Sinar5news.com – Lombok Timur – Ikatan Kerjasama Pondok Pesantren (IKPP) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren yang digelar di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam NWDI Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Rabu (14/01/2026)

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Pengurus Daerah NWDI Kabupaten Lombok Timur, Camat Wanasaba, Ketua Umum IKPP NWDI Lombok Timur Dr. TGH. Hasanuddin, S.Ag., MM., jajaran pengurus IKPP NWDI Lombok Timur, serta para pimpinan pondok pesantren NWDI se-Kabupaten Lombok Timur.
Hadir pula dua narasumber akedemisi dan praktisi ekonomi, yakni Dekan FISE Universitas Hamzanwadi Prof. Dr. Fahrurrozi, SE., MM., AWP., CSFT dan Ketua DPW Hebitren NTB Ustadz H. Ahmad Dahlan, SH, yang memberikan penguatan materi terkait pengembangan ekonomi pesantren berbasis kearifan lokal diera digital dan membuat unit usaha pondok pesantren yang produktif dan menguntungkan.
Workshop ini menjadi momentum penting bagi pesantren NWDI dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di bidang ekonomi. Dalam laporan panitia, Ustadz H. Mahrup, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan pondok pesantren NWDI di Lombok Timur. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman, wawasan, dan strategi praktis kepada pimpinan pesantren agar mampu mengelola potensi ekonomi pesantren secara optimal, terarah, dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin pesantren terus berada dalam kondisi ekonomi yang lemah. Pesantren harus bangkit dan mandiri jangan ada pesntren yang hidup segan mati tak mau. Workshop ini menjadi ikhtiar bersama agar ekonomi pesantren bisa dihidupkan dan digerakkan,” tegas Ustadz Mahrup, yang juga Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hizbul Wathan NWDI Semaya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum IKPP NWDI Lombok Timur Dr. TGH. Hasanuddin, S.Ag., MM., Ph.D menegaskan bahwa setiap pondok pesantren sejatinya memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut selama ini belum dikelola secara profesional dan terukur. Menurutnya, perubahan paradigma sangat diperlukan agar pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan global dan digitalisasi.
“Pesantren hari ini tidak cukup hanya fokus pada pendidikan dan dakwah. Kita harus mulai membangun sistem ekonomi pesantren yang kuat, terpadu, dan terukur. Dunia global dan digital membuka banyak peluang, dan pesantren harus berani bersikap terbuka untuk mengambil sisi positifnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga keuangan. Menurutnya, masih banyak sektor ekonomi yang bisa dikembangkan oleh pesantren NWDI, seperti usaha perdagangan, pertanian, peternakan, jasa, hingga ekonomi kreatif berbasis santri dan alumni.
“IKPP NWDI akan terus hadir memberikan kontribusi, pendampingan, dan penguatan agar pesantren mampu berikhtiar mengembangkan sektor ekonomi masing-masing secara mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Daerah NWDI Kabupaten Lombok Timur yang diwakili oleh Ketua Bidang Lajnah Pondok Pesantren Drs. H. Saipun Nasri, M.Pd mengungkapkan bahwa pesantren NWDI yang jumlahnya sangat banyak di Lombok Timur merupakan potensi besar apabila dikelola dan digerakkan secara kolektif. Menurutnya, kekuatan dan kemajuan pesantren sangat ditopang oleh sistem ekonomi yang kuat.
“Dengan adanya wadah IKPP yang dibentuk oleh Pengurus Daerah NWDI, kami berharap setiap pondok pesantren mampu membuat kebijakan strategis dalam mengembangkan potensi usaha yang dimiliki. Jika ekonomi pesantren bergerak, insyaallah program pesantren lainnya di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah juga akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa modal dasar pesantren sebenarnya sudah tersedia, yaitu jamaah, santri, dan alumni. Modal tersebut, lanjutnya, perlu dikelola secara profesional agar mampu memberikan manfaat yang besar bagi keberlangsungan pesantren.
“Modal jamaah, santri, dan alumni ini adalah kekuatan luar biasa. Tinggal bagaimana kita memberdayagunakannya secara terencana dan berkelanjutan,” jelas mantan Kasubag Humas Kanwil Kementerian Agama NTB itu.
Melalui workshop ini, IKPP NWDI Lombok Timur berharap para pimpinan pondok pesantren mampu menyusun langkah-langkah konkret dalam membangun dan mengembangkan unit-unit usaha pesantren. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi umat yang mandiri, berdaya saing, dan relevan dengan perkembangan zaman.(red)

