-HIKMAH PAGI- OBJEKTIVITAS SEORANG PENULIS

Hikmah
Hikmah
banner post atas

Kerajaan Majapahit ketika masa pemerintahan Raja Sri Rajasanagara (Hayam Wuruk) terdapat sebuah kitab fenomenal yang menurut beberapa kalangan memiliki sumber sejarah yang terpercaya. Kitab itu menceritakan banyak hal-hal penting, diantaranya silsilah raja-raja Majapahit, Candi Makam Raja, keadaaan kota raja, upacara Sradha, wilayah kerajaan Majapahit, negara-negara bawahan Majapahit serta hal-hal lainnya. Uraian yang termuat dalam kitab tersebut dapat untuk mengetahui seluk beluk kerajaan Majapahit dari sisi sosial-ekonomi, sosial-budaya, politik-luar negeri dan lain-lain secara lebih mendalam.

Penyelidikan tentang keberadaan Majapahit ini dapat juga ditunjang dengan prasasti-prasasti pendukung antara lain prasasti Bendasari, prasasti Kudadu, prasasti Waringin Pitu, prasasti Trawulan dan prasasti-prasasti lainnya. Kitab fenomenal yang dimaksud adalah kitab Negara kertagama karangan Mpu Prapanca yang ia adalah saksi hidup yang langsung menyaksikan berbagai peristiwa di zaman kejayaan Majapahit. Terlebih pada saat menulis kitab itu, Mpu Prapanca sudah menjadi mantan dari seorang Darmadyaksa ring Kasogatan (pemimpin urusan agama Buddha) di kerajaan Majapahit yang memilih untuk menjadi seorang pertapa. Sehingga ia tidak lagi memiliki kepentingan pada kekuasaan atau politik tertentu. Bahkan selama menulis Mpu Prapanca sendiri telah menjauhkan diri dari kota dan menetap di lereng gunung di sebuah desa kecil yang bernama Kamalasana.

3 November 2020

Iklan

Hipzon Putra Azma

BACA JUGA  Hikmah Pagi :Pembunuh Sayyidina Ali adalah seorang Hafiz