5. Karomah dari Perut;
Dinatara bentuk karomah yang muncul bila perut digunakan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, adalah terpeliharanya perut dari makanan, minuman, dan pakaian yang tidak halal dengan munculnya tanda yang disampaikan oleh Allah Subhanahu wa ta`ala. Adakalanya tanda itu muncul dalam dirinya sendiri atau dari sesuatu yang bersifat syubhat atau haram, sehingga ia hanya memperoleh sesuatu yang baik saja.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah kisah yang menceritakan bahwa ketika disajikan makanan yang samar-samar (al-Syubhat) kepada al-Syaikh Al-Harits al-Muhasibi radhiallahu `anhu, mengucurlah keringat di sela-sela jarinya. Begitu juga yang terjadi pada ibunda al-Syaikh Abu Yazid al-Busthami radhiallahu `anhu, ketika sedang mengandung Abu Yazid, tangannya tidak pernah menyentuh makanan haram. Pada wali lain, muncul suara yang berkata; “Jauhi…!”.
Bahkan, ada Wali lainnya jatuh pingsan ketika menemukan makanan yang tidak halal. Ada juga wali yang makanan haram di hadapannya berubah menjadi darah, berwarna hitam, seekor babi, dan lain-lain yang Allah khususkan bagi para wali dan orang-orang suci-Nya.
Karomah lain yang muncul karena ketaatan perut adalah makanan yang sedikit bisa mengenyangkan orang banyak. Ini merupakan warisan dari Rasulullah Shalallahu `alaihi wa sallam. Ketika itu, Rasulullah menggelar sebuah tikar kulit dan didatangi oleh pemilik gandum dengan memberikan setangkai gandumnya dan pemilik biji-bijian dengan memberikan setangkai biji-bijiannya, hingga terkumpullah sedikit makanan. Beliau berdoa agar makanan itu diberkati, lalu orang-orang mengisi tempat yang mereka bawa dengan makanan itu sampai penuh, sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Muslim.
Karomah perut yang lainnya adalah dapat membuat satu macam makanan di atas piring menjadi berbagai macam jenis makanan sesuai dengan keinginan orang-orang yang hadir di tempat itu. Termasuk karamah perut lainnya adalah didatangi jin atau raja yang membawakan makanan, minuman, dan pakaiannya, atau menggantungkannya di udara.
Karomah lain dalam maqam ini adalah mampu mengubah air minum yang asin dan pahit menjadi manis. Al-Syaikh Ibnu ‘Arabi berkata, “Saya pernah meminum minuman seperti itu dari tangan Abu Muhammad ‘Abdullah bin Ustad Al-Marwazi Al-Hajj, termasuk murid khusus al-Syaikh Abu Madyan radhiallahu `anhu, beliau selalu disebut sebagai Al-hajj al-Mabrur. Makanan halal itu adakalanya diperoleh dengan bekerja atau dengan menjauhi dosa-dosa, seperti yang dikatakan beberapa al-Syaikh, “Ahli ma’rifat adalah orang yang tidak memadamkan cahaya ma’rifatnya sebagai cahaya wara’nya, maka ketika diperoleh barang halal, sedikit saja cukup baginya. Bila ia melaksanakan hal ini, maka tumbuh dalam batinnya keinginan melakukan perbuatan baik yang diwujudkan Allah Subhanahu wa ta`ala dalam jiwa hamba ini sebagai karamah karena kedudukan dan kejujurannya.” Dan dari kehendak kuat itu keluar semua yang telah kami sebutkan dan banyak karamah yang belum terlintas dalam benak manusia.
6. Karomah dari Kemaluan;
Adapun, gambaran karomah yang dihasilkan ketika kemaluan dipergunakan untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan adalah munculnya anugerah dari Allah berupa rahasia menghidupkan orang-orang mati, menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan penderita lepra, dan meninggalkan semua perkara yang membuatnya melupakan Allah Subhanahu wa ta`ala.
