Sahabat, tidak sedikit manusia yang memandang rendah orang lain hanya karena dianggap tidak sepadan dengan dirinya.
Seseorang yang berilmu memandang rendah orang-orang yang bodoh
Mereka memamerkan kecerdasannya dengan berdebat kusir, padahal semestinya ia justru bersedih karena tugas mencerdaskan orang bodoh merupakan tanggung jawab dirinya
Jika masih banyak orang bodoh, berarti ia belum berhasil menunaikan tugasnya.
Orang yang memiliki fisik rupawan memandang rendah orang yang fisiknya banyak kekurangan
Padahal semestinya hatinya bersyukur dan bukan malah menjadi sombong.
Orang yang memiliki harta banyak memandang rendah orang-orang yang tak berharta, padahal membantu orang-orang kekurangan harta merupakan kewajibannya
Bukannya malah menghambur-hamburkan uang untuk sekadar memenuhi gaya hidupnya yang tinggi.
Bahkan ada juga seorang muslim yang memandang rendah muslim lainnya
Sungguh aneh.
Hanya karena penampilan mereka berbeda, mereka saling berseteru
Yang satu merasa lebih bertaqwa, yang satu merasa lebih moderen pemikirannya
Sahabat, sesungguhnya memandang rendah orang lain adalah sifat orang yang sombong atau takabur
Orang beriman harusnya berlepas dari sifat buruk ini, karena Iblis yang mulanya beriman pada Allah pun menjadi terlaknat karena kecongkakannya memandang rendah makhluk Allah lainnya
Hampir-hampir tiada guna ibadah yang kita lakukan jika hati kita masih suka merendahkan makhluk Allah lainnya.
Jangan pernah terperdaya oleh perasaan sendiri, sungguh kita tak tahu derajat kita sebenarnya di hadapan Allah
Rasulullah bersabda,
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi,”
“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain,“
(HR. Muslim no. 91)
Sudah siapkah kita melepas perasaan lebih tinggi dibanding orang lain hanya karena lebih banyak nikmat yang Allah titipkan pada diri kita?




