Mencari Negarawan Berkualitas 

banner post atas
Sinar5news.com – Jakarta – Pemilukada serentak yang dilaksanakan di sembilan provinsi, duaratus duapuluh empat kabupaten dan tigapuluh tuju kota, Sudah selesai diselenggarakan. Dari rangkaian proses melalui pertemuan, debat calon, kampenye offline dan online sampai hari tenang menuju waktu pencoblosan semua berjalan lancar terkendali. Semua warga dan pemilih sudah melakukan pilihannya secara lansung, umum, bebas, rahasia. dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat disemua TPS. 
 
Banyak fenomena menarik, terutama yang dihasilkan dirilis  Bawaslu. Berbagai macam bentuk pelanggaran, dan temuan di lapangan bahwa. Pemilukada masih tetap ditemukan banyak pelanggaran, terutama politik uang, tekanan terhadap ASN bagi incamben atau para pendukung dinasti, untuk menggiring suara rakyat memenangkan salah satu kandidat. 
 
Data inpiris tadi perlu menjadi catatan untuk ditindaklanjuti aparatur, sehingga Pemilukada ke depan dapat lebih jujur, adil dan bermartabat. Sehingga kekuasaan betul murni hasil pilihan rakyat, berdasarkan prinsip demokrasi langsung, umum, bebas rahasia. Tanpa ada tekanan dari pihak manapun.
 
Kini Pemilukada sudah usai, tugas berat menanti para pemimpin daerah yang berhasil lolos sebagai pemenang. Kualitas negarawan semua calon akan lansung diuji. Dengan melayani semua warganya, baik pendukung maupun lawan pada saat bertarung.  saat ini dan untuk masa akan datang, semua warga sudah menjadi bagian dari wilayah yang juga harus diperhatikan untuk di bina,  dikaryakan, diajak ikut terlibat dalam membangun daerah secara bersama sama. Inilah esensi dari pertarungan ada kalah ada yang menang. Dalam khazanah tradisi budaya Nusantara, kalah menang hanyalah sementara tapi pada dasarnya semua ikut terlibat gotong royong membangun negri dan daerah. Inilah yang membedakan demokrasi ala barat dengan demokrasi Pancasila. Selesai bertarung semua melebur menjadi satu. persatuan Indonesia. Ajaran dan falsafah Pancasila harus menjadi landasan pijak.
 
Sebagaimana yang kita rasakan bersama, eporia kemenangan tidak begitu menggema. Mungkin karena suasana covid yang melarang warga berkerumun dan juga kondisi perekonomian yang lumpuh. Seyogyanya yang kalah bertarung segera mengucapkan selamat untuk yang menang, sementara yang menang harus merangkul yang kalah untuk kemudian bersama memajukan daerah tanpa ada diskriminasi. Terhadap pemimpin yang lama, bagi pemimpin baru hendaklah berkomunikasi melanjutkan pembangunan yang bagus untuk rakyat dan memperbaiki yang kurang baik untuk kesejahteraan warga.  Hanya dengan semangat gotong royong bersama dalam menjalankan roda pemerintahan antar semua warga masyarakat. tanpa membedakan suku, agama, warna kulit seiring dengan semangat kebhinekaan Indonesia akan jaya. Inilah cara kita anak bangsa yang bernama NKRI
 
Selanjutnya untuk pemenang untuk bersiap siap berlari bekerja keras. untuk menyiapkan diri jasmani rohani, untuk melakukan kerja nyata. sesuai agenda dan visi misi yang sudah mereka buat, sebagaimana yang dikampanyekan sebelum terpilih. Janji janji tersebut mesti kita kawal semua warga masyarakat, agar terealisasi tepat sasaran dan sesuai waktunya.
 
Sebagai catatan forum kebangsaan untuk kandidat yang menang, agar pembangunan diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat. bukan untuk pribadi, golongan dan partai pengusung belaka, tapi pembangunan untuk dihadirkan bagi seluruh rakyat. Inilah tradisi dan budaya Pancasila. Selamat mengabdi menjadi pelayan rakyat bagi semua pemenang. Semoga senantiasa sehat berkah selamat.
 
Dir. Presidium Forum Kebangsaan : Samianto athar
 
 
BACA JUGA  Tantangan Menjaga Kebebasan Beragama dan Berpendapat Dalam Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai