Maulana Syaikh Pahlawan Pendidikan dan Kemerdekaan

Maulana Syaikh Pahlawan Pendidikan dan Kemerdekaan

Nahdlatul Wathan adalah salah satu organisasi yang didirikan oleh tokoh agama dan tokoh pejuang kemerdekaan republik Indonesia. Dari namanya sudah bisa diambil sebuah pemahaman terhadap pemikiran dan tujuan didirikan oleh pendirinya. Nahdlah artinya kebangkitan, Wathan artinya tanah air. Nahdlatul Wathan dapat diartikan dengan kebangkitan tanah air. Nama ini sangat sesuai dengan tujuan kepulangan pendiriannya dari menuntut ilmu di madrasah Shaulatiah Makkah Al-Mukarramah.

Setelah 12 tahun lamanya menuntut ilmu, beliau disuruh pulang oleh Masyaikhnya untuk mengabdi di tanah air nya Indonesia. Padahal pada waktu itu pendiri Nahdlatul Wathan masih ingin melanjutkan pendidikannya, namun Masyaikhnya tetap menolak keinginan dan segala bentuk argumentasi yang diajukan supaya diizinkan untuk melanjutkan pendidikannya. Karena menurut Masyaikhnya, bahwa perannya di Indonesia akan lebih bermanfaat bagi pengembangan keilmuan dan pemberdayaan masyarakat dari pada tetap di Makkah Al-Mukarramah.

Setelah semua penolakan dan argumentasi dari Masyaikhnya, akhirnya pendiri Nahdlatul Wathan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pulang ke kampung halamannya Pancor Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Indonesia dan mulai mengabdikan dirinya di tengah masyarakat. 

Setelah lama berkiprah ditengah masyarakat dan mendapat perhatian dan reputasi, akhirnya pada tahun 1934 M. Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan Pesantren Al-Mujahidin yang secara bahasa dapat diartikan sebagai “para mujahid / para pejuang”. Karena pada masa itu, masyarakat masih sangat terbelakang dan terpuruk dari segi keberagamaan dan pendidikan oleh pengaruh kolonialisme Belanda dan invasi (pendudukan) kerajaan Hindu yang cukup lama. Maka keadaan terpuruk tersebut dibutuhkan perjuangan yang super ekstra dalam membangun pemahaman keagamaan, kemasyarakatan dan kebangsaan.

Perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam melawan keterpurukan tersebut tidak hanya terhenti sampai mendirikan Pesantren Al-Mujahidin, beliau mengoptimalkan model pendidikan yang diterapkan dengan mendirikan madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyyah (NBDI) pada tanggal 17 Agustus 1936, dan mendirikan madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyyah (NBDI) untuk kaum perempuan pada tanggal 21 April 1943.
Dalam mendirikan Madrasah tersebut, Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menghadapi tantangan yang sangat luar biasa. Di samping semakin naiknya reputasi beliau, juga dibarengi dengan banyaknya timbul gejolak dari para tokoh yang merasa tersaingi dengan gerakan dan kemajuan yang beliau capai. Para tokoh yang merasa tersaingi berupaya menghasut wali santri dari murid-murid Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid supaya menarik tanah yang sudah diwakafkan untuk pembuatan madrasah. Wal hasil, sebagian tanah wakaf yang sudah diwakafkan untuk madrasah kembali ditarik. Bukan sekedar itu, beliau juga diberhentikan dari jabatan yang sangat bergengsi di masa itu, yaitu menjadi khatib dan imam di Masjid Jami’ Pancor Lombok Timur, lantaran tekadnya yang kuat untuk mendirikan Madrasah. Semua itu dihadapi dengan sabar dan terus melanjutkan langkahnya, sehingga menuai hasil yang diinginkan berdirinya madrasah NWDI dan NBDI.

Berdirinya dua Madrasah tersebut tidak luput dari sorotan orang yang merasa benci dan tidak suka. Ternyata kebencian tersebut masih terus dinampakkan secara nyata-nyata dengan merobohkan dan mengadakan pembakaran terhadap madrasah yang dibangun olehTuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Lagi-lagi karena berkat kesabaran, ketekunan dan niat yang tulus, Allah memberikan pertolongan-Nya kepada beliau, sehingga dua madrasah itu tetap eksis. Disini bisa kita lihat, bahwa beliu adalah termasuk pejuang (mujahid) yang ulet dan istiqamah dalam menjalankan visi misinya. Walau ombak menerjang dan angin terus menggoyang, beliau tetap teguh dalam tujuannya sehingga tetap eksis NWDI dan NBDI.