Di dalam al-Qur`an Allah berfirman, Dan Maryam puteri ‘Imran yang memelihara
kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh Kami (QS Al-Tahrim [66]: 12). Dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam (QS Al-Anbiya’ [21]: 91). Dalam hal ini, al-Syaikh Ibnu ‘Arabi juga telah menjelaskan secara mendalam hubungan-hubungan lain antara ketaatan anggota tubuh dan karomah yang dikeluarkannya, hikmah-hikmah dan rahasia ilmu hakikat.
7. Karomah dari Kaki;
Di antara karamah yang akan muncul jika digunakan untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan ada-lah mampu berjalan di atas air, dapat mengelilingi bumi, dan berjalan di udara. Hikayat-hikayat tentang maqam ini sangat terkenal, saking terkenalnya hingga tidak perlu lagi kami jelaskan di sini. Kitab-kitab kumpulan syair dipenuhi hikayat-hikayat tentang karamah ini. Karena Allah Subhanahu wa ta`ala adalah pemilik para wali, maka Dia memunculkan semua karamah ini bersama mereka. Ibnu ‘Arabi menyatakan, “Kami telah menyaksikan dengan jelas penempuh jalan ini berjalan di atas air dan di udara, dan dapat melipat bumi.”
8. Karomah dari Hati;
Untuk terakhir dari anggota tubuh yang bernama hati, ketika digunakan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, maka seseorang mampu mengetahui sesuatu sebelum terjadi. Syaikh Ibnu ‘Arabi berkata, “Ketahuilah anakku, Allah telah menolongmu, menerangi hatimu, melapangkan dadamu, dan menyucikan pakaian serta hatimu. Segala karomah yang berkaitan dengan anggota tubuh lainnya merujuk dan kembali kepada hati. Kalau tidak ada hati, maka seluruh anggota tubuh lainnya tidak berarti.
Setiap perbuatan berasal dari hati, kalau tidak didasari keikhlasan sebagai aktivitas hati, maka amal tersebut bagai debu beterbangan, tidak bermanfaat dan tidak mendatangkan kebahagiaan.” Allah Subhanahu wa ta`ala berfirman, Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus (QS Al-Bayyinah [98]: 5). Dan Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niat, dan tiap-tiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa berhijrah kepada dunia dan perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya.”
Berbagai macam ide dan gagasan itu muncul pertama kali di dalam hati. Apabila hati ingin mewujudkan gagasan itu, maka ia mempertimbangkan anggota tubuh mana yang sesuai untuk melakukan gagasan itu, lalu hati menggerakkan anggota tubuh yang dipilihnya untuk mewujudkan gagasan itu, baik untuk ketaatan maupun kemaksiatan, dan atas anggota tubuh itulah pahala dan siksa diberikan. Tidakkah kamu merenungkan bagaimana Allah menganggap pandangan pertama kepada seorang perempuan bukan muhrim yang dilakukan tanpa sengaja dan tidak diniati dalam hati sebagai suatu hal yang dimaafkan dan tidak dikenai siksa?.
Demikian pula ketika seorang hamba melakukan perbuatan salah tanpa sengaja, maka Allah benar-benar telah mengampuni perbuatannya itu, sebagaimana bila hati menghendaki dan berniat melakukan kemaksiatan, tetapi tidak jadi melakukannya, maka niatnya itu tidak ditulis dan tidak dihitung, selama belum dilakukan atau hanya sebatas ucapan semata. Adapun jika hati berniat melakukan ketaatan, maka ia akan diberi ganjaran sesuai dengan niat dan harapannya, meskipun ia belum melakukan ketaatan yang telah diniatkannya, niatnya telah ditulis sebagai kebaikan. Bila kamu meyakini hal ini, maka tetaplah yakin bahwa hati adalah pemimpin raga. Seluruh karomah yang muncul dari anggota tubuh merujuk kepada hati, dan hati itu sendiri dapat memunculkan karomah-karomah tertentu.
