Melanjutkan Tidur dan Bermimpi atau Bangun dan Mengejarnya

banner post atas

Setiap manusia yang terlahir ke alam dunia telah Allah SWT tetapkan baginya tiga perkara diantaranya rizki, jodoh, dan juga kematian. Akan tetapi, bukan berarti manusia bersikap pasrah dalam menjalani kehiduannya sehari-hari. Dibutuhkan usaha/ikhtiar dalam mewujudkan setiap keinginan dan impian.

Tugas manusia di alam dunia tidak lain hanya untuk Beribadah sesuai perintah Allah SWT yang tertulis jelas di dalam Al-Qur`an pada surat Az-Zariyat ayat 56 :
وما خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
´´Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menghambakan diri (beribadah) kepadaku“.

Ibadah dalam makna yang luas bahwa setiap yang kita lakukan dari bangun tidur sampai kita tertidur kembali bahkan saat kita sedang tidurpun semua bisa bernilai ibadah apabila kita niatkan semuanya untuk kebaikan dan karena Allah SWT.
Seperti saat para pembaca membaca tulisan singkat ini, memang sangat terkesan tidak bermakna, namun apabila kita dapat mengamalkan isi dari setiap pesannya insya Allah akan bernilai pahala terhadap Allah SWT.

Iklan

Begitupun dengan hal-hal terkecil sekalipun yang bisa kita lakukan dan bermanfaat baik bagi diri kita, keluarga, dan masyarakat di sekitar kita insya Allah semuanya akan bernilai ibadah.
Untuk itu, ´´setiap pagi kita memiliki dua pilihan, melanjutkan tidur dan bermimpi, atau bangun untuk mengejar dan mewujudkannya“. Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Tetap menjadi seorang pemimpi atau bangkit berusaha untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah SWT.

Uje
Ahad, 16 Shafar 1442 H / 4 Oktober 2020

BACA JUGA  Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 22) Adanya Dokumen Tentang Kewalian Maulana Syaikh