Laksana dua perahu yang berada diatas air laut yang sudah diterjang ombak dan digoyang angin, namun masih tetap utuh dalam kondisinya, madrasah NWDI dan NBDI terus berjalan dan eksis dalam mencetak generasi penerus agama dan bangsa dalam bimbingan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Badai sudah berlalu dari arah internal yaitu orang yang tidak suka dengan keberadaan madrasah, datang silih berganti badai dari eksternal yaitu penjajah Jepang yang khawatir terhadap terusiknya eksistensinya karena perkembangan dua madrasah tersebut. Pemerintah Jepang terus mengawasi perkembangan madrasah NWDI dan NBDI melalui kontrol yang dilakukan berkali-kali terhadap pendiriannya. Beberapa kali utusan penjajah Jepang mendatangi Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mencari-cari alasan supaya madrasah tersebut ditutup dengan cara mengajukan berbagai bentuk pertanyaan kepada beliau. Adapun diantara model pertanyaannya adalah menyangkut tentang :
1. Apa maksud dari pendirian madrasah NWDI dan NBDI.
2. Apa saja materi yang diajarkan di madrasah tersebut.
3. Mengapa B. Arab yang diajarkan di madrasah tersebut.
4. Termasuk juga yang menjadi bahan pertanyaan adalah autput dari madrasah tersebut akan manjadi atau menjabat dimana.

Semua pertanyaan tersebut tentunya muncul dari adanya kecurigaan dan kekhawatiran terhadap eksistensi dan perkembangan madrasah tersebut yang dikhawatirkan akan menimbulkan bahaya terhadap eksistensi penjajahan pemerintah Jepang di tanah Lombok. Semua model pertanyaannya yang dikemas dengan hentakan tersebut dapat dihadapi dan diatasi dengan kepandaian beliau dalam berdiplomasi, sehingga membuat utusan Jepang kelabakan dan nampak kehabisan pertanyaan. Hal ini tidak membuat Jepang puas dan jera dari memperhatikan perkembangan NWDI dan NBDI. Kembali tekanan dari pemerintah Jepang dengan memberikan instruksi melalui telegram dari penguasa Jepang di Bali, supaya madrasah tersebut diizinkan beroperasi, namun namanya diganti dengan sekolah imam dan penghulu.

Semua itu tidak membuat Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul menjadi mundur dari langkah perjuangannya. Diam-diam beliau mempersiapkan perlawanan terhadap Jepang melalui pergerakan bawah tanah yang diberi nama Gerakan Mujahidin. Gerakan tersebut dipimpin oleh Tuan Guru Haji Muhammad Faisal dan Tuan Guru Haji Ahmad Rifa’i yang mengadakan penyerangan terhadap markas NICA (Netherlandche Indies Civil Administration) di Selong Lombok Timur yang berkekuatan sekitar 500 orang. Dalam penyerbuan tersebut, Tuan Guru Haji Muhammad Faisal, adik kandungnya dari Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menjadi Syahid beserta dua muridnya, yaitu Sayyid Muhammad dan Abdullah. Sedangkan Tuan Guru Haji Ahmad Rifa’i dan Muhammad Yusi Muhsin seorang ustadz di madrasah NWDI dan NBDI ditangkap dan ditahan di Bali.

Perjuangan tidak berhenti sampai disitu, Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid terus melakukan perjuangannya dengan membangun relasi dengan para Tuan Guru yang mendukung pemikirannya, serta disirami dengan pembacaan Hizib sebagai ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT.

Langkah ini membuahkan hasil yang gemilang, sehingga sampai terbentuk organisasi Nahdlatul Wathan (NW), berdiri banyak sekali cabang-cabang madrasah dari NWDI dan NBDI. Semua keberhasilan yang telah dicapai merupakan hasil jihad (perjuangan) Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul yang diiringi dengan niat yang tulus, sehingga mendapatkan pertolongan Allah SWT. Beliau berjuang mengatasi keterpurukan ummat dan tindasan dari penjajahan Jepang merupakan wujud dari realisasi nama pesantrennya Al-Mujahidin, dan bentuk nyata dari arti nama Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air), mengajak masyarakat bangkit dari keterpurukan pendidikan dan tekanan penjajahan Jepang.

