Sinar5news.com – Lombok Timur – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perbanusa (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) Lalu Muhammad Rajabul Akbar,S.Ag menerangkan Perbanusa merupakan organisasi para penggiat dan praktisi pengelola sampah dan bank Sampah Nasional.

Perbanusa berfungsi sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi, pemersatu, presentasi komunikasi dan pendampingan para pegiat atau praktisi pengelola sampah dan Bank Sampah di wilayah negara kesatuan republik Indonesia.
“Tujuan dari didirikannya Perbanusa tersebut adalah untuk mewujudkan Perbanusa yang solid penuh rasa kekeluargaan serta persatuan dan kesatuan. Mewujudkan partisipasi aktif anggota Perbanusa dalam pengelolaan sampah untuk mencapai tujuan Perbanusa yang mandiri, kreatif, inovatif dan Solutif, menuju pengelolaan sampah yang maju dan berkelanjutan serta berorientasi pada kesejahteraan anggota,”ungkap Akbar yang juga Kades Dasan Lekong yang baru-baru ini mendapat penghargaan Kebersihan Lingkungan dari Kementerian Kesehatan RI.
Lembaga Perbanusa didirikan secara Nasional dengan Visi Terwujudnya Kelembagaan Pengelola Persampahan Yang Mandiri, Kreatif, Inovatif dan Solutif menuju pengelolaan sampah maju Berkelanjutan, sirkular ekonomi tumbuh dan Indonesia tangguh.
Akbar juga menambahkan meskipun Perbanusa termasuk lembaga yang baru, namun Perbanusa sudah menunjukkan kinerjanya dengan turun kelapangan untuk melakukan sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat dan Perbanusa juga siap untuk membeli sampah plastik dan organik yang dihasilkan oleh masyarakat.
“Perbanusa sejak awal sudah mulai membeli sampah plastik yang dihasilkan oleh masyarakat berapapun banyaknya, dan kami dari Perbanusa juga terus memberikan edukasi penanganan sampah baik kelembaga atau organisasi kemasyarakatan, intinya Perbanusa siap melakukan presentasi soal pengelolaan sampah, jika kami dibutuhkan,”ujar Akbar Sarjana Alumni IAIH NWDI Pancor itu.
Perbanusa juga memberikan edukasi kepada generasi muda Lombok Timur untuk mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan yang bernilai tinggi, seperti membuat gerabah dengan sampah plastik dan stryfoam.
“Perbanusa juga melatih generasi muda kita untuk belajar membuat sampah yang tidak berguna menjadi barang yang berhaga, karena sejatinya kalau kita kreatif, sampah yang dinilai tidak ada gunanya kalau di olah menjadi barang seni akan menjadi cukup mahal,” katanya.
Akbar berharap kepada pemerintah daerah untuk serius menangani sampah ini, karena menangani sampah ini lebih kepada merubah perilaku atau mainset masyarakat dari kebiasaan membuang sampah disembarang tempat.
“Kami mohon pemerintah all-out untuk menangani soal sampah ini, bila perlu dimasukkan dalam rancangan APBD kita, karena daerah kita akan menjadi tujuan wisata, maka sebagai daerah tujuan wisata daerah kita ini harus bersih dari sampah,”pungkasnya.(red)




