Kerjasama Alumni Beasiswa LPP NTB UTeM dengan Geopark Rinjani Lombok dalam penerapan sistem Bank Sampah dan Teknologi Olah Sampah Tuntas Terpadu di Kawasan Sembalun.

banner post atas

Rabu, 23 April 2021, Melihat persoalan sampah yang ada di NTB khususnya di kawasan Sembalun, alumni beasiswa NTB Universititi Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) melakukan pertemuan kerjasama dalam penanganan sampah secara komprehensif, tuntas dan ekonomis sehingga diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan sampah yang semakin kritis dan secara bersamaan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Pertemuan kerjasama ini adalah pertemuan kedua kalinya, setelah pertemuan kerjasama dengan pak Gurbenur NTB DR. Zulkieflimansyah.

Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh para manajer Geopark Rinjani Lombok dan 2 perwakilan alumi beasiswa NTB UTeM. Pada peresentasi kerjasama tersebut, Gafar Ali selaku alumni beasiswa NTB mengatakan bahwa “Penanganan sampah di NTB khususnya di Sembalun membutuhkan keseriusan dan kerjasama yang baik antara pihak terkait, baik itu unsur masyarakat, LSM dan pemerintah daerah yang berwenang. Lebih lanjut, Gafar Ali mengatakan penyadaran masyarakat dalam penaganan sampah harus secara bertahap, dimulai dari penyadaran dari level terendah yaitu yang disebut sebagai level SD, penyadaran ini harus melalui pemusnahan timbunan sampah terlebih dahulu secara tuntas dan komprehensif melalui proses burning menggunakan teknologi icinerator tepat guna yang ramah lingkungan.

Setelah lulus SD, penyadaran level SMP bisa dilakukan, penyadaran ini dilaksanakan dengan memberikan wawasan kepada masyarakat pentingnya memisahkan sampah organik dengan non-organik sehingga sampah akan mudah didaur ulang karena sudah tersortasi dengan baik, setelah itu penyadaran level SMA, penyadaran ini dilakukan dengan metode pemanfaatan sampah yang di proses langsung pada sumber sampah sendiri yang menghasilkan produk, sehingga produk bernilai ekonomi dapat membantu perekonomian masyarakat. Terakhir, penyadaran level Perguruan Tinggi dimana sampah dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi dan jasa wisata yang bernilai ekonomi tinggi.

Iklan
BACA JUGA  SANG MAHA INDAH

Pihak Geopark Rinjani Lombok merespon baik ajakan kerjasama tersebut. Ibu Tiwi selaku manajer koservasi dan yang menangani masalah lingkungan di Geopark Rinjani mengatakan bahwa “Penaganan sampah di Sembalun khususnya di Rinjani sudah dilakukan oleh beberapa komunitas di Sembalun seperti Sembalun Konserfasi dan Perempuan Sembalun Mina, karna di tahun ini kami di Geopark Rinjani Lombok akan fokus untuk mengelola geosite-geosite yang ada di Sembalun. ”Ibu Tiwi siap sebagai penyambung para alumni beasiswa NTB UTeM untuk melakukan kerjasama dengan para pemerhati lingkungan dan sampah yang ada di Sembalun.

Selanjutnya Muhip Abdul Majid, alumni beasiswa LPP NTB UTeM mengucapkan terimakasih kepada pihak Geopark Rinjani yang menerima baik tawaran kerjasama tersebut, ia berharap semoga dengan kerjasama tersebut perogram Zero Waste yang menjadi program prioritas Gurbenur NTB yang belum berjalan secara maksimal bisa berjalan lebih baik lagi dengan dijalankanya sistem bank sampah berteknologi olah sampah secara tuntas yang terpadu.

Persoalan sampah di Rinjani masih belum tertangani dengan maksimal, oleh sebab itu strategi penyelesaian masalahnya harus di selesaikan dulu sampah secara berkelanjutan, setelah itu baru dilakukan sosialisasi agar masyarakat melihat progres nyata.

Bank Sampah berbasis teknologi tepat guna yang di canangkan oleh Alumni beasiswa NTB UTeM adalah salah satu solusi permasalahan sampah yang memiliki potensi untuk menyelesaikan sampah secara tuntas dan bahkan menghasilkan rupiah bagi masyarakat. Sebanyak 30 ton sampah perhari dapat dimusnahkan dengan pengoperasian selama 24 jam, dan hasil akhirnya menjadi produk yang bernilai ekonomi.