Bila kita simpulkan, bahwa hidup Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid penuh dengan perjuangan yang sangat besar. Perjuangan tersebut meliputi pengorbanan dan perjuangaan untuk dirinya secara peribadi dan untuk kebaikan bersama. Dalam perjuangannya, beliau terfokus kepada dua sisi utama yang sangat penting dan saling mempengaruhi dalam keberhasilan dakwah :
1. Membentuk mental yang kuat, meningkatkan keilmuan dan pemahaman yang baik terhadap Agama, serta mengukuhkan keyakinan terhadap Allah yang maha kuasa, dan
2. Langkah selanjutnya adalah mengajak masyarakat untuk bergerak dan maju untuk berjihad memerangi kedzaliman. Pergerakan tersebut dibungkus dengan salah satu bagian dari cara mempertahankan jiwa, agama, nusa dan bangsa yang diperintahkan dalam Agama.

Dua langkah tersebut membuahkan hasil yang sangat besar, sehingga membuat masyarakat melek terhadap agama, dan menjadi salah satu penyebab terusik dan terusirnya para penjajah dari tanah Lombok.
Langkah dakwah pembentukan dan pembangunan SDM (sumber daya manusia) merupakan langkah yang sangat tepat dalam berdakawah. Karena dengan majunya manusia akan mampu mempengaruhi keadaan lingkungan sekitarnya, baik itu menyangkut pengaruh dalam sisi pemikiran, perkataan, perbuatan atau gerak – gerik dalam setiap langkahnya. Maka tidak heran, hanya bermodal takbir dan senjata sederhana seadanya berani melawan musuh yang meiliki senjata lengkap.

Sebenarnya, disamping pemahaman yang baik terhadap agama, keyakinan yang kuat dan kokoh juga menjadi bagian dari pamungkas dalam langkah Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam membangkitkan semangat dan keberanian masyarakat dalam mengadakan perlawanan terhadap para penjajah. Besarnya pengaruh kekuatan keyakinan dalam mengusir para penjajah, terlihat jelas ketika Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menyusun sebuah buku do’a Hizib yang selalu ditekankan untuk sering dibaca pada masa-masa sulit di zaman penjajahan. Wal hasil, dengan kolaborasi ikhtiar dan do’a menghantarkan kepada sebuah hasil yang diharapkan, yaitu tersingkirnya para penjajah dari tanah Lombok.

Seiring dengan terusirnya penjajah dari tanah lombok, kepesatan pertumbuhan dari NWDI dan NBDI semakin maju dan berkembang, sehingga menamatkan ratusan, bahkan ribuan alumni yang menjadi bibit unggul penerus perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Alumni yang sangat banyak tersebut tidak hanya berasal dari masyarakat lombok, bahkan banyak juga yang berasal dari luar pulau lombok. Pesatnya jumlah alumni adalah sebuah akibat dari banyaknya cabang NWDI dan NBDI yang didirikan dibanyak tempat oleh pendirinya Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Setelah meninggalnya beliau, perjuangan tidak padam, bahkan dilanjutkan oleh para abituren NWDI dan NWDI yang berada diberbagai belahan bumi di Indonesia. Maka tidak heran, bila sekarang kita mendengar, bahwa cabang madrasahnya sudah berjumlah sampai ribuan.

Dapat dikatakan, bahwa jasa perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid terhadap Negara Tercinta Indonesia dari dulu semenjak perjuangan awalnya sampai sekarang, beliau tetap exis memberikan kontribusi perjuangannya bagi Negara Indonesia melalui tangan-tangan abituren yang melanjutkan perjuangannya dengan mengabdi kepada Negara melalui terjun dan bergelut langsung diberbagai instansi yang ada di Indonesia.

Dari sini dapat diambil sebuah kesimpulan, bahwa perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid untuk Indonesia sudah tidak bisa diragukan. Bahkan merupakan sebuah kepantasan, apabila pada tahun 2017 beliau resmi diangkat sebagai salah satu Pahlawan Nasional dari NTB (Nusa Tenggara Barat).

Fathi

BACA JUGA  Kejernihan hati pendiri nw tercinta Oleh Badri HS QH

Baca Selanjutnya

BACA JUGA  Sepakat Untuk Lelang Tanah Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA