HIKMAH PAGI KALIMAT HIKMAH IBN ATHA’ILLAH “Pintu ketaatanmu Dia buka, tetapi pintu penerimaan-Nya kadang kala Dia tutup”.

HIKMAH PAGI KALIMAT HIKMAH IBN ATHA’ILLAH “Pintu ketaatanmu Dia buka, tetapi pintu penerimaan-Nya kadang kala Dia tutup”.

 

Oleh : Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, MA

Ibn Atha’illah berkata dalam untaian kalimat hikmahnya yang ke-95:
رُبَّمَا فتَحَ لَكَ بابَ الطّاعةَِ وَمَا فَتَحَ لَكَ بَابَ القَبُوْلِ. وَرُبَّمَا قَضَى عَلَيْكَ باِلذَّنْبِ فكَانَ سَبَبًا فِي الوُصُوْلِ.
“Ada kalanya Dia membukakan pintu ketaatan untukmu, tetapi Dia tidak membukakan pintu peneriman. Adakalanya Dia menetapkanmu berbuat dosa, tetapi ternyata dosamu itu menjadi sebab sampainya dirimu kepada-Nya.”

Kata kunci kalimat hikmah di atas adalah: “Pintu ketaatanmu Dia buka, tetapi pintu penerimaan-Nya Dia tutup. Dosa yang kamu perbuat boleh jadi mengantarmu untuk sampai kepada-Nya. ”

Ungkapan hikmah yang disampaikan oleh Ibn Atha’illah sangat dalam maknanya, sangat luas cakupannya, dan sangat lengkap muatannya. Yang saya pahami dari kalimat hikmah Ibn Atha’illah di atas ialah bahwa Allah membukakan pintu-pintu ketaatan bagi setiap hamba-Nya. Silakan lakukan amal saleh sebanyak-banyaknya karena pintu kebaikanmu akan senantiasa dibuka oleh Allah untukmu.

Tetapi ingatlah bahwa kadang kala Allah menutup pintu penerimaan-Nya terhadap amalmu dan ketaatanmu dan tidak dapat menerima amalmu itu karena beberapa sebab yang juga berasal dari dirimu. Di antara sebab-sebab itu adalah karena riya’mu dalam melaksanakan amal, karena tidak ikhlasmu dalam melaksanakan amal, karena ujubmu dalam melaksanakan amal, karena sum’ahmu dalam melaksanakan amalmu. Amal-amalmu menjadi sia-sia karena sebab-sebab itu.

Allah senantiasa membukakan pintu ketataan dari amal-amalmu itu dan Dia senantiasa membuka pintu penerimaan amalmu karena keikhlasanmu dalam beramal. Allah akan menutup pintu penerimaan-Nya untuk amalmu itu, jika amalmu dilakukan dalam keadaan riya’, sum’ah, dan ujub. Karena ikhlaskan dirimu dalam setiap amalmu agar pintu penerimaan selalu dibukakan untukmu.

BACA JUGA  Mengenal Istri-istri Rosulullah Muhammad Saw ( Bagian 5)

Setiap manusia dapat melakukan perbuatan dosa. Tidak ada manusia yang tidak dapat berbuat dosa. Sebab, di dalam dirinya ada potensi buruk (dosa) yang dianugerahkan oleh Allah bersamanya. Selama dia hidup potensi itu selalu ada di dalam dirinya. Sesuci apa pun manusia, dia bisa berbuat dosa. Tidak ada manusia yang luput dari perbuatan dosa. Dosamu jangan dibiarkan bertumpuk. Kalau engkau membiarkan dosamu bertumpuk, maka engkau akan bertambah jauh dari Allah. Engkau harus bertobat dari dosamu. Ketika bertobat dari dosamu, maka pada saat itu engkau telah kembali kepada Allah dan dekat kepada-Nya. Yang mengantarmu dekat kepada Allah itu adalah dosamu yang engkau mintakan ampun kepada Allah. Itulah yang dimaksud oleh Ibn Atha’illah: Adakalanya Dia menetapkanmu berbuat dosa, tetapi ternyata dosamu itu menjadi sebab sampainya dirimu kepada-Nya.

BACA JUGA  Dakwah TGB (24) 3 PRIORITAS UTAMA UMAT Oleh: Abah Rosela Naelal Wafa

Jangan khawatir akan dosamu. Jangan takut karena kamu berbuat dosa. Allah pasti memberikan jalan keluar dari dosamu sebagai Allah telah memberimu potensi buruk di dalam dirimu. Ingatlah pesan Rasulullah di dalam hadisnya: “Semua kalian pasti berbuat dosa. Orang yang berbuat dosa yang paling baik di mata Allah adalah orang yang selalu bertobat kepada Allah atas dosa-dosanya.”

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA