula mendirikannya Partai Nasional Indonesia dimana didirikan di tahun 1927. Ternyata organisasi ini jadi awal mula mendirikannya Partai Nasional Indonesia dimana didirikan di tahun 1927. Selanjutnya aktivitas Soekarno di Partai Nasional Indonesia pun menyebabkannya ditangkap oleh Belanja pada Desember 1929 lalu memunculkan pledoi fenomenal saat itu yaitu Indonesia Menggugat. Beliau kemudian dibebaskan saat 31 Desember 1931.

Selanjutnya Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia atau Partindo pada Juli 1932 dimana partai ini adalah pecahan Partai Nasional Indonesia. Karena aktivitasnya ini, Soekarno pun kembali ditangkap pada Agustus 1933 lalu diasingkan ke Flores. Pada kondisi ini, Soekarno pun hampir dilupakan para tokoh nasional karena lokasinya yang jauh dan terasing. Meski begitu, semangat Soekarno pun tidak pernah runtuh meski dalam pengasingan yang bisa tersirat dari setiap surat ke Ahmad Hassan yang merupakan Guru Persatuan Islam. Biografi Soekarno masih berlanjut dalam masa pengasingan yang dipindahkan ke Provinsi Bengkulu di tahun 1938. Soekarno pun bisa bebas di masa penjajahan Jepang di tahun 1942.
Ketika awal masa penjajahan Indonesia oleh Jepang sekitar tahun 1942 sampai 1945, pemerintah Kepang masih belum memperhatikan tokoh dari pergerakan Indonesia. Hal ini bisa terlihat dari Gerakan 3A yang tokohnya adalah Shimizu dan Mr. Syamsuddin dimana mereka berdua kurang populer. Tapi pada akhirnya pada masa pemerintahan Jepang, tokoh Indonesia ini kemudian mulai diperhatikan lalu dimanfaatkan juga mulai dari Soekarno, Moh Hatta dan masih banyak lagi beserta organisasinya, sehingga diusahakan bisa menarik perhatian dari penduduk Indonesia.
Disebutkan ragam organisasi mulai dari Jawa Hokokai, BPUPKI, Pusat Tenaga Rakyat (Putera) hingga PPKI dengan tokoh mulai dari Soekarno, Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, hingga K.H Mas Mansyur dan tokoh yang lainnya yang aktif dalam aktivitas pergerakan nasional. Akhirnya, para tokoh nasional ini kemudian bekerja sama bersama pemerintah Jepang dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Meski begitu, tetap ada yang melakukan gerakan bawah tanah yaitu Amir Sjarifuddin dan Sutan Syahrir, mengingat mereka menganggap jika Jepang merupakan fasis berbahaya.
C . Momen Proklamasi
Salah satu peristiwa yang menjadi tonggak sejarah adalah pengasingan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Orang yang mempelopori peristiwa ini adalah kaum pemuda yang saat itu mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.
Akhirnya setelah melewati berbagai perundingan dengan banyak tokoh pejuang, pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno membacakan teks proklamasi untuk menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara yang berdaulat. Peristiwa ini disambut dengan suka cita seluruh rakyat Indonesia yang bisa lepas dari belenggu penjajah setelah ratusan tahun. Setelah itu Soekarno pun diangkat menjadi Presiden Pertama Indonesia dan Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden Pertama Indonesia.
Kemerdekaan ini pula tidak lepas dari jasa, darah dan keringat perjuangan para pahlawan. Nah jadi gitu sobat, sebagai generasi yang akan meneruskan perjuangan bangsa penting bagi kita untuk mempelajari sejarah lho. Jangan bosen belajar dan jangan lupa bersyukur gays. (MS)



