Ku Sebut Namamu Dalam Istikharahku

banner post atas

Tersanjung penuh kekaguman,
Kepada pemilik hati yang penuh kelemahlembutan,

Pemilik jiwa penuh ketenangan,
Pemilik akhlak penuh keluhuran,
Kiranya saja,

Yang menyilaukan mata memang tak melulu harus dikaitkan,
Dengan hati yang pemilik nya saja tak tahu dimana akan dilabuhkan,

Iklan

Namun menemui insan seperti mu,
Kurasa tak begitu salah bila memang kuharapkan,

Pernah,
Sesekali berhenti mendo’a,
Namun ternyata, lidahku sudah fasih sekali menyebut namamu, ibumu, ayahmu, dalam do’a,

Terlebih dalam sujud panjangku menghadap Sang Maha Kuasa,
Beritahu aku caranya tuk berhenti melakukannya,
Karena aku sendiri tak pernah faham dengan teorinya,

Sesekali berbicara dalam hati,
Berdiskusi dengan intuisi,
Sehingga cenderung bertengkar dengan fantasi,

Betapa indah, bila berlabuh denganmu ya?
Bersama meniti jalan Yang Maha Kuasa,
Berharap tak hanya saja di dunia kita bersama,Namun saling berjanji berusaha berjumpa lagi di surga. (Atika Dewi Nurbaya )

BACA JUGA  Pantun Renungan