Menyimak dan memerhatikan penjelasan panjang lebar diatas, maka untuk guru besar kita Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, secara umum sepertinya dalam anggota tubuh beliau itu, yakni dari Mata, Telinga, Lidah, Tangan, Perut, Kemaluan, Kaki, dan Hati yang dimilikinya itu, tentu merupakan anggota tubuh yang telah menaati hukum syara’, sehingga memunculkan berbagai macam karomah.
Oleh sebab itu, dari hasil penelusuran yang telah didapatkan penulis, secara detail dan rinci akan menuturkan berbagai macam topik-topik karomah beliau, seperti berikut ini; Pertama, Karomah Melipat Bumi, yang berisikan sub judul, Baru Saja Maulana Syaikh Berangkat, Jarak Keruak dan Pancor dalam Hitungan Detik dan Secarik Kertas untuk Suramin. Kedua, Karomah Tidak Basah Diguyur Hujan.
Ketiga, Karomah Mengambil Uang dari Kantong Gamisnya, Karomah Mendatangkan Uang dalam sub judul Uang Karomah dari Baju Gamis untuk Pondok Pesantren NW Jakarta, Uang Koin Karomah untuk Pondok Pesantren NW Jakarta dan Uang dari Para Wali untuk Pondok Pesantren NW Jakarta.
Keempat, Karomah Mengobati Penyakit yang meliputi, Maulana Syaikh Melakukan Operasi Ajaib dan Maulana Syaikh Mengobati Orang Arab.
Kelima, Karomah Ditakuti dan Takluk Jin yang meliputi, Kalau Kesurupan, Bisikin di Telinganya, Kalau Menganggu, Saya akan Laporkan ke Maulana Syaikh dan Mengobati Kesurupan dengan Menyebut Nama Maulana Syaikh serta Maulana Syaikh berbicara dengan Jin.
Keenam’ Karomah Berjalan di Atas Air
Ketujuh; Karomah Foto Maulana Syaikh yang meliputi, karomah Ditakuti Preman atau Perampok, Seorang Pemuda Malaysia masuk Islam dan karomah Mengobati Penyakit dengan Foto Maulana Syaikh.
Kedelapan; Karomah Dilindungi dari Segala Kejahatan yang meliputi sub judul, Mereka sedang Rapat untuk Mencelakakan Saya, Jangan Cabut Plang ini dan Ni Tuan Guru Bajang Lawan.
Kesembilan; Karomah Ditakuti Binatang Buas
Kesepuluh; Karomah Tasbih dari Maulana Syaikh yang meliputi sub judul, Tasbih untuk KH. Muhammad Anwar dan Tasbih Untuk Tuan Guru Haji Muhammad Suhaidi.
Kesebelas; Karomah Terkabulnya Do`a
Keduabelas; Karomah Melihat Jarak Jauh dari Belakang Hijab dan Menolong Orang yang meliputi sub judul, Tongkat Berubah Menjadi Daratan dan Segeralah Masuk Islam bersama Isteri dan Anakmu.
Ketigabelas; Karomah Mengetahui Sesuatu yang Tersembunyi atau perkara yang ghaib yang meliputi sub judul, Mengetahui Jenis Kelamin Bayi dalam Kandungan, Mendo`akan Masyaikh Ma`had yang Sakit, Perintah Menikah dan Bersembunyi di Gunungsari dan Jangan Menikah Di Makkah.
Keempatbelas; Karomah Bisa Membaca Pikiran Seseorang yang meliputi sub judul, Bacaan Fatihah yang Tidak Fashih dan Makan Daging Trenggiling Haram.
Kelimabelas; Karomah Maulana Syaikh dalam Mengarang Kitab
Keenambelas; Karomah Mampu melihat Alam Mala`ul `Ala
Ketujuh belas; Karomah Berada di Tempat Lain dalam Waktu yang Sama



