Ini Pesan Wagub NTB ke HIMMAH NWDI: Junjung Tinggi Akhlak dan Teladani Maulana Syaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid.

Sinar5news.Com – Mataram – Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan pentingnya akhlak kepada ratusan kader Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (HIMMAH NWDI). Menurut Rohmi, akhlak adalah pembeda antara kader HIMMAH NWDI dengan organ/kelompok lainnya.

Iklan
Foto: Wagub NTB bersama Jajaran Pengurus HIMMAH NWDI.

“Bagimana kalian sebagai generasi NWDI betul-betul menjunjung tinggi akhlak. Karena akhlak adalah pembeda kita dengan yang lain,” ujar Rohmi saat menutup kegiatan Sarasehan Karya dan Pemikiran Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang digelar oleh Koordinator Wilayah (Korwil) HIMMAH NWDI NTB di Taman Budaya NTB di Mataram, Rabu (14/12/2022).

Dulu, ungkap Rohmi yang juga aktif sebagai Ketum Pimpus Muslimat NWDI ini, itulah yang ditanamkan secara kuat oleh Maulana Syaikh kepada murid-muridnya di semua madrasah. Sebagai contoh, ketika bersalaman saja, tangan guru harus dicium dan di taruh di atas kepala murid, sebagai bentuk ketakziman kepada ahli ilmu. Demikian juga kepada orang tua.

Sehingga dengan begitu, harapannya, HIMMAH NWDI harus memiliki prinsip dan tidak boleh terpengaruh dengan hal yang tidak baik. Sebaliknya, harus memberikan pengaruh yang baik kepada kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

“HIMMAH NWDI harus punya prinsip. Tidak boleh terpengaruh dengan hal yang tidak baik. Tetapi sebaliknya harus memberikan pengaruh baik, kepada masyarakatnya, kepada lingkungan sekitarnya,” imbuh Rohmi.

Orang nomor dua di NTB ini juga berpesan agar kader-kader HIMMAH NWDI terus membangun jejaring di luar, juga terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi.

“HIMMAH NWDI tidak boleh gaptek. Bangun jejaring seluas-luasnya,” demikian Rohmi.

Sementara itu, Ketum Korwil HIMMAH NWDI NTB, Saifudi Rifai mengatakan, penting kiranya bagi seluruh kader HIMMAH NWDI untuk mengkaji dan menyebarkan pemikirin-pemikiran besar maulana syaikh, termasuk yang utama kaitannya dengan keislaman dan kebangsaan.

“Ini penting untuk kita suarakan bersama. Pemikiran Maulana Syaikh tentang kebangsaan dan keislaman misalnya, sangat pantas kita konsumsi,” kata Rifai.

Disebutkannya, buah pemikiran Maulana Syaikh itu diantaranya termaktub di dalam karya Wasiat Renungan Masa dan Hizib Nahdlatul Wathan.

“Itu semua kan pesan-pesan mendalam, untuk kita kaji dan ikuti,” imbuh Rifai.

Ia kemudian berpesan kepda kader HIMMAH NWDI untuk terus memperbanyak ruang diskusi. Dengan begitu, nalar-nalar kritis itu bisa terbangun.

“Di samping itu, kontribusi kepada masyarakat jangan sampai dilupakan,” pungkasnya.

Sarasehan ini dinarasumberi oleh Masyaikh Ma’had DQH NWDI Pancor Dr. TGH. Abdul Azis Sukarnawadi, Ketua Lajnah Penerbitan PB NWDI Dr. Khirjan Nahdi, akdemisi UIN Mataram Dr. Abdul Quddus, akademisi UNRAM Dr. Nuriadi Sayip, Direktur TGB Institut Dr. Muhammad Said, dan dimoderatori oleh L. M. Ariadi MA.

Turut hadir; Ketua V PB NWDI, Dr. Ir. H. Iswandi, Sekretaris PW NWDI NTB Dr. Abdul Fatah, M.Fil., Ketua Umum DPP HIMMAH NWDI, Alimuddin diwakilkan, Ketua Korwil HIMMAH NWDI NTB, Saifuddin Rifai beserta jajaran, Ketua Cabang HIMMAH NWDI se-NTB, perwakilan OKP NTB, senior HIMMAH NWDI serta ratusan kader delegasi masing-masing cabang.(red)