Jelang Libur Akhir Tahun, ASN Dihimbau Tidak Mudik

banner post atas

Sinar5news.com – Mataram – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat memberikan himbauan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait libur akhir tahun yang segera tiba.

Meski dalam pernyataannya Pemerintah Pusat telah memangkas waktu berlibur, namun jika libur natal dan akhir tahun digabung akan berdampak menjadi libur yang panjang. Dengan ini Pemprov NTB meminta untuk para ASN tidak melakukan pergi ke luar daerah (Mudik).

“Kita sudah memberikan imbauan tapi bukan melarang untuk tidak mudik,” ungkap Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTB Lalu Hamdi.

Iklan

Dalam himbauan yang diberikan oleh Pemprov tersebut, melainkan sekaligus dalam rangka mencegah terjadinya penularan virus covid-19 di Indonesia khususnya di wilayah NTB sendiri. Perlu diketahui kasus penyebaran virus covid-19 di wilayah NTB masih terus terjadi, bahkan disetiap harinya selalu terjadi peningkatan.

 

Dengan demikian, Pihaknya sangat berharap kepada para ASN agar bisa menjadi contoh kepada masyarakat lainnya untuk tidak melakukan kegiatan berlibur ke luar daerah terlebih dahulu.

“Jadi kita harapkan tidak keluar berkerumunan pada libur nanti,” ucapnya.

 

Terkait libur, Hamdi menjelaskan libur natal dan tahun baru tidak menggurangi jatah cuti tahunan bagi para ASN.

“Libur panjang itu tidak mengurangi cuti tahunan yang 12 hari itu,”jelasnya.

Cuti tahunan bagi ASN bisa diambil secara bersamaan pada saat libur pajang nanti. Hal itu diperbolehkan sepanjang ASN yang bersangkutan belum mengambil cuti tahuan selama 12 hari tersebut.

Namun ASN di masing-masing Organinasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan mengambil cuti tahunan pada momen hari libur natal dan tahun baru nanti sesuai arahan dan kebijakan masing-masing kepala dinas masing-masing.

 

“Kalau masalah ngambil cuti tahunan, maka tergantung dari kepada dinas. Jadi ada hitung-hitungan kepala dinas, walaupun dia (ASN) ada yang belum ambil cuti tetapi pada saat itu misalnya dia sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, maka kepala dinas diperbolehkan menyatakan nanti dulu cutinya ambil di lain waktu,” jelasnya.

BACA JUGA  Hikmah Pagi : Hisab Harta. Kisah Tukang Kayu dan Kapaknya, Perhitungan Harta Setelah Meninggal